My Sister, I Love You

My Sister, I Love You
Pernikahan David dan Stela



Happy Reading 😊


Stevani menatap pria yang begitu sangat familiar dihadapan nya itu. Seorang Pria yang sudah cukup umur tapi masih terlihat tampan dan gagah.


"Aku sudah mengetahui masalah mu dengan putraku Alven, dan kamu telah mendapatkan ancaman dari Papamu selama ini" ucap Steven Austin.


Stevani tidak berani menatap tuan Steven, dia benar-benar takut melihat tatapan tajam dari orang yang sangat berpengaruh di kota nya itu.


"Aku akan menggubungi Max agar dia mau melepaskan mu, soal Papa mu aku akan menyelesaikan nya, jadi jangan meminta Alven untuk bertanggung jawab dengan menikahimu meskipun itu hanya sebagai perlindungan dari Papa mu" Lanjut tuan Steven.


"Terima kasih tuan, tolong bantu saya agar tidak jadi di nikahi oleh tuan Max" ucap Stevani memohon.


"Reno akan mengurusnya, kamu bisa bekerja padaku setelah sembuh, jadi tidak perlu lagi takut dengan ancaman dan siksaan yang selama ini kamu hadapi" ucap tuan Steven.


Kemudian dia pergi dari hadapan gadis itu. Saat Stevani akan kembali ke kamarnya tiba-tiba ada seseorang menahannya.


"Stevani, aku tahu semua masalahmu, aku berjanji akan membantu keluar dari masalah itu, tapi jangan sampai libatkan tuan muda Alven, kamu mengerti" ucap seorang pria yang tidak lain adalah Anton.


"Anton, aku takut" ucap Stevani menatap pria yang sudah lama dikenalnya itu.


"Tenang saja, aku akan menolongmu, tapi sekarang aku harus pergi mengantar tuan Steven ke kantor, kalau dia ingin kamu bekerja di mansion itu lebih baik karena kita bisa selalu bertemu"


"Iya Anton, terima kasih" Jawab Stevani tersenyum.


"Jujur selama ini aku sangat merindukan mu Stevani" ucap Anton memandang wajah cantik gadis itu.


Stevani hanya diam tidak menjawab, jujur sebenarnya dia juga sangat merindukan pemuda itu.


Tapi dia tahu bahwa dirinya saat ini sudah tidak pantas lagi dirindukan. Stevani sudah bukan gadis polos seperti dulu lagi, bahkan dirinya sudah di jual oleh papanya ke beberapa orang untuk melunasi hutang-hutang nya.


Anton terlihat sedih melihat Stevani yang diam saja tidak menanggapi nya.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu" ucap Anton kemudian berlalu dari hadapan Stevani.


"Anton, maafkan aku, sebenarnya aku juga sangat merindukan mu" gumam Stevani saat Anton sudah pergi.


Gadis itu menitikan air matanya melihat kesedihan pria yang dulu pernah bersamanya.


###


Malam ini adalah malam pernikahan David dan Stela, setelah pernikahan mereka dipercepat karena suatu alasan hingga akhirnya malam ini adalah malam yang di tunggu oleh saudari Alven dan Ara itu.


Ara menatap pengantin wanitanya dengan senyum yang lebar, Stela akhirnya bisa menikah dengan pria yang di cintainya selama ini.


"Selamat ya Lala, akhirnya semua keinginanmu terwujud?" ucap Ara.


"Iya Rara, terima kasih berkat kamu juga aku bisa memepertahankan cinta ini, meskipun dulu David tidak menyukaiku" jawab Stela.


"Siapa bilang David tidak mencintaimu? justru aku melihat cinta yang besar di matanya untukmu sedari dulu, tapi hanya saja dia gengsi mengakuinya" jawab Ara.


Memang perjalanan saudarinya itu sangatlah rumit, seperti dirinya.


Tapi akhirnya dia bisa mendapatkan cinta Alven dan akan segera menikah sebentar lagi.


Bahkan sudah ada benih cinta mereka di dalam perut Ara. Dulu tidak pernah dibayangkan kalau seandainya mereka adalah benar-benar saudara se-ayah.


Karena rasa cinta Ara sudah tumbuh semenjak mereka tumbuh bersama.


"Kamu juga akan menjadi pengantin wanita sebentar lagi, aku sangat senang kamu bisa menjadi saudariku yang sebenarnya, ya walaupun kita memang saudara" ucap Stelah terkekeh.


