
Macau Airport
Pesawat yang ditumpangi Raina telah tiba di Macau Raina di sambut oleh supir nya yang dipekerjakan oleh ayah nya untuk mengawasi sekaligus mengantar jemput putri nya .
"pa Danang bagaimana mengenai kepindahan ku ke Korea apa bu Lira sudah menyelesaikan nya?"
"sudah diselesaikan semuanya sesuai dengan perintah non Raina" jawab pa Danang dengan lugas seraya mengikuti langkah Raina dari belakang
"baiklah pa aku akan tinggal dulu beberapa hari disini untuk berpamitan dengan rekan ku disini"
"baik non" jawab pa Danang sembari membukakan pintu mobil yang telah terparkir di gerbang kedatangan bandara tersebut.
Selama di Macau Raina mengunjungi pemilik cafe tempat dia kerja dulu sebelum pergi ke Korea, berpamitan dengan teman - teman di sekolah nya dan berpamitan pada tetangga-tetangganya selama di Macau.
Beberapa hari itu telah terlewati Raina harus kembali ke Korea karena ia sudah di diperbolehkan masuk sekolah.
Pegawai yang di utus oleh ayah nya di Indonesia memasukan barang-barang Raina ke dalam mobilnya setelah itu Raina beserta pegawai di rumah nya berangkat menuju Airport, yah Raina pindah membawa semua pegawai yang ditugaskan oleh ayah nya. Awalnya Raina menolak karena ia ingin benar benar mandiri di Korea agar ia belajar untuk tidak bergantung pada fasilitas yang telah ayah nya berikan tapi ada sedikit penolakan dari ayah nya karena tidak mau putri satu-satunya itu kesepian selama di Korea dan jika Raina menolak ayah nya menyuruhnya untuk kembali ke Indonesia.
Raina memasuki mobil nya bersama pa Danang dan bu Lira sedangkan 3 pelayan lainnya memasuki mobil terpisah.
Macau Airport
Raina dan rombongan menuju ruang pemeriksaan sebelum memasuki pesawat melakukan beberapa tahap pemeriksaan setelah itu di diperbolehkan untuk memasuki pesawat.
Pesawat kelas Eksekutif yang akan membawa Raina dan rombongan ke Korea pun akan diberangkatkan yah Raina tidak menaiki pesawat kelas Eksekutif sendiri melainkan mengajak semua pelayan dan supirnya untuk menaiki pesawat yang sama, itulah baiknya Raina meskipun dia putri seorang Ardhi Wardhana Wijaya tidak membuat dia merasa dirinya paling hebat.
Perjalanan Macau - Korea itu sekitar 4-5 jam di Incheon Airport seseorang tengah menunggu Raina di pintu kedatangan sambil memegang papan bertuliskan Dyanraina Wijaya.
Beberapa saat Raina dan pelayan menuruni pesawat menuju pintu kedatangan, ia melihat seseorang memegang papan yang menuliskan namanya segera ia menghampiri orang itu.
"benarkah ini dengan pak Park?"
"iyah nona saya orang yang di suruh oleh ayah anda menjemput anda untuk mengantarkan anda dan pelayan anda menuju Rumah yang baru sehingga selama disini anda tidak perlu membeli apartemen" jelas pak Park.
"baiklah pak, bapak hanya menjemput saya saja kan? karena saya sudah mempunyai supir dan pelayan untuk di rumah nanti"
"iyah nona saya hanya di tugaskan tuan wijaya untuk menjemput nona saja" jawab pak Park yah disini pak Park hanya menjabat sebagai assisten di anak perusahaan ayah Raina yang berada di Korea.
"tidak nona rumah mu terletak dekat dengan kantor tuan wijaya di daerah Seoul" begitu jelas pak Park.
"alhamdulillah terimakasih ayah kau sangat mengerti aku" ujar Raina dalam hati.
Tiba di Rumah baru Raina sangat senang bagaimana tidak Rumah itu sangat besar luas dengan pemandangan yang memukau .
Raina turun dari mobil menuju kamarnya menyusuri rumah itu dan memasuki kamarnya,, luas sekali tidak kalah dengan kamar yang difasilitasi oleh Yura pada nya kemarin.
tok tok tok..
Suara ketukan pintu kamar menyadarkan Raina dari lamunannya yang mengagumi isi kamarnya ini Raina membuka pintu kamarnya.
"iyah bu ada apa?"
"maaf non di luar sedang ada yang menunggu anda teman anda yang sudah lama tinggal di Korea"
bu Lira menyampaikan pesan dari teman nya Raina
"oh baiklah itu pasti Yura yang berkunjung, terimakasih bu"
"baik non, sudah sepantasnya non saya begitu" bu Lira menjawab dengan kebingungan padahal yah berkunjung adalah seorang pria.
Raina menuruni tangga pergi menuju tamu yang berkunjung ke rumahnya
"kenapa Yura tidak di suruh masuk aja sih" Raina bergumam dalam hati
saat membuka pintu rumah nya Raina tidak melihat sosok Yura disini "kemana pergi nya Yura?" dalam hati Yura
"pasti sedang mencari Yura yah?" Suara serak pria yang seperti nya Raina mengenalnya. Yah itu suara Yesung yang sedang berdiri bersandar pada pintu itu.
"Yesung oppa? bagaimana kau bisa tahu aku tinggal disini?"
"apa kau tidak merindukanku Na-ya?, Aku mencari mu selama ini ku kira kau tidak akan kembali" Yesung yang menjawab dengan pertanyaan merasa kesal terhadap Raina karena sedikit saja Raina tidak merindukannya
TBC....