My Sister, I Love You

My Sister, I Love You
Cemburu part 2



Happy Reading 😊


Ara melotot tidak percaya bahwa Alven mengatakan hal itu padanya. Apa dia mengira bahwa Ara sama seperti yang di katakan oleh Ana dan Sashi?


Sungguh hati Ara merasa sedikit sedih ketika mendengar hal itu di tuduhkan oleh orang yang sangat di cintai nya.


"Apa menurutmu aku terbiasa mengobral hatiku untuk pria lain?," Tanya Ara dengan tatapan yang datar.


"Aku tidak menuduh mu seperti itu Ara" ucap Alven dengan nada sedikit melemah.


"Lalu kenapa kamu tidak mengakuiku sebagai pasangan mu, sebagai calon istrimu saat Ana bertanya tadi!!" Kali ini suara Ara yang meninggi.


Sungguh rasa nya begitu sakit saat Alven tidak mau mengakui dirinya.


"Aku tidak ... !"


"Cukup Alven, kamu menuduhku pengobral cinta, sedangkan kamu sendiri malu mengakui ku, jadi sekarang siapa yang salah!" Seru Ara.


Alven menatap sang kekasih yang tengah marah itu. Dia sadar bahwa dirinya telah cemburu tadi.


Sampai mengatakan hal yang membuat Ara sedih. Alven mendekati Ara dan memeluk gadis itu erat.


Sungguh sakit rasanya melihat Ara uang seperti itu, menangis karena dirinya, sungguh bukan maksud Alven membuat kekasih nya itu sedih.


"Maaf, maafkan aku sayang, tadi aku terlalu cemburu," ucap Alven membelai rambut Ara.


Sedangkan gadis itu masih merasa tidak terima saat Alven tidak mau mengatakan bahwa dia kekasih nya di hadapan para mantan sahabat nya itu.


"Lepaskan aku, saat ini aku ingin sendiri" lirih Ara dalam dekapan kekasih nya itu.


"Tidak, jangan seperti ini sayang, maafkan lah aku," ucap Alven merasa bersalah.


Ara mendorong tubuh Alven untuk lepas dari pelukan itu. Mungkin faktor kehamilan nya yang membuat dia merasa sangat sakit dan sedih.


"Alven, aku ingin sendiri dulu, kamu pergi lah," ucap Ara membalikan badan dan melangkah pergi.


"Tidak sayang, jangan seperti ini," Alven mendekap tubuh Ara dari belakang.


"Please .... !" Ucap Ara sendu.


Alven yang mendengar ucapan Ara itu hatinya menjadi tidak tega. Dengan berat hati akhirnya Alven melepaskan pelukannya.


Tidak ingin membuat Ara semakin sedih, mungkin kekasih nya itu memang ingin sendiri saat ini. Akhirnya Alven mengalah.


Ara yang sudah terbebas dari dekapan Alven kemudian pergi berjalan masuk ke dalam mall itu lagi.


Saat ini yang dia inginkan hanya sendiri tanpa Alven.


Pria itu menatap punggung Ara sampai gadis itu menghilang dari pandangan nya.


"Arrghh!! Alven kamu bodoh sekali! Kenapa jadi seperti ini!," Gerutu Alven menjambak rambut nya.


Ara melihat ke dalam toko pakaian bayi, matanya berbinar ketika melihat baju-baju yang lucu dan imut itu. Banyak berbagai mac corak warna dan gambar yang membuat hatinya sedikit senang.


Seperti nya dia sudah sedikit melupakan masalah nya dengan Alven.


Saat Ara menyentuh sebuah baju imut berwarna biru itu tiba-tiba ada seorang wanita yang mengambil nya.


"Baju ini sudah aku ingin kan dari tadi" ucap seorang wanita yang tengah hamil itu.


Terlihat perutnya yang sudah membuncit. Wanita itu sepertinya lebih dewasa darinya.


Ara hanya diam saja tanpa menjawab, karena dia juga belum ingin membeli pakaian bayi untuk calon anaknya nanti.


"Sayang, lihat lah baju ini imut sekali kan?," Ucap wanita itu kepada seorang pria yang berdiri tidak jauh darinya.


