My First And My Last Love

My First And My Last Love
Part III



Author POV


Sudah satu bulan lamanya Riana tinggal di tanah kelahiran nya setelah bertahun tahun tinggal di negeri orang dia memilih untuk kembali, tidak banyak hal yang dia alami setelah tinggal disini tidak menemukan hal yang spesial, setiap hari nya ia melakukan hal yang sama pergi sekolah, pulang sekolah, belajar, makan malam di rumah, dan Tidur. Itulah kegiatan nya setiap hari meskipun ia mempunyai teman di sekolah nya Raina lebih memilih di rumah ketimbang harus jalan-jalan bersama temannya.


Author POV END


Raina POV


'Chagiya Ireona, good morning is like a magic pink' inilah pagi ku setiap hari di bangunkan oleh suara nya yang merdu, suara yang membuat ku meleleh setiap dia bernyanyi, suara yang entah mengapa bisa membuat ku menangis begitu saja tanpa tahu sebab nya apa, suara yang selalu aku rindukan. siapa sang pemilik suara ini? dia adalah Yesung seorang anggota boyband terkenal Korea Selatan yang juga adalah pacar ku.


Flashback..


@Macau


pagi hari saat sekolah diberitahukan libur, aku berencana pergi ke  Korea untuk menemui teman kecil ku saat di Indonesia keberangkatan pesawat ku di jadwalkan pukul 1 PM masih ada 5 jam lagi untuk bersiap.


"Bu apakah semua keperluanku sudah di siapkan? Selain barang barang yang telah aku siap kan sebelumnya" tanyaku kepada assisten Rumah tangga


"sudah non sedang di bereskan ke dalam bagasi mobil" jawab bu Lira


" baik bu aku mandi dulu yah"


"iyah Non" jawab Bu Lira


5 jam kemudian aku telah menempati kursi dalam pesawat dekat dengan jendela pesawat, tiba - tiba ada seorang pria yang mendeka dan duduk di sebelah ku.


Pesawat siap untuk di berangkatkan, kumatikan ponsel ku, memasangkan earphone di telingaku dan perlahan menutup mataku, dalam perjalanan entah nengapa pundak ku terasa berat, perlahan kubuka mataku ternyata pria ini menyandarkan kepalanya di pundakku dalam keadaan mata tertutup perlahan ku pindahkan kepala nya agar berada di posisi semula kepalanya yang besar kembali bersandar pada pundak ku, aku  tak memindahkan kepalanya kembali karena takut membangunkan dia ku biar kan saja dan kembali berpura pura menutup mataku, tak lama setelah itu dia terbangun, dan seperti meminta maaf, aku pun ikut membuka mataku.


"permisi maaf tadi aku tidak sengaja menyandarkan kepalaku pada pundak mu, mungkin aku terlalu capek sampai tak sadar melakukan nya"


ujarnya minta maaf.


"Tidak apa apa saya tau kamu pasti lelah" ujarku


" hmm baiklah,, kau baik biasanya jika seorang gadis bertemu dengan orang asing pasti mereka akan bersikap angkuh, kamu berbeda boleh aku tahu nama mu? namaku Kim Jong Woon" Tanya nya sembari mengulurkan tangan nya


"Dyandraina Wijaya" Jawabku seraya tersenyum dan mengulurkan tanganku kembali.


"Namamu bagus boleh kah aku memanggilmu Naya?"


"Terimakasih" jawabku tersenyum dan kembali memalingkan wajahku ke jendela. nih orang bisa aja bikin jantung anak orang engga karuan,, sadar naa lo belum tau siapa dia udah baper aja.


"Sebentar lagi pesawat akan mendarat kamu harus mengemas barang - barang mu jangan sampai ada yang tertinggal" perkataannya membuat ku tersadar dalam lamunan


"terimakasih sudah mengingatkan ku"


Jawab ku yang mendapat angguk kan dari si pemilik kepala.


Perpisahan pun terjadi entah kapan aku akan bertemu lagi dengan nya ku harap dilain waktu ku dapat bertemu lagi dengan nya.


