
"kebiasaan deh kalo aku nanya di jawab nya sama pertanyaan lagi, emang apa hak ku untuk merindukan mu yang sudah berstatus menjadi pacar orang?" Raina yang kembali mengingat kejadian Yesung sedang mengungkapkan perasaan nya pada seorang wanita.
"tentu saja kau berhak merindukan ku karena orang itu adalah kamu" jelas Yesung yang berhasil membuat Raina terperanjat kaget yang membuat Yesung sedikit tertawa
"maksudmu? jangan membuatku bingung dengan tawamu itu" Raina memang benar benar bingung dengan keadaan itu.
"aku tidak bermaksud apa- apa hanya saja di pertunjukan ku kemarin aku benar-benar menyatakan nya padamu apa kau tidak pekak?"
Yesung tersenyum ia kembali menyatakan perasaan nya entah mengapa Raina tak bergeming ia bingung apakah ia harus senang ? Atau ini hanya jebakan lelaki menyebalkan tapi sangat ia cintai? ah entah lah ia benar - benar tak mengerti dengan jalan pikiran nya
"tindakan apa yang membuat ku harus peka terhadap pernyataan mu itu oppa?" tanya Raina yang masih bingung saat ini
"apa aku harus aku menyebutkan nya? kejadian di pesawat, aku meminta no ponsel mu terlebih dahulu, mengajakmu ke cafe ku, memperkenalkan mu pada member lain orang tuaku dan adikku, lalu sedikit kecupan yang tidak sengaja tapi mampu membuatku ber....."
"CUKUP,, baiklah sekarang aku tanya kenapa oppa tertarik padaku?" Raina menghentikan perkataan Yesung karena dia merasa malu dengan kalimat terakhir yang terlontar dari mulut nya.
"proses jatuh cinta ku tidak perlu waktu yang lama Na-ya ketika aku merasa nyaman dengan dia dan Orang - orang di sekelilingku menerimamu terutama orang tua ku kenapa aku harus mengabaikan nya?"
penjelasan Yesung membuat Raina salah tingkah dan ia pun bingung haruskah ia Bahagia? ataukah sebaliknya
"B-boleh kah aku meminta waktu untuk berfikir?"
tanya Raina gugup
"mengapa tidak? dan dengarkan aku Na-ya aku sudah memikirkan segala yang mungkin akan merugikan beberapa pihak tapi percayalah Na-ya aku tidak pernah bermain - main jika menyangkut perasaanku, semoga kau tidak membutuhkan waktu yang lama untuk berfikir" Raina merasa bersalah dia sedang berada pada posisi dimana kalau ia menerima perasaan nya Yesung pasti akan mempersulit pekerjaannya kalau tidak ia akan mengecewakan keluarga dan teman - teman nya.
"bbbaiklah aku akan berfikir selama 3 hari oppa kau hanya perlu menunggu" usul Raina yang tentu saja tidak di Indahkan oleh Yesung
"tidak, tidak itu terlalu lama Na-ya sudah cukup aku menunggumu selama 1 minggu kemarin, bagaimana kalau 3 jam? cukup kan Na-ya atau begini saja jika kamu menelpon ku terlebih dahulu berarti aku anggap dirimu menerima ku bagaimana?"
"oppa apa kau sudah gila bagaimana bisa? oh aku lebih memilih saran ke dua karena aku tidak akan mungkin menelpon mu terlebih dahulu ,, baiklah kita sepakat oppa?" Raina mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan
"baiklah kalau begitu sepakat" Yesung pun menyambut tangan Raina. "kau tidak akan mempersilahkan tamu untuk ke dalam? asal kau tau Na-ya itu tidak sopan"
"siapa suruh sudah membuka percakapan yang panjang sebelum aku mempersilahkan mu masuk" jawab Raina yang memang ada benarnya
Raina dan Yesung pun masuk ke dalam rumah besar itu Yesung tak menyangka Raina mempunyai rumah sebesar ini.
"kau mau minum apa oppa?"
Yesung menjawab seraya mengacungkan map coklat berisi dokumen yang kelihatan nya penting
"hem baiklah aku ambilkan dulu air nya oppa tunggu disini"Yesung duduk di sofa ruang tamu sementara Raina mengambilkan air putih untuk nya
Raina pun kembali membawa nampan dan gelas yang berisi air putih " oppa apakah kau mau berjanji?" tanya Raina
"berjanji untuk apa? sehidup semati bersamamu?"
"ngawur kamu bukan itu kamu sebenarnya tahu kan siapa aku sebenarnya? kalau memang iya kamu tahu ku mohon jangan beri tahu siapa pun okey?"
"memangnya kenapa?"
"pokok nya ku bilang jangan yah jangan oppa" jawab Raina
"kalau nanti semisal ada yang menanyakan ini rumah siapa terus ku harus jawab apa?" lagi-lagi Yesung bertanya
"bilang saja ini rumah teman ku"
"terserah kau saja lah Na-ya" mengapa aku harus jatuh pada gadis aneh yang tidak mau mengakui seberapa terhormatnyakeluarga dia, ah mungkin dia mempunyai pilihan tersendiri. Batin Yesung
" yah sudah aku pergi dulu yah hati- hati saat kau sendiri" Yesung berpamitan pada staf Raina lalu menuju arah pintu keluar yang di temani Raina dan langsung memasuki mobil yang susah terparkir di depan rumah nya
"ne oppa hati - hati dijalan,see you" ucap Raina
Raina pun masuk dan tidak lama kemudian ada staf rumah nya yang menyerah kan map coklat Raina sangat ingat kalau ini adalah amplop yang di tunjukan Yesung .
Raina segera mengejar kembali mobil yg belum lama meninggalkan rumah nya, dan hasil nya nihil mobil Yesung sudah tidak ada.
Raina panik ia menyalakan ponsel nya mencoba untuk menghubungi Yesung tapi seperti nya ponsel Yesung pun tertinggal di rumah nya. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi oppa dasar teledor,, Batin Raina
"pak danang tolong siapkan mobil antar aku untuk mengantar dokumen dan ponsel ini ke dorm member super junior tinggal"..
"baik non"
di lain tempat seseorang menyeringai bahagia karena rencana nya berhasil. kalau bukan Yesung siapa lagi.
TBC