
"Keysa..... kamu dari mana saja kenapa baru pulang" ( nada tinggi )
" apa sih mas... orang baru sampai pun udah marah-marah" ( kesal )
" jawab aku kamu dari mana kenapa baru pulang...?( tatapan tajam ) apakah kamu batu sehingga sulit untuk di lunakkan..."
" apa maksud kamu batu...( marah ) tentu saja aku manusia apa kamu tidak bisa lihat
( tidak mau kalah ), aku jalan-jalan sebentar tapi jalanan macet jadi sampainya agak lama" ( kesal )
" bohong..... kamu pasti menemui pria kan...." ( nada tinggi)
" kalau enggak percaya tanya saja sama pak supir ( kesal ) aku capek mau istirahat"
( lalu pergi )
" Keysa...... tunggu.... Keysa... ( nada tinggi )
tapi tidak digubris sama sekali, ia hanya terus berjalan mengabaikan Nicki yang memanggilnya
" Nicki sudah cukup...... tadi mami yang mengijinkan Keysa keluar... jadi jangan marah lagi ( tersenyum ) bujuk dia supaya bayinya tidak terganggu " (senyum lalu pergi )
Nicki kemudian berjalan menuju kamar mereka, ia sebenarnya ingin melanjutkan Omelan nya yang tertunda tadi, tapi Keysa sedang membersihkan diri dia akhirnya mengurungkan niatnya itu
................
" assalamualaikum...... ( bersamaan )
" waalaikum'salam..... ( kata suara dari dalam ) tunggu sebentar.... (sambil memakai kerudung )
siapa..." ( tanya wanita paruh baya itu)
ia kemudian berjalan menuju pintu rumah mereka
" kreek......... siapa.....? ( terbelalak ) Oalah nak Nicko apa kabar nak...? ( tersenyum ) silahkan masuk " ( ramah )
" kabar saya baik bibi.... bagaimana dengan bibi... apakah sudah membaik"?
" tentu saja bibi lebih baik sekarang, ini semua berkat nak Nicko...." ( tersenyum)
" syukurlah..., oh iya ini saya ada bawah
oleh- oleh buat bibi..." ( tersenyum )
" ya ampun terimakasih nak... Nicko ( bahagia) ya sudah mari masuk kedalam diluar dingin" ( sembari berjalan )
" Bu....!!!!!..... ( menjerit)
apa...? ( kata wanita itu ) aku yang anak ibu tidak di sambut coba kak Nicko..... sebenarnya siapa sih anak ibu" ( kesal )
seketika itu sebuah tangan langsung mendarat di kepala Karin
" tuk..... ( menjitak) apa yang kamu pikirkan sedari tadi sebenarnya..... heran ibu ( kesal ), jangan banyak mikir cepat masuk dan bersihkan dirimu tidakkah kamu malu jika dilihat sangat jelek, oh iya sekalian tutup pintunya "
" nak Nicko ayo kita masuk biarkan saja dia mematung di luar, bibi akan segera buatkan minuman buat kalian" ( berjalan menuju dapur )
" apa sih.... ( kesal ) aku mandi atau tidak apa hubungannya dengan jelek' atau cantik "
( menggerutu sambil menutup pintu)
" tentu saja ada bedanya ( berbisik ) kalau sudah mandi kelihatan lebih fresh dan enak di pandang tapi kalau belum mandi tentu saja bikin sakit mata "
" apa kamu bilang....? ( marah ) jadi menurut kamu aku buat sakit mata gitu..." ( kesal )
" itu kamu yang bilang ya bukan aku "
( tersenyum lalu pergi )
" kau....... ( menjerit sambil berbalik )
" apanya yang kau, ( tegas ) sudah cepat bersihkan dirimu dan jangan menjerit "
( memerintah )
" tapi Bu aku lapar ( merengek ), tidak kah ibu kasihan dengan diriku ( sedih ) aku baru saja pulang kerja dan ibu tidak mengijinkan anaknya untuk makan" ( muka sedih)
" ya ampun anak ini ( menghampiri ) hentikan omong kosong mu ( menggetuk kepala ) cepat lekas mandi, dan jangan banyak membantah"
" tapi Bu.... ( merengek ) ia kemudian menatap ibunya baiklah-baiklah aku mandi sekarang" ( kesal )
" dasar anak ini sudah besar tapi mandi pun malas bagaimana mungkin bisa seorang yang baru pulang kerja tapi tidak mau mandi "
( menggerutu )
" nak Nicko maafkan kelakuan anak bibi ya dia memang seperti itu, tapi bibi yakin setelah dia menikah nanti mungkin dia akan berubah"
Nicko hanya tersenyum menanggapi nya
mereka kemudian bercerita sambil menunggu Karin selesai
kurang lebih sepuluh menit karin akhirnya selesai membersihkan diri ia kemudian keluar dari kamar dan menghampiri mereka yang tengah mengobrol
" apa sekarang aku sudah boleh makan,
( tersenyum) sambil mengambil makanan"