"Hem, terserah kamu saja" jawab pria itu.


"Ara! Kamu Ara kan?" Seru sebuah suara pria.


Ara berhenti, kemudian dia menoleh dan melihat seorang pria yang di pegang erat tangan sebelah nya oleh wanita dewasa tadi.


"Hai, kemana saja kamu selama ini?" Tanya pria itu.


"Sayang, siapa gadis itu?" Tanya wanita yang sedang hamil itu.


Pria itu melepaskan tangan yang dipegang oleh wanita disampingnya dan berjalan mendekati Ara.


Ara menaikan satu alisnya kala melihat pria yang memang sudah tidak asing lagi itu.


"Lucas, ada apa?" Tanya Ara datar.


"Selama ini kamu pergi kemana Ara?" Pria yang ternyata adalah Lucas itu tiba-tiba menyentuh tangan Ara.


Tapi dengan cepat Ara menepis tangan pri itu, sedangkan sang wanita dewasa sudah tampak mengepalkan tangannya.


"Oh, jadi dia yang bernama Ara, hei dasar gadis murahan, beraninya kamu muncul di hadapan suamiku!" Seru wanita itu.


Ara begitu terkejut dan menutup mulutnya tidak percaya.


Lucas sudah menikah? Dan kelihatannya istrinya sudah mendekati kelahiran karena kehamilan nya sudah sangat besar. Dan bukankah baru beberapa bulan saja Ara meninggalkan pria itu, pria yang dulu berpacaran dengan Sashi mantan temannya.


Apakah itu artinya selama ini menutupi identitasnya! Ara membatin.


"Diamlah Emely, jangan ikut campur!!" Seru Lucas.


"Lucas! Aku ini istrimu, kenapa kamu lebih membela gadis itu! Gara-gara dia kan kamu jadi menjauhi ku, apalagi saat itu aku hamil muda tapi ternyata kamu sibuk dengan gadis yang bernama Ara ini!!" Seru Emely menunjuk Ara.


Ya Tuhan, apa-apa ini? Kenapa aku terlibat dalam masalah rumit orang lain!!. Gumam Ara dalam hati.


"Kita menikah karena di jodohkan dan aku juga tidak mencintai mu Emely, ingat itu!!" Seru Lucas.


"Aaarrgggk sakit!!!" Emely menahan perut besarnya itu.


Terlihat dia seperti menahan sakit yang luar biasa.


"Eh, kenapa kamu diam saja, cepat bawa istrimu ke rumah sakit!!" Seru Ara pada Lucas.


Pria itupun akhirnya sadar dan langsung mengangkat tubuh istrinya itu. Ara terlihat menelepon seseorang dan mengucapkan terima kasih.


Ara sedikit berlari menyusul Lucas yang membawa istrinya yang seperti merasakan kontraksi itu.


"Lucas, aku sudah menyiapkan mobil di luar pintu masuk mall ini, ayo cepat bawa istrimu ke rumah sakit!" Seru Ara.


Lucas pun mengerti, dia melihat mobil hitam yang sudah terparkir di depan mall dengan pintu penumpang yang terbuka.


Lucas memasukkan istrinya ke dalam mobil begitu pun dirinya ikut masuk dan duduk di dalam.


" Ara, ayo ikut dengan ku!" Seru Lucas yang melihat Ara hanya berdiri di luar mobil.


"Nanti aku menyusul, sekarang yang penting bawa istrimu segera ke rumah sakit" ucap Ara tersenyum.


Emely memandang Ara dengan tatapan yang sulit diartikan. Wanita itu terlihat menaikan kedua sudut bibirnya. Ada rasa terima kasih yang ingin dia ungkapkan kepada Ara.


Tapi saat ini kondisi nya sudah tidak bisa lagi untuk di tahan.


Sedangkan di sisi lain Alven melihat kekasihnya itu dari kejauhan dan tersenyum.


"Kamu gadis pilihan terbaikku sayang" gumam Alven menatap Ara.


Bersambung ...


Maaf ya slow up🙏🏻