
Happy Reading.
Steven menatap pria di depannya ini dengan tatapan yang tajam.
"Maaf tuan Max, ada urusan apa anda ingin bertemu denganku?" Tanya Daddy Steven.
Tuan Max melihat sekeliling mansion dan matanya langsung menatap sosok gadis yang dia inginkan.
Ya Tuhan, kenapa tuan Max menatapku seperti itu? Batin Stevani ketika tuan Max menatapnya.
"Begini tuan Steven, saya mau menjemput seseorang yang berada di sini, Stevani ayo kita pulang, papamu sedang sakit dan dia ingin sekali bertemu denganmu," ucap tuan Max.
"Maaf tuan, tapi anda tidak bisa membawa Stevani begitu saja karena gadis itu sudah terikat kontrak denganku!" ucap Steven dengan mengeraskan rahangnya.
Reno yang mengerti keadaan bosnya itu langsung maju ke depan.
"Tuan Max, maaf tolong jangan membuat keributan di sini, saat ini tuan Steven sedang melangsungkan acara pesta pernikahan tuan Alven dan nona Ara, jadi sebaiknya tuan pergi dari sini sebelum para pengawal saya yang akan turun tangan," ucap Reno sang asisten pribadi Daddy Steven.
Tuan Max tampak tidak suka dirinya di usir seperti itu.
"Maaf asisten Reno, memang benar Stevani bekerja di sini tapi apakah anda tega kalau papanya sudah sakit parah dan ingin bertemu dengan putrinya? Ayo Stevani kita pulang," tuan Max berjalan ke arah Stevani dan akan menarik tangan gadis yang pernah mengandung anaknya itu.
Tapi tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang.
Anton terlihat mengeraskan rahangnya ketika melihat tuan Max akan memaksa Stevani untuk ikut bersamanya.
"Tuan, jangan paksa Stevani untuk ikut bersamamu,!" Ucap Anton.
Matanya menatap tajam Kepada pria tua di depannya itu.
"Siapa kamu? berani-beraninya pelayan sepertimu menghalangiku!" Seu tuan Max.
Steven dan Reno hanya diam menyaksikan pertunjukan ini, sedangkan tamu yang lain sudah di arahkan ke taman belakang Mansion untuk menikmati pestanya.
"Saya adalah kekasih Stevani jadi anda harus menjauhi wanitaku sekarang juga," ucap Anton membuat tuan Max meradang.
"Berani sekali kamu bicara seperti itu padaku,!" Seru tuan Max sambil melayangkan sebuah pukulan ke arah Anton.
Tapi ternyata pria itu bisa menepisnya. Stevani menjerit ketakutan melihat semua itu. "Tolong hentikan!!" Teriak Stevani.
Anton membalikkan keadaan dengan memberikan bogemannya ke arah wajah tuan Max, pria itu tersungkur di lantai dengan keadaan bibir yang sudah bedarah.
Para pengawal Daddy Steven langsung berhamburan dan mengamankan pria yang sudah tidak berdaya itu. Hanya sekali pukulan dari Anton membuat tuan Maz sudah kewalahan.
Stevani berlari dan memeluk Anton, gadis itu menangis tersedu dalam dekapan sang kekasih.
"Bawa pria ini keluar dan jangan biarkan dia menampakkan diri lagi di mansion," seru Steven kepada para pengawalnya.
Kemudian para pengawal itu membawa Max keluar dari masion.
"Sudahlah, jangan menangis lagi," ucap Anton membelai rambut panjang Stevani.
"Hiks, maafkan aku, karena diriku mengakibatkan pesta ini jadi berantakan," ucap Stevani yang masih menangis.
"Anton, sepertinya kamu mencintai gadis ini?" tanya Steven menatap dua mahluk yang sedang berpelukan itu.
Sontak saja Stevani langsung melepaskan pelukannya. Anton hanya menunduk tidak menjawab pertanyaan majikannya itu.
"Sepertinya kisah kalian sangat rumit, aku tahu kalau Max memang menginginkan Stevani, pria itu bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan mangsanya, jadi menurutku Stevani harus ada yang menjaga dari pria seperti Max ini, Anton siapkah kamu menjaga Stevani seumur hidup?" Tanya Steven.
Anton mendongak dan menatap sang majikan dengan tatapan yang sedikit takut.