" puk..... ( memukul tangan Karin pelan )
" aduh sakit la Bu ( meringis)
" kamu ini tidak sopan, kami yang menunggumu sedari tadi saja belum ada makan, tapi kamu dengan enaknya langsung mencomot "
" salah siapa tidak mau makan
( mengigit burger) lagian ni ya Bu makanan di beli untuk di makan bukan dilihatin saja ( sambil mengunyah ) ya kan kak Nicko "
" dasar anak ini benar-benar.... ( kesal ) sambil mengangkat tangan
" sudah stop.... berhenti jangan pukul aku lagi"
(mundur )
" sudahlah bi lebih baik kita lanjutkan makannya" ( tersenyum )
" betul-betul -betul itu baru benar "
( tetap mengunyah
mereka pun makan sambil mengobrol layaknya sebuah keluarga
" Rin bukannya kamu bilang akan memperlihatkan foto Keysa saat masih kecil" ( senang )
" tentu saja ayo ikuti aku " ( tersenyum )
mereka akhirnya sampai di depan kamar Karin
" Rin emangnya ibu kamu enggak marah kalau aku masuk" ( takut )
" kenapa harus marah....?
" ya kamu kan tahu secara aku itu kan laki-laki sedang kamu perempuan"
yang ada ibuku itu malah senang
( batin Karin ) sambil mengingat perkataan ibunya
flashback......
" Karin kali ini kamu jangan lepasin pria yang menyukai dirimu apalagi kaya, ingat kamu harus lakukan apapun untuk dapatin dia"( semangat)
"tapi mi dia suka wanita lain "( sedih )
" tapi...tapi...tapi..dan tapi pokoknya ibu tidak mau dengar kata tapi lagi kamu tidak boleh mengalah jika kamu tidak segera bertindak maka ibu yang akan mengaturnya"
..............
" huh.... ( menghela nafas )
" ada apa...? ( bingung ) apa kamu juga takut di marahi kalau begitu aku akan tunggu di ruang tamu saja "
" tenanglah ( datar ) ibuku tidak akan marah lagian aku udah bilang sama dia ( tersenyum ) masuklah tapi ingat ( mengangkat jari telunjuk ) jangan mencaci kamarku yang sangat berantakan "
" baiklah-baiklah aku tidak akan berkomentar tentang kamarmu" ( kaku )
" apa ini kamar kamu, kenapa.... bukan
apa-apa ( takut ) duduklah aku akan ambil album nya"
ya ampun ini kamar atau kandang babi batin Nicko (menelan ludah ) apa segitu tidak sempatnya dia merapikan kamar ( berfikir)
" dor.....apa yang kamu pikirkan ? apa segitu penasarannya kamu dengan foto Keysa sehingga melamun "
" ya...ya aku sedikit penasaran ( berbohong ) jadi mana albumnya"
" baik aku akan berikan tapi sebelum itu jawab dulu pertanyaan dariku "
( wajah serius)
" katakan apa pertanyaan mu"
" apakah kakak benar-benar menyukai Keysa ? dan sejak kapan kakak menyukainya? "
( tatapan kosong )
" ya ..... aku sangat menyukainya, ( tersenyum) awalnya aku mengira itu hanya perasaan biasa yang dimana hanya karena melihat wanita cantik maka aku akan suka tapi aku baru sadar saat hatiku merasakan sakit dan sedih saat melihat Keysa menangis, aku bahkan sangat marah saat Keysa di sakiti
aku akan melakukan apapun demi Keysa walau sekalipun harus merebutnya dari Nicki adikku" ( tersenyum )
seketika itu Keysa langsung merasakan sakit di hatinya ia benar-benar tidak bisa berkata lagi ia hanya bisa membendung air mata duka itu sendiri
" siapa yang menangis aku hanya terharu dengan cinta kakak , ah sudahlah jangan banyak bicara lagi lihatlah album ini segera sebelum aku berubah pikiran "
Nicko kemudian mengambil album itu dan mengamati satu persatu dengan cermat ia bahkan tertawa dan tersenyum setiap melihat satu foto seolah mengerti maksud dari gambar itu
" kak Nicko seperti nya sangat menyukai Keysa ( sedih) dia bahkan sampai rela melakukan apapun untuknya aku tidak boleh menyukainya ( menatap ) meskipun aku juga menyukai kak Nicko batin Karin masih tetap memandangi wajah Nicko yang tersenyum lebar melihat foto-foto itu"
.............
pagi telah tiba seharusnya Keysa bangun seperti biasanya tapi tidak untuk hari ini karena semalam ia habis-habisan di omelin olek Nicki
dasar wanita ini bukannya cepat bangun malah masih terlelap apakah dia sudah lupa semalam ( kesal )
Nicki kemudian mengambil air putih dan memercikkan sedikit di wajah Keysa
" tes.....tes...tes.....
