my husband is a gay

my husband is a gay
eps 20 marah



"bagaimana dok keadaannya apa menantu saya baik-baik saja, bagaimana dengan bayinya" ( khawatir)


" ibu tenang saja pasien baik-baik saja begitu juga dengan kandungan nya, pasien hanya mengalami sedikit rasa cemas sehingga membuat dirinya terkejut ketika mengalami hal yang tidak diinginkan


penyebabnya karena bawaan dari si bayi jadi kalian tidak perlu khawatir ibu hamil memiliki cara ngidam yang berbeda jadi seandainya sewaktu-waktu dia mengalami dan menginginkan sesuatu yang mungkin agak lain penuhi saja agar si janin dan ibunya


baik-baik saja" ( menjelaskan)


" syukurlah kalau kamu tidak apa-apa sayang, ( mencium kening Keysa ) mami khawatir sekali"


" baiklah kalau begitu saya permisi dulu"


kurang lebih 20 menit telah berlalu Keysa akhirnya siuman


" sayang kamu sudah sadar ( tersenyum) apa kamu baik-baik saja apa ada yang sakit atau ada yang kamu inginkan"


" Keysa baik-baik saja mi, tapi ini dimana kok seperti rumah sakit? bukankah Keysa tadi masih dibandara? dan kenapa mami bisa ada disini"


" kamu tadi pingsan jadi Nicko dan suami kamu yang membawa ke rumah sakit, mereka ada pekerjaan yang harus dikerjakan jadi mereka harus kembali ke kantor dulu( senyum )sudah jangan terlalu kamu pikirkan mami bisa kesini karena mereka langsung menelpon mami"


" maaf ya mi membuat mami repot, harusnya mami hari ini kan ada acara tapi gara-gara Keysa mami jadi batalin acaranya"( menahan air mata)


" ya ampun sayang kenapa nangis( panik) dengarkan mami meskipun ada acara yang paling penting mami tetap akan prioritaskan kamu menantu mami ( tersenyum) jadi jangan sedih lagi karena mami enggak suka lihat kamu nangis"


" jadi mami enggak marah kan"


" tentu saja mami enggak marah, ya udah kalau kamu merasa sudah baikan ayok kita pulang"


" baik mi.....


...................


Satu Minggu Telah Berlalu.....


Nicki sudah selesai mengadakan rapat, dia juga sudah menyelesaikan pertemuan yang di tunda kemarin karena ulah Keysa yang tidak mengijinkan dirinya untuk bekerja


" huh....( menghela nafas) rasanya baru kemarin kami bersenda gurau tapi sekarang dia sudah pergi, apakah Reynggo memang tidak memiliki rasa padaku batin Nicki berkhayal"


"tok....tok...tok.... masuk ( memerintah)


maaf pak jika saya mengganggu waktunya"


" katakan ada apa?( datar)


" begini pak saya hanya mau mengatakan bahwa banyak sekali dokumen yang belum bapak periksa dari kemarin bapak juga belum menandatangani sebagian dari dokumen yang lulus dan sekarang saya juga akan membawakan beberapa dokumen baru untuk bapak periksa " ( meletakkan)


" apakah sebanyak ini ( menatap semua dokumen diatasi meja)


" iya pak tapi jika bapak memerlukan bantuan saya bisa bantu bapak membereskannya"( tersenyum)


" baiklah saya tidak akan segan lagi silahkan ambil kursi kamu, oh iya sebelum itu buatkan saya kopi dulu" ( datar )


" baik pak


yes akhirnya aku bisa duduk bareng sama pak Nicki ( senyum bahagia) aku enggak sabar bisa pacaran apalagi jadi istrinya ( berseri-seri)


" pak ini kopinya ( meletakkan)


" ya terimakasih ( masih tetap datar)


" pak kalau gitu saya mulai darimana?"


