
Happy Reading 😊
Happy Reading.
Alven mengajak Ara ke suatu tempat, setelah menempuh perjalanan kurang lebih Satu jam mereka sampai di sebuah Danau buatan yang lumayan indah.
"Waw, ini indah sekali!" Seru Ara.
Gadis itu berjalan mendekat ke sisi danau. Ara menghirup udara yang sejuk dari arah danau itu dengan memejamkan sambil merentangkan tangan.
Alven mendekati Ara dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, apakah kamu tahu tempat ini adalah tempat yang bersejarah untuk Daddy dan Mommy?" Tanya Alven.
Ara menggeleng.
"Apa dulu Mom dan Dad sering kesini?" Tanya Ara.
"Di sini dulu di danau ini waktu pertama kali Daddy menyatakan cintanya pada Mommy, aku ingat pada saat Daddy mengajaku untuk mengunjungi Grandpa Richard, lalu Dad mengajaku ke sini, dia bercerita bahwa Danau ini adalah tempat yang sangat spesial untuknya, karena di sinilah Dad dan Mom jadian," ucap Alven.
"Benarkah? pasti sangat romantis sekali ya? Dad sangat mencintai Mom, aku benar-benar salut akan cinta mereka berdua, tidak pernah ada masalah yang berat, Dad selalu selalu setia pada Mommy, padahal aku tahu banyak wanita yang menginginkan Daddy," ucap Ara memandang lurus ke depan.
"Aku juga akan seperti Daddy setia selamanya, jangan pernah mencoba untuk berpaling dariku sayang," ucap Alven.
"Tentu saja tidak akan, aku sangat mencintaimu saudarku," jawab Ara membalikan tubuhnya.
"Sebentar lagi kita akan menikah, jadi jangan panggil aku saudara lagi Ara," ucap Alven membelai pipi gadis itu.
Ara terkekeh, memang benar mereka dulu saudara yang akhirnya saling jatuh cinta, meskipun sempat menyembunyikan perasaan masing-masing karena tidak tahu kenyataan yang sebenarnya.
Tapi sepertinya Tuhan memang telah mentakdirkan mereka untuk bersama, sehingga harus ada calon bayi yang akan mengikat mereka.
"Iya-iya aku tahu, tapi tidak perlu pernikahan yang mewah, aku hanya ingin status kita menjadi pasangan suami istri saja itu sudah cukup," jawab Ara.
Alven memandang wajah cantik polos itu dengan tatapan penuh cinta, pemuda itu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ara sekilas.
"Terima kasih sayang, berkat dirimu aku bisa merasakan kasih sayang yang sebenarnya, aku sangat bersyukur bisa mencintai dan di cintai olehmu sayang," ucap Alven mencium Ara kembali.
Kemudian Alven menuntun Ara untuk duduk di bawah pohon rindang yang berada tidak jauh dari danau itu.
Alven mengajak Ara duduk dan pemuda itu duduk di belakangnya, posisi yang sama saat Daddy Steven dan Mommy Alea pada masa lampau.
"Nanti kalau anak kita sudah lahir, kita ajak dia kemari, dan menceritakan semua kenangan kita dan juga oma opanya nanti," ucap Alven mencium pucuk kepala kekasihnya.
Ara tersenyum, kemudian dia menoleh ke belakang menatap wajah tampan calon kekasih nya itu. Alven dan Ara saling memandang, mata mereka bertemu seakan memancarkan rasa cinta yang luar biasa.
"Aku sangat mencintaimu sayang, ibu dari anak-anakku," ucap Alven mencium bibir Ara.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang," jawab Ara.
Ara mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Alven, mereka berdua saling melengkapi perasaan cinta yang mengalir di setiap detakan jantungnya.
Hari sudah mulai malam, Alven membawa Ara ke sebuah toko perhiasan dan membelikan cincin untuk acara pernikahan mereka besok.
Ya besok adalah hari pernikahan Alven dan Ara, mereka tidak ingin mengadakan pesta yang meriah seperti acara pernikahan David dan Stela.
Ara hanya ingin acara pernikahan mereka sederhana saja, mengingat kondisi Ara yang masih hamil muda dia tidak mau terlalu lelah dan akan berpengaruh buruk pada janinnya.
Setelah mendapat cincin yang terbaik dan pas di jari mereka, akhirnya Alven mengajak calon istrinya itu ke sebuah butik terkenal.
"Aku sudah memesankan sebuah gaun indah khusus untukmu sayang," ucap Alven menuntun Ara masuk ke butik tersebut.