"Aku sangat bersyukur bisa di angkat anak oleh Daddy Steven dan Mommy Alea, bisa tumbuh bersama kalian membuatku kehidupan ku terasa lengkap, apalagi dengan hadirnya buah cintaku bersama Alven" ucap Ara.


"Jaga baik-baik calon keponakanku ini, aku juga ingin bisa segera menyusul kalian"


Ara memeluk Stela, mengelus pungguh saudarinya itu.


"Ku doakan mudah-mudahan segera menyusul" ucap Ara menyemangati Stela.


Sedangkan di sisi lain.


David dan Alven sedang duduk berdua di temani dua kaleng bir dingin.


"Itu hanya sebuah kecelakaan awalnya, Ara berusaha menolongku ketika aku hampir sekarat akibat obat perangsang yang yang diberikan seseorang" jawab Alven meneguk birnya.


"Wow, benarkah?" tanya David terkejut.


Alven mengangguk, lalu melerakan bir itu di atas meja.


"Ara memberikan tubuhnya padaku, aku juga tidak menyangka, karena saat itu akulah yang memohon, demi tuhan hanya sama Ara aku ingin melakukannya" jawab Alven.


"Bagus sekali Bro, kamu memang lelaki sejati" ucap David menepuk bahu Alven.


"Awalnya aku memberikan obat anti hamil padanya, tapi ternyata Ara tidak pernah meminumnya, awalnya aku takut kalau Daddy akan marah pada kami, tapi ternyata Dad sangat mendukungku" jawab Alven.


"Daddy Steve memang baik, aku sangat menghormatinya, bahkan Daddy terkenal sebagai pria setia terhadap istrinya" ucap David.


"Aku harap kamu juga setia pada Stela, aku tidak ingin kamu menyakiti atau menghianatinya"


"Tenang saja kakak ipar, aku tidak akan pernah menyakiti Stela, dia adalah belahan jiwaku, cinta sejatiku, kamu tenang saja" jawab David.


Alven tersenyum mendengar calon adik iparnya itu, berharap penuh pada David atas Stela adiknya.


"Aku pegang janjimu itu" jawab Alven meminum bir nya kembali.


Ke esokan harinya.


Acara pernikahan David dan Stela di gelar meriah, banyak tamu penting datang dan memberi ucapan selamat.


Ara dan Alven saling memandang ketika David mengucapkan janji suci nya terhadap Stela.


"Kita akan segera menikah sayang, dan aku ingin kita kembali ke London setelah menikah, membangun rumah tangga kita di sana" ucap Alven.


"Iya sayang, tentu saja. Terima kasih ya?" ucap Ara tersenyum.


"Terima kasih untuk apa?" tanya Alven.


"Terima kasih karena telah mencintaiku, terima kasih karena telah mengizinkan ku mengandung anakmu, terima kasih juga karena tidak pernah mengeluh saat kamu mengalami morning sickness" jawab Ara panjang lebar.


Alven menarik pinggang Ara untuk mendekat ke tubuh Alven, mengelus perut datarnya dengan lembut.


"Sebenarnya aku yang harus berterima kasih padamu sayang, terima kasih karena telah menerima cintaku ini, terima kasih karena mau mengandung anak ku" ucap Alven mencium pucuk kepala kekasihnya itu.


"Alven, ini ditempat umum!" seru Ara yang merasa malu dilihat oleh banyak orang.


"Tidak apa-apa sayang, aku tidak peduli" jawab Alven menarik bahu Ara dan memeluknya dari samping.


Pria itu begitu memuja sang calon istri, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari podium.


Stela yang saat itu bersiap-siap akan melempar kan bunga yang ada ditangan nya melihat ke arah Ara.


"Ayo kita mendekat" ucap Alven.


Ara dan Alven berjalan mendekati kerumuman yang sudah bersiap-siap menangkap bunga itu.


Stela sudah melemparkan bunga nya menghadap belakang, saat Ara akan mendapatkan bunga itu tiba-tiba ada seseorang yang lebih dulu menangkapnya.


"Stevani" gumam Ara.


Bersambung ...


Hai akak Reader 😍


meskipun beda judul tapi jalan cerita masih sama ya.


Tapi kalau di YouTube judul masih yang lama, jangan lupa subscribe channel othor


YouTube : Navizza Ais


Ig : Navizadewi