"Tentu saja saya siap tuan, saya sangat mencintainya dan juga izinkan saya untuk menikahi Stevani?" ucap Anton yang membuat Stevani tentu saja terkejut.
"Hahahaha, Anton kamu memang pemberani ya, sepertinya memang sudah saatnya Stevani mendapatkan pria sepertimu," ucap Steven tergelak.
"Sebaiknya kalian mengikrarkan janji suci kalian hari ini juga, mumpung masih ada pendeta di sini," jawab Steven.
Daddy Steve menyuruh Reno untuk memanggil pendeta, sedangkan Anton dan Stevani masih tidak percaya dengan ucapan majikannya itu.
"Selamat ya Stevani, akhirnya kamu menikah dengan Anton," ucap Tina memberi selamat.
"Ah iya terima kasih, tapi aku masih bingung," jawab Stevani menatap sang kekasih.
"Sayang, sepertinya tuan Steven ingin menikahkan kita, Stevani sebelum terlambat aku ingin mengucapkan will you marry me?" Ucap Anton memegang tangan kekasihnya itu.
Stevani tersenyum dan mengangguk, dengan gugupnya diapun menjawab.
"Yes, i will."
Akhirnya pada hari itu di gelar acara dua pernikahan beda kasta dengan konsep sederhana dan dadakan.
Alven dan Ara memberi selamat untuk kedua pegawainya tersebut.
"Selamat ya Stevani, akhirnya kamu menemukan pria yang tepat untukmu," ucap Ara memeluk gadis itu.
"Terima kasih nona, berkat anda, tuan Alven dan juga yang paling berjasa tuan Steven, akhirnya aku bisa menemukan orang yang tulus mencintaiku," jawab Stevani sambil menatap ke arah sang suami yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan sesama pegawai di mansion.
Semua orang memberikan ucapan selamat untuk pernikahan mereka.
Malam harinya.
Anton yang sudah resmi menjadi suami Stevani memasuki kamar sang istri yang berada di dekat dapur.
Para pegawai perempuan memang sebagian besar menginap di mansion, Stevani biasanya menempati kamar itu sendiri.
Tapi malam ini dan seterusnya Stevani akan ada yang menemaninya tidur, siapa lagi kalau bukan sang suami tercinta.
"Malam ini aku akan tidur di sini," ucap Anton gugup.
Pria itu baru pertama kali tidur sekamar dengan seorang wanita, tapi bukankah sudah hal yang wajar seperti itu.
Stevani tahu kalau suaminya itu sesang gugup. Gadis itu kemudian mendekati Anton dan mencium bibirnya sekilas.
"Tentu saja kamu tidur di sini, berjanjilah padaku sayang untuk selalu melindungi dan menjagaku selamanya, kita jalani pernikahan ini dengan sepenuh hati, aku juga ingin kamu menerima semua kekuranganku," ucap Stevani menatap Anton dengan penuh cinta.
"Tentu saja sayang, aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu sampai akhir hayat, kita akan membesarkan anak-anak kita bersama sampai tua dan aku tidak pernah mempermasalahkan kekuranganmu itu, bagiku semua orang di dunia ini tidaklah sempurna, aku mencintaimu istriku," ucap Anton mencium bibir mungil Stevani.
Stevani membalas ciuman dari suaminya itu, mereka berdua saling memberikan cinta di dalamnya.
"Bolehkah aku melakukannya?" Tanya Anton.
"Tentu saja, seluruh tubuh ini milikmu sekarang," jawab gadis itu malu-malu.
Anton membawa Stevani ke atas ranjang, pria itu memberikan kecupan dan sentuhan untuk istrinya.
Perlahan pria itu membuka seluruh pakaian istrinya dan pakaiannya.
Dan akhirnya Anton berhasil memasuki istrinya dengan sekali hemtakan.
Memang Stevani sudah tidak perawan lagi, bahkan dia sudah pernah mengandung anak dari pria bernama Max itu.
Tapi sepertinya itu bukan masalah bagi Anton. Cintanya untuk sang istri lebih besar untuk menutupi segala kekurangan Stevani.
Akhirnya malam itu menjadi malam panjang untuk kedua sejoli tersebut.
Dengan bersatunya cinta dua pasangan, akhir dari sebuah kisah tentang Mencintai Saudaraku.
Tamat.