( pura-pura lugu)


" apakah kamu tidak tahu mulai darimana? bukankah sebelum kamu melamar disini sudah pernah bekerja di perusahaan lain? jadi mana mungkin kamu tidak tahu mulai darimana" ( tangan dan mata tetap lurus ke dokumen yang ia pegang)


" saya memang sebelumnya bekerja sebagai sekretaris tapi saya tidak pernah melakukan pekerjaan seperti ini " ( gugup )


sebenarnya aku tidak pernah kerja jadi sekretaris sebelumnya batin Ningsih


"baiklah saya hari ini tidak ingin marah saya akan mengajari kamu' tapi hanya satu kali dan dengarkan"


Nicki lalu mengajari Ningsih bagaimana cara mengerjakannya tapi yang diajari hanya fokus menatap wajah malaikat tampan di depannya


tiba-tiba telepon Nicki berbunyi hingga membuat lamunan gadis itu buyar tak menentu


Nicki melirik handphone itu sejenak ia membaca tulisan yang memanggil di handphone miliknya yang tertulis


"wanita iblis"


berulang kali wanita itu menelpon tapi Nicki tetap membiarkan nya karena dia sedang tidak ingin mendengar perintah atau permintaan yang tidak masuk akal


" loh pak kenapa tidak diangkat? mungkin saja itu penting "( sok pahlawan)


" itu bukan telepon penting ( datar ) kamu lanjutkan saja biarkan dia menelpon Beratus kali saya tidak akan mengangkat nya" ( masih tetap fokus)


suasana hening sejenak kemudian Ningsih membuka percakapan


" maaf pak jika saya lancang apakah saya boleh bertanya?"


"apa yang ingin kamu tanyakan"?( tetap fokus)


" begini pak beberapa Minggu yang lalu bahkan sampai sekarang saya ada mendengar rumor bahwa bapak sudah menikah, apakah rumor itu benar? atau salah"?


Nicki menghentikan tangannya yang sedari tadi sibuk tanda tangan


" darimana kamu dengar gosip itu? ( tajam ) apakah saya menyuruh kamu bekerja disini untuk mendengarkan mereka yang bergosip ( kesal) oh saya ingat apa dari dua pekerja resepsionis kemarin, jawab saya"? ( marah)


" maaf pak saya bukan bermaksud seperti itu" ( gugup)


" kan saya sudah bilang kemarin ingin memecat kedua orang itu tapi kamu menghalanginya dengan cara merengek dan Sekarang mereka menyebarkan gosip seperti itu mereka berdua harus di pecat"


" pak maafkan saya ( takut ) saya janji tidak akan menyebarkan rumor bodoh ini saya juga yang menjamin kedua wanita itu jika mereka melakukan kesalahan seperti kata bapak saya sendiri yang akan mengusirnya" ( menenangkan)


" baiklah saya mengerti kamu sekretaris saya yang sudah lama bertahan di perusahaan ini jadi saya akan memakluminya tapi tidak ada lain kali "


" siap pak ( tersenyum) dari reaksi pak Nicki sepertinya dia belum menikah, baguslah dengan begitu peluangku semakin banyak tapi kenapa teleponnya terus berbunyi" batin Ningsih( bingung)


..................


Keysa sudah berulang kali menelpon Nicki tapi tetap tidak diangkat bahkan sampai di matikan


Nicki kau benar-benar buat aku emosi kita lihat saja karena kamu tidak mau mengangkat jangan salahkan aku apabila langsung ke kantor batin Keysa geram


"pak kamu pulang saja saya akan turun langsung menemuinya " ( menahan amarah)


" tapi nyoya saya tidak berani, nyonya tua mengatakan kepada saya bahwa saya harus menjaga nyonya 24 jam"


" pak sekarang siapa yang sedang bapak bawa? saya kan ( tegas) pokoknya saya minta kamu segera pulang nanti jika terjadi sesuatu saya akan segera hubungi kamu" ( suara pelan)


