
eps 1
aku hidup bersama ayah dan ibu kami hidup serba kekurangan, meskipun seperti itu kami sangat bahagia karena kami selalu tertawa. tapi sayangnya semua itu tidak dapat bertahan lama saat aku masuk SMA ayah meninggal dunia ibu juga sakit-sakitan aku terpaksa mencari kerja serabutan.
berdandan layaknya preman, jadwal kerja part time penuh demi menghidupi kami berdua. bisa di bilang aku seperti perempuan yang tidak baik di mata orang karena tiap hari pulang malam demi mencari uang pagi hari sekolah demi mendapatkan ijazah padahal aku tahu pada akhirnya aku juga tidak akan bisa kuliah.
semua aku lewati dengan penuh kesedihan dan tangisan. saat usiaku memasuki 18 tahun, Alhamdulillah ibu sembuh dari penyakitnya. aku sangat bersyukur sekali tuhan masih menitipkan ibu padaku. tapi meskipun seperti itu aku tetap bekerja, tidak perduli itu bar, cafe, atau tempat cibiran orang sekalipun yang aku tahu adalah bagaimana cara mendapatkan uang yang banyak.
ibuku sangat marah saat mengetahui aku bekerja di tempat yang tidak pantas tapi aku tidak mendengarkan perkataannya sedikitpun. saat usiaku menginjak 23 tahun aku bahkan sampai merubah penampilanku menjadi lebih buruk lagi.
dunia yang kejam yang ku lalui seakan sudah biasa bagiku aku memotong rambutku menjadi lebih pendek alasannya karena aku putus dengan pacarku aku juga tidak tahu apa penyebabnya. yang jelas kami kehilangan kontak dia pergi ke luar negeri dan tidak pernah kembali, yang aku tahu dia pasti tidak mau berpacaran dengan ku setelah mengetahui identitas diriku yang sebenarnya.
ibuku sangat marah saat mengetahui diriku potong rambut menjadi lebih pendek layaknya anak laki-laki, ia menyuruh diriku mengenakan kerudung tapi aku tetap tidak mau. ibuku putus asa menasehati ku hingga membuat dirinya jatuh sakit, aku hanya bisa pasrah dan mengikut keinginan nya saja . aku akhirnya mengenakan kerudung dan bertobat setelah melewati kehidupan yang fana ini.
aku pikir dengan aku bertobat dan memohon ampun ibu akan segera sehat kembali tapi nihil....,
aku membawanya ke rumah sakit tapi sayangnya dia harus pergi menuju ayah di sana. meskipun aku sudah shalat dan mengaji tapi sepertinya tuhan lebih tahu mana yang terbaik untukku.
sebelum ibu pergi kami sempat bertemu dengan teman ibu di rumah sakit bisa di bilang teman sejatinya yang telah lama berpisah kami berbincang panjang dan lebar setelah perbincangan itu selesai mereka akhirnya memutuskan untuk menikahkan diriku yang sudah berhijab dan taubat ini dengan putera nya. aku awalnya sangat menolak tapi ibu memaksa diriku karena ia mengatakan tidak akan bisa lagi menemani diriku.
aku tetap menolaknya tapi wanita paruh baya itu memperlihatkan foto anak laki-laki nya yang sangat tampan dan karisma aku bahkan sampai tergoda. aku berpikir sejenak rasanya sangat rugi jika menolak pria mapan tampan dan elegan ini batinku. aku akhirnya menerima tawaran itu, setelah keputusan yang di buat mama mertuaku kami akhirnya menikah esoknya.
yang membuatku diriku heran dan jadi pertanyaan adalah kenapa pria ini tidak menolak ataupun menerima diriku?? dia hanya diam saja seolah tak ingin menanggapi. aku awalnya berpikir bahwa dia adalah orang yang bisu ataupun orang gila tapi semua pemikiran bodoh dan tolol itu aku hilangkan.
pernikahan itu berlangsung dengan lancar ya meskipun tanpa ada pesta sedikitpun, melainkan hanya acara kecil artinya hanya keluarga pria itu saja.
aku sangat bahagia bisa menikahi pria tampan dan kaya itu aku tidak pernah menyangka suatu saat bisa memiliki suami idaman ini bahkan melebihi mantan pacarku. aku juga sangat bersyukur kepada Allah ternyata setelah aku bertaubat ada hikmah yang Allah berikan padaku.
awalnya aku ingin melepaskan hijab ku tapi makin lama aku makin suka dan bahkan tidak ingin melepasnya lagi. seolah aku telah menemukan agama yang membuatkan tenang, damai, dan sejuk.
awalnya aku juga tidak percaya dengan filing ku, tapi ternyata filing istri tak pernah salah aku bahkan sempat melihat dia berciuman dengan sesama pria. bahkan suamiku sampai marah saat mengetahui pujaan hatinya menyukai diriku karena aku mantan pacarnya.
aku ingin mengungkapkan identitas suamiku pada mantan pacarku, tapi aku juga masih belum yakin dan percaya kalau suamiku beneran guy, atau mantan pacarku juga tahu kalau dia adalah seorang guy.
ibu mertuaku mengetahui pertengkaran kami tapi dia tidak tahu apa penyebabnya. yang dia tahu putera nya agak dingin padaku. akhirnya dengan tegas dia memutuskan untuk membuat kami segera mempunyai anak alasannya agar kami tidak bisa berpisah.
yang jadi pertanyaan: .........
bisakah kami memiliki anak jika kami tidak saling mencintai?? dan apakah aku bisa mempertahankan pernikahan ini?? atau malah sebaliknya aku malah kembali dengan mantan pacarku??
nantikan chapter selanjutnya ya reader๐ค๐ค
....................
halo assalamualaikum all,
terimakasih sudah mau mampir ke novel
saya.
mohon dukungannya ya teman-teman
dengan cara like ๐, and komen๐ bila perlu tab tombol ๐โฃ๏ธ agar kalian tahu kapan update terbaru nya. terimakasih ๐๐โ๏ธ
wassalamu'alaikum.........