Keysa dapat merasakan seperti ada air yang jatuh dari atas, ia kemudian mengusap-usap air yang ada di wajahnya itu ( masih dalam keadaan tertidur)
merasa kesal karena tidak bangun Nicki kemudian menuang semua isi di dalam gelas itu tanpa ada rasa dosa sedikitpun, hingga Keysa benar-benar merasa gelagapan
" uhuk....uhuk....uhuk.. ( terbatuk) sambil menghapus sisa air di wajahnya, ia kemudian melihat ke arah depan
" apa yang kau lakukan (marah ) begini kah cara kamu membangunkan seorang istri ( kesal ) uhuk.....uhuk....."
" seharusnya bukan tapi kamu lama bangun jadi aku tidak punya cara lain( santai ), sudah cepat bangun aku akan segera membawa kamu ke dokter" ( memerintah )
" Nicki.... apa...? ( santai ) kesabaran ku ada batasnya " ( tatapan tajam)
" lalu apa hubungannya sama ku.... ah sudahlah jangan lebay deh cuma karena percikan air putih doang kamu udah
batuk-batuk segala, cepat aku sudah tidak punya banyak waktu lagi ( melihat jam ) mending kamu cepat bersihkan diri aku tunggu di bawah " ( pergi )
dasar pria sialan aku benci.....benci.... ( menjerit ) sambil melempar semua bantal ke lantai
" buat apa kamu serahkan toh kamu sendiri yang merapikan ( berhenti ) dasar bodoh "
( mengejek )
" Nicki....... ( melempar gelas ) dasar kamu bajingan " ( berteriak )
Nicki dengan sigap keluar dari kamar dan menutup pintu
" huh.... syukur gue enggak papa batin Nicki lega, kalau enggak nggak tahulah muka gue udah jadi apa " ( berjalan )
" Nicki tunggu apa yang kamu lakukan terhadap Keysa, kenapa dia menjerit "( datar )
" cih ( melirik ) bukan urusan kamu, lebar h baik urus diri sendiri " ( mengejek )
" kau.... ( menarik kerah baju Nicki dengan geram )
" apa ( santai ) kenapa tidak jadi bukannya kau tadi ingin memukul"? ( melotot )
" lupakan ( melepas kerah bajunya ) aku tidak ingin membuat keributan, tapi lain kali aku tidak akan melepaskan kamu jika Keysa kenapa-kenapa "( pergi )
" oh.... sepertinya aku tahu ( mendekat ) aku tidak menyangka ternyata seorang kakak yang sangat bijak ini menyukai istri dari adiknya dan bahkan ingin merebut nya ( bertepuk tangan ) tak cukup merebut resa dan sekarang merebut istri.....
cih ( berludah ) apakah kakak yang amat hebat ini tidak bisa mencari pasangan sendiri, sungguh kasihan tapi sayangnya semua pasangan itu menjadi milikku " ( mengejek )
" hentikan omong kosong mu ( geram )
" apa yang kalian lakukan? mengapa menghadang jalan "
" Keysa ( gelagapan ) mami tidak melakukan apapun "( canggung )
" ya sudah kalau begitu minggir la jangan menghadang di tangga"
mereka berdua akhirnya membuka jalan buat Keysa
" oh iya Nicki kau tidak perlu mengantarku aku bisa sendiri " ( berjalan )
" pak tolong antar saya ke rumah sakit"
" loh Keysa mau kemana? kenapa-kenapa pagi-pagi mau ke rumah sakit " ( bingung )
" Keysa hanya ingin menjenguk teman, tapi kan ( terpotong ) maaf mi jika mami menyuruh Nicki yang mengantar Keysa tidak mau merepotkan ( senyum getir ) lagian mas Nicki juga sudah telat, ya udah kalau gitu Keysa pergi dulu assalamualaikum"
" Nicki apa lagi yang kamu tunggu kenapa tidak mengejarnya" ( kesal )
" buat apa la mi lagian dia udah bilang sendiri kan kalau dia bisa sendiri" ( malas )
" anak ini...., apa kamu tidak tahu kalau Keysa sedang mengandung anak kamu keysa tidak boleh terlalu lelah"
" mami ini kenapa sih selalu saja mengancam Nicki dengan anak yang belum jelas ada atau tidak itu " ( marah )
" Nicki.... ( menjerit )
" mi sudahlah jangan ribut-ribut lagi, biar Nicko saja yang menemaninya assalamualaikum " ( pergi )
dasar munafik kata Nicki yang masih dapat di dengar oleh Nicko
................