"sampai jumpa lagi, senang bertemu denganmu Naya"dia mengucapkan ucapan perpisahan yg manis yang berarti ia pun berharap untuk bertemu dengan ku lagi.


"Baiklah sampai berjumpa lagi" ucapku


dia menggunakan pintu keluar yg berbeda entah mengapa aku pun tak tahu.


sementara itu aku tak melihat teman ku menjemput ku di bandara tapi tunggu ada seseorang berjas hitam sangat rapih menghampiri ku.


"Mba Raina, maaf saya telah di tugaskan oleh Mba Yura untuk menjemput  Mba Raina karena mba Yura berhalangan untuk ke bandara"


"Mari ikuti saya mba mobil nya sudah menunggu" ujar nya berjalan di depanku.


"Oh iyah kamu tau nama saya tapi saya belum tau nama kamu, siapa nama kamu?" Ia masih berjalan di depanku sembari menjawab pertanyaan ku


"Perkenalkan nama saya Derian mba"  jawab nya serta membuka pintu mobil dan bagasi


"Derian, lanjutkan perjalanannya"


Aku pun masuk ke dalam mobil membiarkan Derian memindah kan koper ku ke dalam bagasi .


Dalam perjalanan menuju rumah Yura.


"Derian bisa kah kita mampir di restaurant terlebih dahulu saya lapar sebelum berangkat saya belum sempat makan"


"Baik non, nona Raina akan makan di restaurant seperti apa? Misalnya masakan korea, jepang atau engga India?"


"Aku ingin masakan sunda ada yang jual engga?"


"Ada non di restaurant khusus masakan Indonesia"


"Oke baiklah"


Akhirnya aku dan Derian makan di restaurant Indonesian food dimana restaurant ini menyajikan masakan mulai dari masakan padang, makasar, jawa sampai sunda pun ada.


Aku memilih menu yang berisikan ikan asin, sambel, lalapan, tahu, tempe dan ayam goreng sedang kan Derian memilih untuk makan masakan padang, awalnya Derian hanya akan menunggu di mobil hingga makan ku selesai tapi mana aku berani dan tega makan sendiri jadi aku mengajaknya sekalian makan.


"Jujur mba saya baru lagi makan - makanan asal Indonesia biasa nya saya hanya makan korean food" Derian mulai berujar


Aku masih fokus pada makanan yang ada di hadapan ku aku hanya menanggapi Derian dengan menganggukan kepalaku.


"Mba istigfar mba nya baru saja menghabiskan 1 bakul nasi dengan semua makanan ini, engga baik tau mba untung saja piring nya engga sekalian di makan"


"Maaf yan saya kalap kalo makan makanan ini mantap pokok nya"


"Sudah selesai makannya mba? Atau mau tambah lagi?" Pertanyaan Derian membuat Raina mendelik


"Kalo mau nambah lagi kamu mau apa? Gue yang teraktir buru"


"Engga deh mba ayok kita pulang aja non Yura pasti susah tiba di rumah"


"Okay baiklah"


Raina POV END


Author POV


Raina adalah gadis yang mudah bergaul dengan siapapun maka tak heran jika Raina dan Derian sudah terbilang akrab padahal baru beberapa jam yang lalu mereka berkenalan.


Setelah menghabiskan sebakul nasi dan kawan-kawan nya Raina berjalan menuju mobil terlebih dahulu karena Derian harus membayar makanan yang mereka makan bukan dengan uang Derian ia membayar makanan tetapi dengan uang Yura karena sebelum menjemput Raina, Derian di tugaskan oleh Yura untuk membelikan apapun yang Raina ingin kan dengan black card yang telah Yura berikan.


Setelah menyelesaikan pembayaran Derian menuju mobil dan langsung melanjutkan perjalanan mereka.


_________________________________________Gimana - gimana? Pasti boring banget


Maaf kalau feelnya kurang gereget.


Jangan lupa untuk streaming MV terbaru Super Junior "THE MELODY: