
Author POV
Pagi yang sangat cerah menemani seorang gadis bernama Dyandraina Widjaya seorang putri dari Ardhi Widjaya pengusaha farmasi berpengaruh di negeri ini sedang asyik mengayuh sepeda nya, hari pertama masuk sekolah ia memilih untuk menggunakan sepeda putih nya karena menurutnya menggunakan sepeda lebih sehat di bandingkan dengan menggunakan mobil.
Raina diperkenankan pihak sekolah untuk memakai baju bebas karena seragam sekolah yang akan ia kenakan belum di berikan oleh pihak sekolah, jarak antara rumah dan sekolah memang terbilang dekat hanya saja Raina harus melewati jalan besar untuk sampai sekolah. Beberapa saat kemudian sesampainya di sekolah Raina memarkirkan sepedanya di tempat parkir khusus sepeda.
Hari ini sebelum memasuki kelas Raina di jadwalkan bertemu dengan ketua yayasan sekolah nya yang tidak lain adalah adik ayahnya Ardha Widjaya yah berbeda dengan ayah nya yang notabene adalah seorang pengusaha Ardha Widjaya memilih untuk membuka sebuah sekolah untuk anak anak berprestasi dan tak hanya berprestasi sekolah ini juga berisi anak-anak yang mempunyai latar belakang keluarga terpandang.
Raina berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruangan ketua yayasan SMA WIDJAYA KUSUMA.
Raina POV
Sesampainya di area ruang ketua yayasan aku melihat seorang bapak menggunakan setelan jas hitam rapih yang sepertinya adalah sekertaris om Ardha nama nya adalah pak Darman.
Mengapa aku tau nama pak Darman? Aku melihat tertera nama Darman Susanto, M.Pd. di atas meja itu.
Ku hampiri pak Darman untuk menanyakan keberadaan paman Ardha.
"Assalamualaikum permisi pak saya ingin menanyakan kalau Pak Ardha sudah ada di ruangan nya pak?" Tanya ku pada pak Darman
"Belum neng baru saja bapak memberi saya kabar kalau jalanan dari rumah ke sekolah sangat padat oleh orang - orang yang akan pergi bekerja, lebih baik neng menunggu terlebih dahulu di ruang tung yang berada di depan, nanti saya panggil neng nya jika bapak sudah tiba di ruangan nya" ucap pak Darman sangat panjang.
Memang asalkan kalian tau warga Ibukota seperti berlomba - lomba untuk pergi bekerja lebih pagi untuk menghindari macet.
aku pun menjawab "baik pa terimakasih"
Kalian tau engga teman teman kalau ruang tunggu disini seperti apa? Seperti apa? Eh ada yang jawab ruang tunggu disini persis seperti perpustakaan pusat karena disini terletak banyak sekali buku buku karya orang-orang berpengaruh di dunia.
Satu kata untuk ruangan ini DAEBAK!!
sudah 30 Menit aku menunggu paman Ardha tapi tak kunjung ada panggilan dari pak Darman. Setalah membaca buku di ruang tunggu ku letakkan kembali buku itu dan hendak menghampiri pak Darman tak berselang lama pak Darman sudah terlihat berjalan menuju ke arah ku dan memberi tahu kalau paman Ardha sudah berada di ruangan nya.
"Neng bapak sudah tiba langsung aja neng ketok pintunya yah" ujar pak Darman yang lalu meninggalkan ku
"Terimakasih pak"
Tok tok tok ku ketuk pintu besar itu lalu terdengar suara yang menyuruhku masuk
"silahkan masuk" ujar paman Ardha
"assalamualaikum Pak" kataku
"Riana apa kabar? Sudah lama sekali paman tak melihatmu" ujar paman Ardha seraya berjalan ke arah ku dan memelukku. "ayah mu memberi kabar pada paman kalau keponakan tersayang paman akan bersekolah disini,, kapan kamu kembali dari Korea ?" lanjut paman Ardha seraya melepaskan pelukan nya beliau memang mengetahui kalau aku belajar sekolah menengah di luar negeri
"Raina juga kangen banget sama paman Ardha, kabar Raya gimana paman? Aku belum sempat memberi kabar pada Raya kalau aku saat ini di Indonesia" jawabku
"Alhamdulillah Raya baik dia sekolah disini juga dan akan menjadi teman sekelas mu, sebentar yah Na paman ke ruang ganti dulu" aku terkejut sekaligus senang bisa bersekolah dengan Raya lagi senang nya, selagi om Ardha sedang di ruang ganti dalam kantor nya, aku akan memperkenalkan sosok Raya yang belum pernah aku ceritakan Raya mempunyai nama lengkap Nararya Widjaya dia adalah anak paman Ardha dia terlahir menjadi anak satu-satu nya di keluarga om Ardha sewaktu kita kecil kita selalu bersama karena jarak umur kita yang hanya terpaut beberapa hari dan rumah kita yang memang berdekatan.
