
"setelah pulang dari pantai Nicki sangat cuek dan dingin terhadapku ( sedih ) padahal aku sudah menuruti semua perkataannya
mulai dari menyingkirkan boneka pemberian Reynggo boneka pemberian kak Nicko pun disingkirkan padahal aku sedih berpisah dengan boneka cantik dan imut itu
tapi apa hendak aku kata mungkin dengan aku menurut Nicki bisa berubah pikiran tapi nyatanya" ( sedih )
" hey..... cewek cantik apa yang kamu pikirkan ? kenapa pasang muka Betek gitu "
" ah.... kamu Karin di tungguin dari tadi enggak datang-datang" ( kesal )
" sorry sorry soalnya elo tahu sendiri kan gue sekarang kuliah dan kerja jadi gue harus bisa bagi waktu dong,
by the way elo kenapa muka dah masam gitu kayak habis di suntik tau "
( mengejek )
" is... apa sih enggak lucu tahu,
" iya...iya maaf deh jadi elo kenapa tumben banget ngajak ketemuan?
tapi tunggu dulu elo bukannya kemarin pakai cincin ya terus sekarang kemana ?"
" seketika itu Keysa langsung menangis
Karin yang melihat Keysa menangis langsung kelabakan dan dengan spontan memeluk Keysa
" kamu kenapa...., apa telah terjadi sesuatu ?
Keysa terus menangis ia tidak mengeluarkan suara sedikitpun
Karin tahu maksud dari tangisan Keysa itu tandanya temannya memiliki masalah yang berat karena waktu almarhum ibunya pergi Keysa juga menangis tapi tidak mengeluarkan bersuara
menangis lah..... aku disini.... ( sedih ) kamu tidak perlu menahannya... aku pasti akan mendengarkan semua cerita kamu dan aku pasti akan setuju apapun keputusan kamu" ( menenangkan )
Keysa terus menangis hingga dia merasa puas baru melepaskan pelukannya
Keysa kemudian menceritakan semua tentang permasalahan yang ia hadapi dengan Nicki
Karin yang mendengar cerita Keysa langsung tak terima bahkan langsung ingin melabrak dan menampar Nicki
" apa Nicki udah gila ...( kata Karin menanggapi ) bagaimana mungkin dia tega membiarkan istri dan anaknya diberikan pada orang lain ( marah) meskipun dia tidak menyukai dirimu tapi dia juga harus bertanggung jawab karena sudah merebut keperawanan mu...."
" Karin hush..... pelankan suaramu ( berbisik )
" buat apa dipelanin biar dia tahu bahwa aku akan menamparnya"
" baiklah-baiklah kamu akan menampar dia tidak disini...., ( kesal )
yang ada lihat sekeliling mu tidakkah kamu malu " ( menutup wajahnya dengan tangan )
Karin yang merasa bahwa dirinya tengah dilihatin pengunjung kafe kemudian hanya bisa menahan malu
" yah.... key gimana ini? mereka pasti berfikir bahwa aku aneh " ( berbisik)
" udahlah lebih baik kita keluar dan bayar minumannya"
" tapi key kita bahkan belum sempat minum"
" ya udah kalau kau masih ingin minum ya minum aja ..... aku mau keluar duluan "
( menahan malu)
" aku ikut kata Karin mengejar
semua pengunjung di kafe itu hanya bisa berbisik dan berasumsi buruk pada mereka berdua
" maaf ya key gara-gara gue kita jadi di pandang aneh sama orang ( kata Karin ketika sudah diluar ) habisnya gue kebawa emosi.... saya sih.....
lagian elo kenapa enggak tonjok aja tuh sih Nicki meskipun sekarang elo berhijab gue yakin elo masih punya tenaga kok "
( sambil jalan )
" ngapain juga aku tonjok dia... habisin tenaga aja, meskipun aku kesal benci dan juga marah terhadap Nicki aku tidak bisa melakukan itu karena aku menyukai dirinya
awalnya aku juga marah karena tiba-tiba aku langsung menikah tapi lama-lama entah kenapa rasa suka itu tiba-tiba datang dengan sendirinya, ya walaupun dia kasar, dingin , Atos seperti batu tapi terkadang dia juga perhatian kok ( tersenyum sendiri)
ya meskipun sampai sekarang aku belum bisa menempatkan diriku dihatinya tapi paling tidak aku pernah numpang lewat.... ( senyum miris )
udahlah kita tidak perlu pikirkan itu lagi, aku yakin jika berjodoh kami pasti bertemu kembali meskipun kami sudah berpisah tapi jika tidak jodoh
dipaksakan bagaimanapun ya pasti pisah "
( tersenyum getir)
Karin langsung memeluk Keysa karena Karin tahu senyuman itu bukan bahagia tapi kesedihan yang sangat mendalam
" Keysa apapun pilihan kamu aku pasti akan mendukung ( mengelus punggung Keysa) sekalipun itu salah Dimata orang lain "
" terimakasih Karin...(melepas pelukannya) kamu teman baikku aku senang bisa bertemu kamu di kehidupan ini "
" benarkah ( tersenyum ) aku juga senang bisa bertemu teman baik seperti kamu "
( berpelukan )
" ya udah biar menghilangkan kesedihan kamu gimana kalau kita karaoke "
" ish kamu gila ya...., masak karoke "
" kenapa emangnya? kan enggak papa sih"
" males ah.... kalau tahu Nicki aku pergi ketempat kayak gitu, bisa-bisa sampai melahirkan aku enggak diomongin"
" ya udah kalau enggak mau ketempat karoke, ke tempat gue aja gue banyak koleksi kaset Korea terbaru loh " ( senang)
eits.... tunggu gue angkat telpon dulu, elo jangan kemana-mana, gue sebentar kok "
" iya-iya udah gih... sana angkat telponnya mana tahu penting kata Keysa "
Karin berjalan ketempat yang agak jauh untuk mengangkat telponnya
" duh berdiri aja capek lebih baik aku duduk di kursi itu " ( sambil jalan )
ketika Keysa duduk tiba-tiba dia melihat Nicki dengan seorang wanita sedang berpegangan tangan masuk kedalam kafe seberang
" itu bukannya mas Nicki ya? ngapain dia ke kafe? Sama perempuan lagi ( penasaran ) tapi apa aku salah lihat ya...? mana mungkin mas Nicki jalan sama wanita dia kan masih menyukai pria ? ( bingung ) apa lebih baik aku lihat dulu kali yah, lagian Keysa juga masih nelpon.... iyalah lihat dulu aja lah "
Keysa menyebrangi jalan raya itu dengan
hati-hati karena perutnya sudah mulai membesar meskipun usia kandungan nya baru 3 bulan 20 hari
sesampainya di kafe Keysa mencari sosok suaminya
sebenarnya ia tidak tahu apakah salah melihat orang atau tidak tapi ia juga penasaran tentang apa yang ia lihat
" sekretaris Ning .... tujuan saya bawa kamu kesini saya butuh bantuan kamu...."
" bantuan apa pak tanya Ningsih ( bingung )
" begini kamu sudah tahu kalau saya sudah menikah tapi saya tidak pernah menyukai dia, jadi kamu mau tidak jadi pacar pura-pura saya agar dia mau pisah?