Alven menyuruh seorang pegawai butik untuk membawakan gaun yang telah dia pesan.
"Indah sekali sayang gaun-nya?" Seru Ara ketika dua pegawai butik membawakan sebuah manekin yang sudah terpasang sebuah gaun pengantin cantik.
"Ini aku sendiri yang memilih desain-nya sayang" ucap Aven.
Kemudian Alven menyuruh para pegawai untuk memakaikan pakaian untuk Ara.
"Cantik sekali sayang, calon ibu dari anak-anakku memang luar biasa?" Ucap Alven menatap penuh kagum pada calon istrinya itu.
Pipi Ara bersemu merah mendengar pujian dari Alven.
"Aku sangat bersyukur bisa mendapatkan wanita secantik dirimu sayang, apalagi akan ada baby yang menemaninya kita di hari-hari ke depan," ucap Alven kemudian.
"Terima kasih sayang, aku juga sangat bersyukur bisa mendapatkan cintamu, tolong jangan pernah pergi meninggalkanku, aku tidak akan sanggup tanpa dirimu Alven," ucap Ara dengan mata berkaca-kaca.
Alven memeluk calon istrinya itu, dia benar-benar tidak sanggup apabila harus berpisah dengan Ara.
"Tentu saja aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, cinta ini, hati ini, tubuh dan raga ini hanya untukmu," ucap Alven sambil mencium puncuk kepala sang kekasih.
Mereka berdua benar-benar menyalurkan perasaan cintanya dan ingin segera menyatukan dalam ikatan pernikahan yang akan di laksanakan esok hari.
###
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Alven dan Ara, akhirnya mereka telah resmi menikah di hadapan pendeta.
Sebelum acara pemberkatan Alven sempat mengalami mual dan muntah berkali-kali. Benar-benar morning sick ness yang sangat menyusahkan.
Ara merasa sangat kasihan dengan Alven yang terlihat pucat dan lemas itu. Tapi untungnya Alven segera pulih kembali karena dia juga tidak mau acara pemberkatan pernikahannya jadi terganggu.
Seluruh keluarga sudah berkumpul di mansion. Stevani juga sangat senang melihat acara pernikahan putra dan putri majikannya itu.
"Aku kira kita yang akan menikah duluan," ucap Anton mendekati wanita yang sudah resmi menjadi kekasihnya.
Stevani mencubit perut Anton gemas, pria itu meringis karena cubitan dari Stevani tidak terasa sakit tapi hanya terasa geli.
"Apa gara-gara bunga itu? itukan hanya mitos, nyatanya yang menikah duluan adalah nona Ara dan tuan Alven, sebaiknya kamu meminta izin Mamamu dulu baru mengajakku menikah," ucap Stevani.
"Tenang saja sayang, sebentar lagi kita pasti akan menikah, aku tidak perlu meminta izin dari mama karena Mama pasti sudah merestui kita," ucap Anton mencium pipi Stevani.
Gadis itu melotot karena perlakuan Anton yang menurutnya sangat berani itu.
Sedangkan pasangan pengantin baru saat ini sedang berbahagia, Alven terlihat begitu tampan dengan tuxedo putihnya dan juga Ara yang memakai gaun pengantin pilihan sang suami.
"Sayang hari ini aku bahagia sekali karena berhasil mengikatmu ke dalam ikatan yang suci ini," ucap Alven memegang bahu Ara.
"Aku juga sayang, mulai saat ini dan seterusnya aku akan menjaga ikatan suci pernikahan ini dengan rasa cinta yang mendalam dan juga tanggung jawabku sebagai seorang istri," jawab Ara.
Alven mendekat dan mencium bibir istrinya itu. Ara juga membalasnya dan memeluk Alven dengan erat.
Tidak banyak yang di undang dalam acara pernikahan tersebut, hanya keluarga besar dan teman dekat dari Daddy Steven.
Tiba-tiba ada seseorang yang datang ke acara itu langsung mendatang Daddy Steven. Dia adalah Max, sepertinya pria itu datang tidak di undang karena memang dia tidak masuk ke dalam daftar undangan.
"Selamat siang tuan Steven Austin, aku kesini karena ada yang ingin ku bicarakan padamu," seru tuan Max menatap Daddy Steven.
Bersambung ...
Maaf ya akak2 reader cerita Alven dan Ara baru up, soalnya ini udh di kontrak dan di kunci bab sama pf kuning, jadi di yt juga berhenti up dulu🙏🏻