My Sister, I Love You

My Sister, I Love You
Hasilnya



Happy Reading 😊


Alven membawa Ara masuk kedalam mansion dan berlari menuju kamar nya yang lama. Terlihat jelas gurat kekhawatiran di wajah tampan nya itu.


Begitupun dengan keluarga yang lain, Alea tak kalah khawatir dari putranya itu.


"Cepat panggilkan Dokter pribadi kesini" seru Steven pada Reno sang asisten.


Alven membaringkan Ara dengan hati-hati di atas ranjang king size nya.


Sedangkan Alea, Stela, Carrol dan Steven ikut masuk kedalam kamar Alven.


"Mungkin Ara kelelahan karena perjalanan yang lama" ucap Alea.


"Iya Mom, dari tadi dipesawat dia juga sudah kelihatan pucat sekali, Alven sangat khawatir" ucap Alven.


Alea dan Steven saling memandang, mereka melihat Alven yang begitu berbeda saat ini.


Mata kedua orang tua itu saling mengedip ketika melihat Alven yang begitu perhatian dengan Ara.


Apalagi dengan tangan putra nya yang tak pernah lepas menggenggam tangan Ara dengan erat.


Stela juga sama, dia duduk disisi ranjang sambil memandang wajah saudarinya itu dengan cemas.


Tok,tok,tok ....


Seorang dokter pribadi datang mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar itu.


"Tolong periksa putri saya dok, dia tadi pingsan saat baru sajaΒ  melakukan perjalanan jauh." ucap Steven memohon.


"Baik tuan"


Dokter itu mengangguk dan berjalan menuju sisi ranjang untuk memeriksa Ara.


Setelah beberapa saat pemeriksaan itu berlangsung tiba-tiba Ara siuman.


Tentu saja membuat semua orang disitu sedikit lega.


"Alven, ada apa ini?" tanya Ara yang melihat Alven disamping nya.


"Kamu tadi pingsan, dokter sedang memeriksa keadaanmu" jawab pria itu.


"Ehm sebaiknya semua yang ada didalam kamar ini keluar dulu, saya akan memeriksa pasien dan akan mengajukan beberapa pertanyaan" ucap dokter paruh baya tersebut.


"Baiklah dokter, kami akan keluar, Ara Mom dan Dad keluar dulu ya" pamit Alea.


"Iya Mom" jawab Ara lirih.


Kemudian semua orang pergi keluar dari kamar itu kecuali Alven.


"Kenapa anda belum keluar tuan muda?" tanya dokter tersebut.


"Aku mau disini tidak apa-apa kan dok?" ucap Alven.


Dokter itu terdiam.


"Tidak apa-apa dok, biarkan Alven menemani saya" jawab Ara tersenyum.


Dokter itu mengela napas kasar.


"Baiklah kalau pasien sudah mengizinkannya, tuan muda disini saja" jawab dokter.


"Saya akan memberi pertanyan pada Nona" ucap doter tersebut.


"Iya dok" jawab Ara.


"Kapan terakhir kali Nona datang bulan?" tanya sang dokter.


Ara mengerutkan dahinya.


"Terakhir adalah pertengahan bulan lalu dok" jawab Ara.


Alven hanya diam menyimak. Sedangkan dokter itu segera memeriksa Ara lagi.


"Saya tidak tahu ini benar atau tidak, sepertinya Nona muda saat ini sedang hamil" ucap sang dokter.


Ara menutup mulutnya tidak percaya, dia ingat setelah berhubungan dengan Alven dia lupa untuk meminum pil anti hamil itu.


"Tapi lebih pastinya lagi silahkan periksa di dokter obgyn atau langsung USG untuk mengetahui hasilnya" ucap dokter.


Alven terlihat gelisah, dia tidak menyangka perbuatan nya dulu mengakibatkan Ara mengandung anaknya.


"Dokter, tolong rahasiakan ini dulu dari Mom dan Dad ya?" seru Ara tiba-tiba.


"Ah, baiklah Nona" jawab sang dokter.


"Sebenar nya kita harus memastikan dulu periksa ke dokter jadi jangan sampai semua orang mengetahui berita ini dulu" imbuh Alven.