saya janji akan bayar kamu dengan bayaran yang cukup besar, pacaran nya hanya sampai dia mau pisah saja tidak lama kok setelah itu kita kembali normal seperti sekarang"
" mau..... kata Ningsih dan langsung memeluk Nicki
" bagus dengan menjadi pacar pura-pura Nicki aku bisa menjebak dia dan mengakui bahwa anak dikandungan ku adalah anak dia, bukan anak pria di kafe itu "
aku mau ( kata Ningsih ) meskipun cuma pura-pura Ningsih siap membantu bapak
" bagus-bagus tapi tidak bisakah kamu melepaskan pelukan ini, saya risih "
baik kata Ningsih tersenyum
" Nicki..... kata Keysa yang sedari tadi melihat pelukan mereka tapi tidak tahu apa yang merak bicarakan
" Keysa..... ( terkejut )
tega kamu ya.... kamu jahat.... ( menahan air mata ) aku benci kamu...... aku benci.... ( menjerit ) aku benci kalian berdua .... aku benci..... ( menangis ).... kali ini aku putuskan kita cerai..... kata Keysa dan berlari meninggalkan mereka berdua
Nicki bingung harus ngapain dia ingin mengejar tapi apa yang harus ia jelaskan
semua pengunjung di cafe romantis itu hanya mencibir dan menatap mereka dengan tatapan benci
Nicki kemudian mengejar Keysa karena menyesal tapi Ningsih melarang
" bukannya bapak bilang bapak ingin berpisah dengan dia "?
" masalah ini nanti kita bahas lagi, saya pergi dulu"
" Nicki ... kata Ningsih menjerit sial.....( marah ) kenapa sih wanita sialan ini tiba-tiba datang ganggu orang aja.... apa lihat - lihat "
( membentak )
Keysa terus berlari tak perduli meskipun dia jatuh, dia dapat merasakan perutnya yang sakit tapi ia tidak perduli ia terus berlari dan jatuh lagi
" Keysa tunggu kata Nicki yang berusaha mengejar,
Keysa kembali bangkit dan terus berlari tapi sayang
naas menimpa dirinya mobil dengan kecepatan tinggi melintas di jalan hingga menabrak Keysa yang ingin seberang
bukan lagi terpental, bahkan wajah Keysa tidak lagi dapat ditandai karena wajahnya berlumuran dengan darah segar
Keysa...... awas ..... kata Nicki yang menjerit dari seberang jalan
Karin yang sedari tadi mencari Keysa langsung membalikkan badannya
ya ampun Keysa.... awas..... kata Karin yang ikut menjerit juga
Nicki kemudian berlari menghampiri Keysa yang tengah berbaring di tengah jalan
" ya ampun Keysa bangun .... ( memangku )
" Nicki .... terimakasih karena aku sudah di berikan kesempatan untuk menjadi istri kamu ( terputus-putus) tapi maaf karena aku tidak bisa sama seperti wanita yang kamu cintai h..u..Heng..... ( menarik nafas) maaf aku tidak bisa melahirkan anak ini untuk kamu.... maaf.... kata Keysa
Keysa....Keysa....( menepuk-nepuk pipi Keysa dengan pelan ) Keysa....Keysa bangun .....Keysa ..... ( menjerit )
" mampus biar sekalian dia mati, dengan begitu tidak akan ada penghalang lagi " kata Ningsih tersenyum puas
cepat bawa kerumah sakit kata Karin memerintah
Nicki hanya mengangguk saja tanpa membantah sedikitpun
sesampainya di rumah sakit Nicki seperti seorang kesetanan
" suster...... suster ..... ( menjerit ) tolong istri saya suster.... ( sambil berjalan dan menggendong ).....
tak lama kemudian perawatan pun datang membawa tempat tidur dorong
" suster.. suster.......tolong istri saya suster .... selamatkan istri saya..... ( kalang kabut )
" iya-iya pak sabar pasien akan segera ditangani ...
" cepat saya mohon cepat... ( kata Nicki memohon sambil menangis )
iya-iya pak kami akan segera menanganinya tapi sekarang kami juga memiliki banyak pasien ....