" pak bagaimana apakah teman saya beneran hamil " ( penasaran )
" iya benar mbak selamat teman ada hamil dan usia kandungan nya sudah memasuki 1 bulan 14 hari, janin nya juga sehat tapi jangan terlalu banyak berfikir karena itu bisa mempengaruhi kondisi si janin" ( senyum )
" kalau gitu makasih ya pak kami permisi dulu"
mereka berdua pun berjalan keluar
" selamat ya key kamu beneran hamil aku seneng banget " ( memeluk )
" makasih ya Rin...( membalas memeluk ), oh iya kamu kok tahu aku kesini"? ( melepas pelukannya)
" oh itu aku tadi kesini sama kak Nicko, dia yang mengajak aku kesini ( tersenyum ) sebenarnya kami kemarin juga berencana membawa elo kesini tapi elo nya udah datang sendiri"
" jadi dimana kak Nicko sekarang? kok aku enggak lihat "
Nicko hanya bisa menggeleng dari tempat persembunyiannya
" kak Nicko dia udah pergi duluan katanya ada urusan mendadak " ( berbohong )
" oh gitu ya udah ayo kita pulang"
( tersenyum )
maafin gue ya key karena berbohong, sebenarnya kak Nicko sekarang sedang bersedih
flashback.......
"halo Rin.... elo udah bangun belum? "
" udah Kak malahan ini udah mau sampai di tempat kerja, ada apa kak?"( bingung )
" elo tunggu gue di parkiran gue akan segera jemput" ( telepon pun mati)
" halo....halo...halo...( Tut...Tut..Tut...) ish mati lagi ada apa sih belum selesai ngomong udah di matiin "( kesal )
tak lama kemudian mobil sedan hitam pun berhenti dan mengklekson
(tin....tin....tinnnn.....)
" masuklah ( memerintah )
Karin kemudian masuk kedalam mobil dengan banyak pertanyaan
Nicko kemudian menceritakan apa yang telah terjadi terhadap Keysa dan apa tujuannya menjemput Karin
sesampainya di rumah sakit mereka berdua bertemu dengan boy supir yang di pakai Keysa tadi
" boy dimana Keysa? kenapa belum keluar"?
" maaf tuan nyonya Keysa masih di periksa oleh dokter kandungan "
" kenapa tidak kau temani ( kesal ) maaf tuan tapi nyonya Keysa tidak mau" ( takut-takut)
" sudahlah kak buat apa-apa marah-marah lebih baik kita masuk saja dan tanya kan pada dokternya langsung " ( menenangkan)
" pak kalau begitu terimaksih ya, kami permisi dulu" ( tersenyum)
mereka berdua pun berjalan menuju ruangan ibu hamil
awalnya Nicko ingin membuka pintu dimana Keysa di periksa tapi akhirnya dia mengurungkan niatnya
" Rin kamu' masuklah aku akan menunggu di depan" ( sendu )
ketika Nicko sudah mendengar pernyataan dari dokter dia hanya bisa bersedih tak percaya mendengar semuanya
dia masih berharap bisa mencintai Keysa meskipun sudah menikah tapi harapan nya kini benar-benar hancur
apa yang harus aku lakukan
( berbicara sendiri) aku sudah terlanjur menyukainya tapi Keysa sedang mengandung anak dari adikku dan calon keponakanku ( sedih )
Nicko hanya bisa menonjok tembok di luar ruangan itu dengan frustasi dan pergi
.................
" assalamualaikum teman-teman semuanya terimakasih karena sudah mau mampir di karya ini, author minta maaf πππ karena tidak bisa selalu up-.... setiap hari
oh iya by the way jangan lupa ya tinggalkan salam kalian dengan cara like, komen tab tom ... favorit , vote ..... & bila perlu di share ke teman kalian juga boleh ( he....he...he..)
ππ agar karya tulis author bisa menjadi lebih baik lagi πππ
sekian dulu ocehan tak penting dari author maaf jika menghabiskan waktu kalian, ingat jangan lupa yang di atasβοΈβοΈ......( he...he...he..)
salam........ assalamualaikum"