"mengapa kamu memilih menyelesaikan sekolah mu di Indonesia? bukan kah di luar negeri sekelas Korea Selatan sangat bagus untuk ke depan nya?" tanya paman berjalan menuju ke arah ku yang heran mengapa aku memilih sekolah di Indonesia
"aku hanya ingin mengingat kembali masa kecil ku disini paman selain itu alih-alih aku sekolah disini juga adalah salah satu syarat yang membuat ayah mengizinkan ku kuliah dan menetap di Korea paman" ujarku
"cerdas sekali keponakan paman ini, memangnya ada apa di Korea sampai ingin menetap disana?" lagi-lagi paman Ardha bertanya.
"ada masa depan Raina paman, engga deh bercanda paman, entah mengapa aku ingin tinggal disana" jawabku
"Ya sudah kalau begitu kelas mu nanti akan di tunjukkan oleh pak Ahmad selaku kepala sekolah disini dan beliau juga yang akan mengurus semua yang kaju perlukan disini"
"mengantarkan siswi baru ke kelas oleh saya itu sudah protokol nya seperti itu neng" jawab pak Ahmad seolah beliau bisa membaca apa yang aku utarakan dalam hati.
"Apa karena kebanyakan yang masuk sekolah ini adalah orang - orang terpandang di Ibu kota pak? Jadi harus di antarkan oleh bapak" Ujar ku menebak
"Itu termasuk alasan nya neng" jawab pak Ispriadi
@Kelas XII-3 IPA
kalian engga usah tanya kenapa aku masuk kelas IPA karena orang tua dan kakak ku memang berprofesi sebagai seorang Pharmacist sedangkan kakak ku seorang dokter spesialis kejiwaan, aku? aku masih belum tau akan kemana masa depan ku, setidak nya aku menuruti kemauan orang tua ku.
"perhatian anak anak perkenalkan teman baru kalian Dyandra Widjaya kamu boleh duduk di sebelah Fajar" ujar pak Ahmad dan aku melihat ada bangku kosong di sebelah pemuda yang sedang tertidur.
Diam - diam Raya melambaikan tangan nya padaku yang aku jawab dengan senyuman mengapa dia tak terang-terangan untuk menyapa ku? Sebelum masuk kelas aku meminta nomer ponsel Raya pada paman Ardha dan aku langsung menghubunginya agar dia tak memberi tahu pada orang-orang kalau aku adalah sepupu nya.
Aku pun berjalan menuju bangku itu dan duduk seraya merapihkan buku-buku yang ku bawa ke atas meja.
"Baiklah selamat bergabung dengan sekolah kami Dyandra, silahkan bu lanjutkan pembelajaran nya saya pamit ke ruangan saya dulu" ujar pak Ahmad kepada guru Matematika yang saat itu sedang mengajar.
"Baik pak terimakasih" ucap bu Indah dan melanjutkan kembali apa yang sedang di bahas.
Aku sedang serius memperhatikan bu Indah menjelaskan tentang logaritma tiba-tiba saja pemuda di sebelah ku ini terbangun dan beralih memandang ku
"Lo pindahan dari sekolah mana?"
Tanya dia
"SMA Negri 1" jawab ku yang masih memperhatikan guru di depan
"Ck,, kenapa Lo pindah? disana engga asik yah? Padahal sekolah tinggal beberapa bulan lagi menuju ujian Nasional" Aku tak menggubris apa yang dia ucapkan dan hanya fokus pada pembelajaran saat ini
"Lo itu yah gue lagi ngomong sama lo kenapa gak lo jawab? Lo tu...." ku sela pembicaraan nya itu terlihat dia sangat kesal
"Jar,,," lalu aku menoleh pada Fajar yang masih saja berbicara dan sekarang berhenti dengan celotehan nya
"Gue belum selesai bicara yah" Ucap Fajar yang balik membelalakkan mata nya
"Gue juga lagi fokus belajar ah lo kalo mau ngomong sama gue mending nanti deh sepulang sekolah, ganggu banget sih" ujar ku kesal.
"Gue tunggu lo pulang sekolah nanti" ujarnya yang tak mendapatkan respon dariku.
Fajar adalah ketua kelas di kelas ku anak dari politikus terkenal makanya kenapa aku sering mendapatkan mata yang tengah memandang penuh dengan ke iri an karena bisa langsung dekat dengan Fajar padahal baru tadi pagi aku masuk sekolah ini, yah itulah aku aku akan mudah dekat dengan orang kalau orang yang di ajak ngobrol itu nyambung.
Fajar Atmajaya Kusuma
Seharian ini aku belajar Matematika tapi tak membosankan seperti yang orang - orang katakan karena memang aku suka pelajaran Matematika, pada dasar nya kau harus belajar menyukai sesuatu sehingga dapat mengubah cara pandang mu terhadap sesuatu yang buruk menurut mu.
_________________________________________
Hai chingu bagaimana dengan tulisan pertama ku ? Semoga kalian sukak dengan ceritanya yah,, karena cerita ini dibuat saat sedang menyusun karya tulis ilmiah ku maka dari itu aku meminta maaf sedalam dalam nya jika ada salah-salah dalam penuturan kata-kata, latar belakang tempat dan penulisan lain nya.
Aku akan berusaha untuk Up sehari 1x tapi dengan syarat menekan like pada pojok kiri bawah yah teman² dan jangan lupa kasih komentar juga terimakasih..
Annyeong...