" apa kalian pikir nyawa istri saya tidak penting ... ( membentak dan marah ) cepat dimana dokternya saya ingin bertemu... ( memerintah )
" tapi pak pak dokter juga memiliki banyak pasien
" saya tidak perduli kata Nicki ..... ( menangis ) cepat selamat kan istri saya ( menjerit) saya akan membeli rumah sakit ini bila perlu ...
" ada apa ini kenapa ribut-ribut
" apa kamu dokternya ? cepat bawa istri saya selamatkan istri saya ( menangis)
" baik-baik bapak tenang dulu saya akan selamatkan istri bapak
" suster bawa segera keruang operasi, dan persiapkan perlengkapan nya"
" Keysa maafin aku, ini semua salahku
Karin yang sedari tadi ikut mendampingi tidak tahu harus ngapain, dia takut jika salah bicara maka Nicki akan marah
"Nicki tenanglah Keysa pasti akan selamat" ( menenangkan )
" apa kamu yakin dia selamat ? ini semua salahku aku memang bodoh seandainya aku mencegah dia ini pasti tidak terjadi "
( menahan air mata )
" kamu tidak boleh menyalahkan diri sendiri mungkin ini sudah takdirnya walaupun aku tidak suka dengan takdir tuhan ( menahan air mata) duduklah disini kita tunggu Keysa disini kita berdoa saja semoga Keysa
baik-baik saja" ( menenangkan)
" Keysa kamu harus selamat Keysa aku mohon ( batin Karin sambil menangis ) coba aja aku tidak menelpon terlalu lama pasti tidak akan jadi seperti ini....
" Keysa aku mohon maafin aku batin Nicki aku benar-benar minta maaf ( menahan air mata ) aku mohon bangunlah ......
Karin dan Nicki tidak berbicara sepatah katapun mereka berdua hanya duduk dan tidak berhenti berdoa agar Keysa dan bayinya selamat
tiba-tiba sang dokter keluar dengan wajah lemas karena kelelahan
" bagaimana dok..... kata Nicki dan Karin ( cemas )
" pasien terlalu banyak mengeluarkan darah dia butuh transfusi darah secepatnya, stok golongan darah ab+ sangat jarang tersedia di rumah sakit, siapa diantara kalian yang memiliki golongan darah yang sama dengan pasien "
" saya dok..... saya memiliki golongan darah ab + ambil darah saya saja " ( terbata-bata)
" baik mari ikut saya....
" baik..... , sebelum pergi Nicki berkata Karin kamu hubungi kak Nicko karena kak Nicko memiliki golongan darah yang sama "
" baik ( menurut ) Karin bahkan sampai gemetaran mencari nama Nicko karena saking khawatir nya "
" oh ayolah kak Nicko diangkat kenapa saat-saat penting nomor nya bahkan sangat sulit dihubungi"
.................
Di tempat lain
Nicko masih berenang di kolam renang rumah mereka karena dia sudah lama tidak berenang
teleponnya terus berbunyi tapi dia tidak tahu sebenarnya dia mendengar sedikit
samar-samar suara nada dering handphone tapi dia malas untuk memastikan bahwa handphone nya benar-benar berbunyi
" tuan.... ini jus anda tuan......
" iya bik letak aja disitu.... ( muncul kepermukaan), bik coba kamu lihatkan apakah handphone saya ada yang menelpon "
(penasaran )
" iya tuan ada....., namanya kecoak.... kata pembantu itu menahan tawa
" kecoak batin Nicko ( mengingat) coba bawa kemari sekalian jus nya "
pembantu itu kemudian membawa apa yang diperintahkan oleh Nicko dan permisi pergi
" eh..... halo ada apa kamu nelpon ?
" kak Nicko gawat ( menangis ).
" ada apa ( kelabakan )
" kak Pokoknya kakak segera datang kesini,
" iya ada apa ( sambil minum jus )
" kak Keysa kecelakaan
" apa ........ ( terkejut sampai tersedak dan terbatuk-batuk) tapi Nicko tidak perduli dengan rasa sakit di tenggorokan nya dia terus terbatuk-batuk
dimana beri aku alamatnya (terputus-putus)
baik aku akan segera kirim alamatnya, cepat ya kak....."
panggilan pun tertutup "
...............