Keysa masih tetap berusaha menelpon Nicki sambil berjalan memasuki kantor tersebut


kedua resepsionis itu memandang Keysa dengan tatapan seolah pernah menemui Keysa sebelumnya


kali ini Keysa tidak ingin bertanya keberadaan Nicki kepada resepsionis itu Keysa sengaja mencari sendiri keberadaan suaminya itu


" maaf mbak anda tidak boleh masuk ke sembarang tempat kecuali anda sudah membuat janji ataupun anda karyawan disini"


" saya akan tetap masuk meskipun saya bukan karyawan disini"( tegas)


" maaf mbak kami hanya menjalankan perintah disini, jika mbak tetap tidak mau pergi maka jangan salahkan kami untuk memanggil scurity"


" pak scurity cepat usir wanita ini ( panggil kedua wanita itu) wanita ini ingin menerobos masuk tapi dia belum membuat janji dengan pak direktur"


" baik...., mbak mohon keluar sebelum saya seret"


" kalian berani kepada saya ( marah ) apa kalian tidak akan menyesal" ( mengancam )


kedua resepsionis itu hanya saling memandang begitu juga dengan scurity yang menarik tangan Keysa


" kenapa diam ( nada tinggi) dengar ya saya memang tidak mengerti mengenai aturan kantor ini tapi saya ingin bertemu dengan suami saya, jika kalian masih melarang jangan salahkan saya jika berbuat yang tidak kalian inginkan"


seketika itu semua mata hanya melongo tak percaya bahkan tak cukup satu dari mereka yang bergosip


mereka menganggap Keysa terlalu banyak berkhayal atau gila


" hey maaf ya mbak saya bukannya mau ikut campur tapi setahu saya pak direktur belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun apalagi mempunyai istri, jadi mbak yang sok alim ini jangan banyak bermimpi deh nanti jatuh sakit loh" ( mengejek sambil tertawa)


Keysa tidak memperdulikan mereka yang mengejeknya ia terus berjalan meninggalkan mereka


tunggu....


" jangan larang saya jika masih tetap mau bekerja di perusahaan ini"( datar)


" ini semua karena Nicki gara-gara dia tidak mengangkat telepon, aku jadi harus ditertawakan mereka " ( kesal)


Keysa terus berjalan menyusuri setiap ruangan kantor itu hingga dia sampai di depan pintu ruangan suaminya itu


seketika itu seluruh darah di tubuhnya serasa mengalir sangat lancar amarahnya seolah ingin segera sampai kepuncak


Keysa langsung membuka pintu itu tanpa mengetuk sedikitpun


" Keysa kenapa kamu disini? bukannya kamu tidak boleh keluar rumah sekarang"


" kenapa aku disini.... lucu sekali, kamu


enak-enakan disini selingkuh aku telpon tidak diangkat kamu pikir aku apa... babu"?( geram)


" Keysa hentikan omong kosong mu ( marah dan menghampiri) ini dikantor jadi jangan buat keributan yang membuat malu"


" malu kamu bilang malu seharusnya kamu yang malu karena telah berselingkuh dengan sekretaris yang sudah meracuniku" ( menjerit )


seketika itu Ningsih langsung melotot tak percaya jika Keysa mengetahui bahwa dirinya yang meracuni


" Keysa cukup ( tatapan tajam), aku sudah sangat sabar menghadapi dirimu


dua Minggu yang lalu kamu menyuruh aku dirumah aja tanpa aktivitas apapun, akibatnya pekerjaanku jadi menumpuk kamu tinggal enak marah-marah dan mengatur diriku sekarang aku yang balik nanyak diantara kita berdua siapa yang babu" ( menjerit)


Keysa hanya diam saja sambil meneteskan air mata karena gertakan dari Nicki membuat dirinya takut dan gemetar


" dengar ya kamu seharusnya bersyukur karena Ningsih telah membantu pekerjaanku sehingga aku tidak akan lembur, bukan malah menuduh dia meracuni kamu" ( membentak)


