
"Dad kenapa mommy belum pulang juga" Tanya anak berusia 7 tahun itu untuk yang kesekian kalinya selama dua tahun ini.
Enzi meletakkan sendoknya dengan cukup keras diatas piringnya"Sudah Daddy bilang, jangan membahas Mommy mu lagi! kenapa kau tidak mengerti juga Denis! sekarang sarapan dengan tenang" Ucap Enzi dengan nada yang lumayan tinggi pada anaknya.
Enzi kemudian kembali memakan sarapannya.
Denis mengerucutkan bibirnya dengan raut wajahnya yang menahan untuk tidak menangis.
"Dad, aku hanya bertanya, aku hanya lelah menunggu, aku rindu pada mommy, aku hanya ingin mom-"
"Denis!" Bentak Enzi pada anaknya, karena selalu mengucapkan kata itu setiap hari, entah kenapa Enzi jika membahas soal mendiang istrinya selalu terbawa emosi termasuk anaknya sekalipun yang membahasnya.
"Wasis!"
Wasis sebagai baby sitter Denis yang dipanggil segera berlari menuju meja makan"I-iya tuan.."
"Kau urus Denis, aku akan pergi kekantor sekarang" Enzi segera berdiri dari duduknya, kemudian mengambil tas kerjanya.
Perlahan berjalan menjauh dari Denis, ia bahkan menghiraukan panggilan dari anaknya.
Denis yang melihat Daddy nya pergi pun berniat untuk mengejarnya, tapi ditahan oleh Wasis"Daddy! katakan padaku, kapan mommy pulang dad! hiks...hiks...daddy!" Teriak Denis dengan tangisannya.
...Enzi ivawan...
Seorang duda berusia 35 tahun yang sudah dua tahun ditinggal oleh mendiang istrinya Mawar Abbas.
Dengan ketampanannya dan kegagahan nya membuatnya disukai oleh banyak wanita bahkan anak remaja sekalipun, ditambah ia sering kerap disebut sebagai sugar Daddy.
Tapi ia menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk saat ini, dengan alasan karena ia masihlah sangat mencintai mendiang istrinya.
Memiliki perusahaan properti terbesar no 4 didunia dan beberapa hotel bintang 7, dan tentunya perusahaan itu tidak hanya memiliki satu cabang, tapi lebih dari satu, bahkan diseluruh negara perusahaannya sudah terkenal.
Memiliki sifat yang keras, dingin, dan pendendam. Percayalah jika dia benci atau dendam terhadap seseorang atau suatu hal, maka sampai matipun ia akan tetap ingat, dan pastinya tidak akan tinggal diam, bisa saja Enzi siksa bahkan bunuh sekalipun.
...Denis Ivawan...
Seorang anak laki-laki dari Enzi dan Mawar yang berusia 7 tahun, memiliki sifat dingin yang menurun dari Daddy nya.
Dengan wajahnya yang tampan dan berkulit putih itu membuatnya kerap dipanggil oleh karyawan kantor diperusaan Daddy nya dengan sebutan Bocah oppa-oppa korea.
Cita-cita: Bertemu mommy Mawar....
.
.
.
.
.
"Yo aku terserah sampean, giamana lagi Nay, kan kamu juga udah lulus sekolah, mbok mu juga pasti izinin" Ucap Nesa, sahabat Nayla.
"Tapi..."
Nesa menepuk pundak Nayla"kamu ni gimana toh, dulu maksa-maksa pengen kerja diluar kota, biar bisa bantu biayain Galih yang setiap bulannya harus cuci darah, Saiki malah enggak mau"
Nayla mengelus pundaknya yang lumayan sakit akibat pukulan sahabatnya itu"Bukan gitu nes, tapi kan aku bingung kerja apa, skil ku aja cuman se kuprit banget, aku bisa apa?"
"Yo gimana toh Nay, kan kamu bisa masak, mbok ya itu kan bakat terpendam mu yang harus dikeluarkan, masih nanya bakatmu apa" Nesa menggelengkan kepalanya.
"Iyo juga ya, tapi kerja dimana?"
Nesa kemudian menepuk jidatnya sendiri"Yo carananya ke agensi toh Nayla cantik, Nayla ayu"
"Kok ribet toh Nes" Ucap Nayla dengan kesal, pengen kerja jadi pembantu saja ribetnya polll.
"Gini aja, aku masih inget kalo bibi ku kan kerja dikota juga, nah dua hari lalu dia bilang katanya majikannya butuh Art baru bagian dapur kalo gak salah, masak juga itu, gajinya juga lumayan gede, gimana Nay?"
Nayla berfikir sejenak, apakah ia terima saja ya kerjaan ini, toh ia juga sudah lulus sekolah, sudah pasti ibu mengizinkannya, dan juga adiknya Galih yang setiap bulannya harus cuci darah, yang dimana membutuhkan biaya yang cukup banyak.
Kemarin juga Nayla baru saja menanyakan pada dokter yang biasanya bertugas untuk mencuci darah adiknya, bahwa adiknya bisa sembuh dari kanker jika operasi, semakin lama kanker akan menyebar, dan tidak memungkinkan sembuh hanya dengan mencuci darah.
Nayla segera mengangguk"Aku mau Nes, cepet kamu nanti bilang sama bibimu, aku mau jadi Art, demi Galih.."
Nesa menganguk"Oke, nanti aku bakal kasih tau bibiku, yowes kalo gitu, aku tak izin pulang ya, mau mandi dulu"
"Jadi dari tadi kamu belum mandi?" tanya Nayla sembari menutup hidungnya.
Nesa menggeleng sembari menyengir kuda"belum hehe.."
"Pantes kaya bau asem-asem kecut gitu, sana buruan mandi!"
...Nayla Antasari...
Seorang gadis cantik putih nan ayu yang berusia 19 tahun.
Berasal dari keturunan darah Jawa: Jawa, dengan hidup yang sederhana.
Memiliki sifat yang lemah lembut, periang dan penyayang kepada semua orang yang dicintainya.
Memiliki sifat yang supel membuatnya disukai oleh banyak orang termasuk para bujang dikampunya, ia bahkan dijuluki sebagai kembang desa dikampunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
My Love The Maid