" bagaimana Nick apa kamu baik-baik saja ? ( khawatir ) apa darahnya cukup ?"
" aku baik-baik saja darahnya juga cukup sekarang masih di uji apakah bisa dimasukkan di tubuh Keysa atau tidak
( suara yang kecil karena lemah)
"bagaimana dengan kak Nicko apa dia akan datang ? "
" iya aku sudah menghubungi kak Nicko katanya dia sebentar lagi Sampai"
( menenangkan )
tiba-tiba seorang suster datang menghampiri mereka berdua
" bagaimana sus apa darahnya bisa dipakai" ( berdiri )
" maaf tuan darah yang anda transfusi kan kepada pasien tidak bisa digunakan karena ada tertular HIV
" apa..... kata Nicki dan Keysa terkejut
Nicki merasa seperti ada serangga yang sedang menggerogoti tubuhnya, Nicki sangat lemah untuk mendengar semua kenyataan itu dia bahkan sampai terduduk kembali untung Karin dengn cepat membantunya duduk "
" tuan kami sarankan anda harus segera melakukan perawatan lebih lanjut karena melihat dari virusnya itu masih awal akan lebih baik jika anda cepat menanganinya saya permisi "
" tunggu ....... ( dengan suara yang lemah dan gemetar) lalu bagaimana dengan istri saya? ( terbata-bata) bukankah kalian bilang dia butuh darah ? apa darahnya sudah ketemu ?"
" maaf pak Sampai sekarang kami belum menemukan nya,
" bagaimana kalian ini.... ( berdiri ) mencari dua kantung darah saja tidak bisa "( marah )
" Nicki udahlah kita tunggu kak Nicko aja kamu masih lemah" ( menenangkan )
" pak maaf sekali lagi saya sarankan anda harus segera menangani kasus anda dulu, kalau gitu saya permisi "
" diam kau ..... emangnya siapa kau bisa mengatur diriku " ( kata Nicki menjerit dan marah kepada suster yang sudah pergi )
" Nicki sabar... tenanglah kata Karin yang juga tidak mengerti bagaimana cara menenangkan
" kamu bilang sabar ( marah ) aku mungkin bisa sabar dengan penyakit yang aku derita ( membentak )
tapi aku tidak bisa sabar jika melihat Keysa diambang Kematian ( menangis )
apa yang harus aku lakukan Karin apa..... ( menangis )
bagaiman jika sampai kak Nicko terlambat ( menangis ) bagiamana jika sampai Keysa dan bayinya tidak tertolong bagiamana "
( menjerit dan menangis histeris )
Karin kemudian memeluk Nicki dengan spontan dia juga ikut menangis dipelukan Nicki
" aku juga tidak tahu harus bagaimana Nick ( menangis ) kita hanya berharap Keysa dan bayinya baik-baik saja sampai kak Nicko datang "
( mengusap punggung Nicki )
tak lama kemudian Nicko pun datang menghampiri Karin dan juga Nicki
melihat mereka berdua berpelukan sambil menangis hati Nicko jadi tidak tenang perasaan dia berkata bahwa telah terjadi hal buruk
" Karin.... Nicki ... bagaimana keadaan Keysa ( tetap mencoba tenang )
" kak Nicko.... ( berdiri ) kak cepat temui suster dan katakan bahwa kakak yang akan mentransfusi kan darah buat pasien yang bernama keysa.... cepat kak ....." ( menghapus air mata)
" ada apa sebenarnya kenapa kalian pada menangis..... kata Nicko malah bertanya
" kak sekarang bukan waktunya untuk menjelaskan
" Karin ...... ( suara serak ) cepat antar kak Nicko
" baik kamu tunggu disini.... aku akan kembali dengan cepat "
Karin dan Nicko akhirnya pergi menemui suster yang ingin mengambil darah