Keysa tidak berkutik sedikitpun ia hanya terus meneteskan air mata hingga benar-benar mengalir


" berhenti menangis dan pulanglah aku tidak ingin kamu membuat keributan disini, setelah pekerjaan ini semua selesai aku juga akan pulang " ( berbisik )


" kamu tidak perlu pulang aku tidak ingin bertemu kamu lagi, dan kamu jangan harap bisa melihat anak kita"( pergi)


" key.....key.....Keysa..... ( menjerit ) haish..... dasar wanita iblis sialan "


" pak maaf gara-gara saya hubungan bapak dengan beliau jadi berantakan saya


benar-benar minta maaf ( merasa bersalah) begini saja biar saya yang menyusulnya bapak tunggu disini saja"? ( caper)


" tidak perlu dia memang seperti itu biarkan saja dia kamu lanjutkan pekerjaannya"


" pak maaf sebelumnya jika saya kurang sopan, wanita itu bukannya cleaning servis yang bekerja di kantor kemarin bukan?"


" iya ( datar)


" lalu kenapa dia bisa menerobos masuk tanpa buat janji terlebih dahulu? selain itu wanita tadi berkata seolah ia sangat dekat dengan bapak bahkan bapak juga menyuruh dia pulang dan menunggu dirumah, apa wanita itu benar-benar istri bapak" ( penasaran )


" cukup ( memukul meja) saya tidak menyuruh kamu banyak tanya( menatap tajam), tugas kamu hanya menjadi sekretaris bukan wartawan jadi berhenti bertanya"( tegas)


" maaf pak ( ketakutan) saya hanya tidak mau jika wanita itu sampai membuat rumor yang tidak baik untuk bapak atau perusahaan ini ( wajah sedih) sehingga nama bapak bisa jelek hanya karena wanita itu"


" maaf saya buka bermaksud seperti itu tadi saya hanya terbawa emosi"


" saya tidak apa-apa kok pak bapak tidak perlu minta maaf ( tersenyum) tapi apakah bapak memang tidak ada hubungan dengan wanita tadi ? "


Nicki diam sejenak dia sebenarnya ingin menceritakan isi hati dan keluh kesahnya karena selama ini ia tidak punya tempat untuk berbagi cerita selain pada mantannya dulu


" pak.... bapak tidak perlu takut untuk bercerita karena saya bisa jamin 100% tidak akan membeberkan cerita bapak ( tersenyum)


selain itu saya juga tidak berani kali pak karena saya takut di pecat, percayalah pak ( memegang pundak ) mungkin dengan bapak bercerita saya bisa bantu" ( tersenyum)


" baik saya akan menceritakan hubungan saya dengan dia tapi kamu harus berjanji tidak akan menceritakan dengan orang lain, selain itu saya juga percaya bahwa kamu pasti bisa menyimpan rahasia karena kamu sudah cukup lama bekerja di perusahaan ini"


.................


ditempat lain Keysa terus menangis tak


henti-henti hingga kerudungnya benar-benar basah


taksi yang ditumpangi Keysa hanya bisa diam karena dia sangat bingung dengan Keysa yang terus menangis tak henti-henti


" maaf mbak kita sebenarnya mau kemana? soalnya dari tadi kita sudah berkeliling kota ini ( ragu-ragu)


selain itu mbak dari tadi tidak berhenti menangis saya hanya mau jika orang lain menganggap bahwa saya supir yang menggangu mbak ini, tapi maaf mbak jika saya lancang berkata seperti ini " ( gugup )


" maaf ya pak ( menghapus air mata) berhenti di mall saja pak"( tersenyum)


" baik mbak


tak lama kemudian merekapun sampai di depan mall itu


" pak maaf ya jika saya menyusahkan bapak saya benar-benar minta maaf "


( menundukkan kepala)


" tidak apa-apa mbak saya maklum kok, setiap orang pasti punya masalah dan cara mereka menyelesaikannya juga berbeda saya maklum kok"( tersenyum)


" iya pak ( tersenyum ) kalau begitu ini ongkosnya kembaliannya ambil saja, sekali lagi saya minta maaf"


" terimakasih mbak semoga rezekinya makin lancar, urusannya di permudahkan "


" amin...... kata Keysa tersenyum lalu pergi


Keysa sudah menghapus air matanya hanya ada menyusahkan mata bengkak dan hidung merah karena menangis


ia masuk kedalam dan langsung mencari kacamata karena ia menyadari matanya sudah bengkak saat melihat kaca depan


" mbak saya mau kacamata nya satu


" mau warna apa mbak?


" saya pilih warna merah maroon ini (menunjuk) oh iya saya mau nanyak kalau boleh tahu ruangan direktur kalian dimana ya"? ( sambil memakai)


SPG itu diam sejenak tapi kemudian dia pun berkata


" mbak jalan lurus dari sini masuk kedalam lift dan tekan lantai 5 jika anda masih belum menemukan tuan direktur anda boleh menekan tombol terakhir karena direktur biasanya ada disana, tapi mbak sebenarnya kami juga tidak tahu pak direktur yang mana jadi saya tidak tahu beliau hadir atau tidak"


" ya udah kalau gitu makasih ya mbak "


( tersenyum)


Keysa kemudian berjalan lurus mengikuti arahan dari SPG cantik tadi, setelah lift terbuka Keysa akhirnya masuk dan menekan tombol nomor 6


semua orang yang didalam lift hanya bisa melihat Keysa dengan tatapan aneh dan tajam


" orang ini kenapa sih lihatin aku terus bahkan sampai ada yang melotot, emangnya salah kalau aku tekan angka terakhir batin Keysa menggerutu


Keysa akhirnya sampai ke lift terakhir semua karyawan yang keluar dari lift hanya bisa melongo menatap Keysa dengan tatapan bingung


tak lama kemudian ada seorang wanita yang menghampiri dirinya


" maaf mbak jika saya mengganggu disini tempat karyawan bekerja bukan tempat konsumen membeli, jadi saya rasa anda salah menekan tombol" ( senyum mengejek )


" tidak saya tidak salah, saya kesini ingin bertemu dengan direktur kalian" ( wajah serius)


" apa anda sudah membuat janji dengan beliau"


" janji...janji...janji...dan janji memangnya bertemu dengan orangpun harus membuat janji " ( kesal)


" maaf mbak partner bisnis maupun klien bapak saja harus membuat janji terlebih dahulu, tapi mbak ini orang yang biasa tanpa kasta sedikitpun dengan beraninya memijakkan kaki disini bahkan meminta ingin bertemu dengan direktur"( marah )


"maaf nona saya tidak memiliki keperluan dengan anda dan saya juga tidak ingin mencari keributan dengan anda , saya hanya minta tunjukan ruangan direktur kalian jika masih tetap ingin bekerja disini "


( mengancam)


wanita itu merasa sangat marah ia seolah seperti sedang kalah talak sehingga semua karyawan hanya bisa berbisik-bisik melihat pertengkaran kecil itu


" baik saya akan tunjukan tapi jika pak direktur tidak mengenali mbak,


maka mbak harus minta maaf terhadap saya" ( tegas)


" baik saya akan melakukannya tapi jika pak direktur kalian mengenal saya maka anda harus siap-siap keluar dari pekerjaan ini" ( mengejek)


..............


" *assalamualaikum teman-teman terimakasih sudah setia membaca karya ini jangan lupa ya di dukung karya author caranya mudah kok


kalian cukup like, tab 👉 favorit, voting, share dan yang terakhir di komen*


*mohon didukung ya kak, tapi author juga minta maaf karena up nya tidak bisa


banyak-banyak maaf......


sekian dulu kata penutup dari author salam


assalamualaikum*"