"Tuan muda tenang saja, saya tidak akan memberitahu pada Tuan besar dan Nyonya."


Alven mendekati Ara dan menggenggam tangannya.


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter tersebut.


Setelah itu dia keluar dari kamar Alven dipenuhi rasa penasaran.


"Apa kamu tidak meminum pil anti hamil itu sayang?" tanya Alven.


Ara menggeleng pelan.


"Baiklah aku akan memberitahu Dad setelah kita periksa dulu apakah kamu benerah hamil atau tidak" ucap Alven.


"Tapi bagaimana kalau aku beneran hamil?" tanya Ara sendu.


Dia takut akan kemarahan Daddy-nya kalau sampai hal itu terjadi.


"Aku akan menikahimu sayang" jawab Alven.


"Tapi dad ... !"


"Ssttt percayalah padaku, kalau Dad marah kita menikah di London saja dan kita menetap disana untuk membesarkan anak-anak kita nanti" jawab Alven memegang bahu Ara.


Sedangkan diluar kamar.


"Apa yang terjadi dok?" tanya Steven pada dokter yang baru saja keluar memeriksa Ara.


"Ehhmm, begini tuan sebenarnya Nona Ara hanya terlalu capek, biarkan dia istirahat beberapa hari agar pulih" jawab dokter gugup.


"Jadi Ara tidak apa-apa dok?" tanya Alea sang Mommy.


Dokter itu bingung bagaimana menjawabnya, dia sudah terlanjur berjanji pada Alven agar tidak memberitahukan kabar itu.


"Nona Ara baik-baik saja Nyonya, hanya kelelahan saja"


"Padahal aku kira dia sedang hamil muda" ucap Alea tiba-tiba.


Deg, sang dokter terkejut mendengar ucapan Nyonya Steven tersebut.


"Sudahlah Mom, kenapa Mommy berpikir seperti itu, mereka memang tinggal bersama tapikan tidak mungkin Alven akan melakukan itu pada adiknya sendri" ucap Stela.


Carrol hanya mangut-mangut.


"Ehmn begini tuan besar, sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada kalian?"


"Apa lagi dok?" tanya Steven.


"Sebenarnya ..."


####


Keesokan harinya ...


Alea membawa segelas susu kekamar Alven untuk diminum Ara, ya Ara memang belum pindah dari kamar itu karena Alven yang mengalah untuk gantian istirahat dikamar Ara.


"Ini sayang diminum dulu susunya ya" ucap Alea.


"Kenapa Mommy tidak menyuruh Tina saja yang membawakan?" ucap Ara.


"Tidak apa-apa, Mommy kan kangen sama kamu" jawab Alea sambil menyerah segelas susu untuk putrinya tersebut.


Ara mengambil susu itu dan saat akan meminumnya tiba-tiba perutnya terasa mual.


Wooeekkkk ....!!


"Sayang kamu tidak apa-apa?" seru Alea.


Ara yang masih merasa mual langsung berlari ke kamar mandi, didalam sana dia muntah lagi bahkan sampai mengeluarkan semua makanan diperutnya.


Alea datang dan memijat tengkuk putrinya itu.


"Kita kerumah sakit ya sayang?" ucap Alea.


"Ara hanya masuk angin Mom, tidak perlu kerumah sakit" lirih gadis itu.


Carrol masuk bersama Rebeca dan Stela. Mereka mendengar suara orang muntah didalam kamar mandi.


Rebeca adalah oma dari Daddy Steven. Dia baru saja datang bersama opa Richard.


"Apakah Ara positif oma?" tanya Stela.


"Entahlah kita belum tahu" jawab Carrol.


"Untuk memastikan kita harus membawa Ara kerumah sakit" ucap Stela.


"Memastikan apa .... !" seru Ara yang sudah keluar dari kamar mandi bersama Alea.


Bersambung ...


Maaf baru bisa upπŸ™πŸ»πŸ™πŸ» othor ga enak badan, mungkin karena pergantian musim jadinya othor drop dari kemarin.


jangan lupa like, vote, dan komen ya akak2 reader😍😍😘😘