" Keysa aku mohon kamu tetaplah bertahan ( air mata berlinang) aku.... ( terbata-bata) aku minta maaf ( sedih ) jangankan menjaga kamu membantu dirimu pun aku tidak bisa ( menangis )
apa yang harus aku lakukan untuk menembus kesalahan ini ( menangis ) aku..... aku... Sekarang tidak tahu harus berbuat apa aku hanya berharap kamu dan bayi itu selamat "
( batin Nicki menyesal sambil berdoa dalam hati )
Nicko sudah mentransfusi kan darahnya dan sudah di bawa keruang operasi untuk diberikan pada Keysa
dia dan Karin kemudian menghampiri Nicki yang tengah duduk sambil menangis
" Nicki kamu jangan khawatir Keysa pasti baik-baik saja bukankah sebelumnya dia juga selamat " ( menenangkan)
" sebelumnya dia selamat karena tuhan memberikan kesempatan kepadaku untuk menjaganya,
tapi, sekarang berbeda ( menahan air mata ) mungkin sekarang tuhan telah marah padaku karena aku telah melukai hatinya,
ini semua salahku akulah yang menyebabkan kecelakaan bagi Keysa akulah orangnya ( menangis ) aku harus dihukum dengan mengidam penyakit memalukan seharusnya aku langsung mati saja...." ( menangis )
" tidak..... ( tegas ) aku tidak mengijinkan kamu berkata seperti itu ( memeluk ) Nicki aku sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan kamu dan mami
aku sangat senang bisa hidup bersama dengan kalian seperti dulu lagi ( menahan air mata ) meskipun kamu memiliki penyakit yang memalukan aku tidak perduli karena kau adalah adikku... aku sangat menyayangimu
aku tidak akan menyalahkan dirimu meskipun kamu memiliki penyakit itu, karena aku sudah memakluminya semua itu karena papi kita....
" tidak itu bukan salah papi ( membela )
" baiklah anggap itu bukan salah papi.... ( tidak senang ) tapi kamu harus berhenti menyalahkan diri sendiri dan kita pasti bisa menghilangkan penyakit yang kamu miliki "
" terimakasih kak kata Nicki .... " (merasa sedikit lega )
" Nicki meskipun kamu memiliki penyakit itu, meskipun semua orang menjauhi dirimu tapi aku tidak aku akan selalu menemani kamu dan akan mendukung hal yang membuatmu senang karena kamu adalah adik kesayangan ku batin Nicko " ( meneteskan air mata )
Karin yang melihat kasih sayang adik dan kakak itu sangat membuat dia terharu
Karin tidak menyangka jika mereka berdua memiliki masa lalu yang sangat menyakitkan
selama ini Karin hanya berpikir bahwa mereka tidak akur karena kasih sayang ibunya yang tidak adil mungkin
tapi ternyata tebakan Karin salah semua,
itu artinya kita tidak boleh menyimpulkan apa yang kita lihat dengan hanya menggunakan mata, karena semua itu belum tentu benar adanya.......
...................
" assalamualaikum para reader semuanya
salam sehat.......
terimakasih atas dukungan kalian selama di episode ini
author berharap kalian mengerti maksud dan jalan ceritanya
kita tidak boleh menyalahkan orang yang menyukai sesama jenis, kita juga tidak boleh membenci mereka, lebih baik kita berteman dan bertanya.... kenapa dan apa yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu
karena rasa trauma takut serta kecintaan pada sesuatu sangat sulit untuk kita hilangkan
sekian dulu kata penutup dari author
jangan lupa ya ....
*tinggalkan pesan kalian dengan cara like, tab 👉 tombol favorit 💖, vote dan juga komen di handphone anda biar author makin semangat
salam sehat semuanya
**wassalamu'alaikum***...."