My First And My Last Love

My First And My Last Love
XXVII



Pesta Sambutan untuk Ibu dan Raina


Sesampainya di rumah Ayah, Ibu dan Raina masuk ke kamar mereka masing masing mengganti pakaian mereka Andra pun baru tiba di rumah karena ia harus berjaga di Rumah Sakit.


Para pelayan sudah menyiapkan acara BBQ di belakang rumah Raina sudah terlihat Ayah dan Ibu Raina sedang memanggang sosis dan daging yang sudah di sediakan Raina dan Andre pun bergabung bersama orang tua nya Raina memeluk ayah nya dari belakang sedangkan Andre memeluk Ibu nya yah memang Raina adalah anak kesayangan ayah nya dan Kakak nya adalah anak kesayangan ibu nya tapi ayah dan ibu merela memperlakukan mereka sama tidak ada beda nya.


"Ayah biar aku yang memanggang sosis nya" Raina mengambil pencapit untuk membalik kan sosis yang sedang Ayah nya pegang


"iyah bu ayah dan ibu istirahat saja biar kami yang memanggang nya, yak kan Na" hal yang sama dilakukan oleh Andre


"Kang liat perasaan baru kemarin kita membelikan Andre dan Raina pakaian bayi sekarang mereka sudah besar aku penasaran dengan pasangan mereka nanti aku akan menerima pilihan mereka meskipun pasangan mereka tidak sederajat dengan kita seperti ibu kamu menerima ku" ujar Ibu Raina pada Ayah Raina yang melihat kedua anak nya sedang memanggang dan bercanda satu sama lain


"kamu dan ibu yang memilih pakaian bayi mereka sayang aku hanya menemani kamu bersama ibu waktu itu karena kalian sangat antusias pada Andre dan Raina, apa kamu pernah bertanya pasangan Andre padanya? suruh dia cepat melamar pasangan nya itu tahun depan aku akan jodoh kan Raina dengan kenalan ku aku tidak mau kalau Raina harus melangkahi kakak nya" Ayah Raina berucap pada ibu Raina sambil memperhatikan anak anak nya dengan terkejut ibu Raina melihat ke arah suami nya


"Kang apa yang kamu katakan itu bercanda kan? aku mohon jangan lakukan itu pada Raina aku tidak mau dia hidup dengan orang yang tidak ia cintai itu tidak benar kang" ibu Raina memegang tangan ayah Raina memohon pada suaminya


Tidak lama Raina dan Andre menghampiri ayah dan ibu nya membawa piring berisi makanan yang mereka panggang tadi.


"ayah dan ibu serius sekali sedang membahas apa sih? pasti membahas pernikahan ka Andre ya kan yah?" tanya Raina pada ayah nya .


"tidak" "Iya" ayah dan ibu Raina memberikan jawaban yang berbeda ibu nya menjawab tidak tapi ayah nya menjawab iya "Akang ku mohon jangan sekarang" ibu Raina memohon dan tak mendapat jawaban dari suaminya


"sebenarnya ada apa bu?" tanya Andre


"Andre-ya ayah ingin bertanya pada mu, apakah kamu sudah mempunyai kekasih? kalau punya segera kamu kenal kan pada ayah dan ibu kalau belum ayah akan mengenalkan mu pada anak teman ayah bagaimana?" ujar ayah nya


"sebenarnya belum yah aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku sehingga aku tidak sempat memikirkan nya, aku tidak akan menolak jika aku harus di jodohkan karena tidak ada salah nya jika menikah dengan perjodohan toh dengan lama nya kita bersama rasa cinta itu akan muncul dengan sendiri nya itu yang aku percaya selama ini" Andre menjawab dengan nada santai seolah menerima apa yang di katakan oleh ayah nya


" baiklah kalau begitu bagaimana menurut putri ayah? jika kamu di jodohkan dengan orang yang tidak kamu cintai?" kini ibu Raina menatap suami nya tidak percaya


"aku hanya penasaran dengan jawaban anakku sayang" ujar ayah Raina BOHONG!! dalam hati ibu Raina berkata


"kalau menurut ku tidak ada salah nya ayah selama itu aku menerima jika aku tidak menerima ayah tidak boleh memaksa ku biar kan aku yang memutuskan okey" jawaban yang berbanding jauh dari apa yang di fikir kan oleh ibu Raina


"baiklah ayah puas dengan jawaban kalian berdua sekarang ayo kita makan ayo sayang makan" ayah Raina menyuapi ibu Raina dengan sepotong daging


"jangan cemberut gitu dong sayang aku tidak melakukan hal apapun yang membuat mu takut ya kan Raina" ujar ayah Raina pada sang istri karena sekarang ia melihat istrinya seperti akan memakan dirinya


"iyah bu lagian kenapa ibu jadi cemberut seperti ini yah apa yang ayah katakan sebelum kita kemari?" tanya Andre


"tidak ada ayah hanya menyebutkan kalau ayah menikah lagi diijinkan tidak" dengan seringaian ayah Raina berbicara


"wah kalau begitu bukan hanya ibu yang mengamuk kita pun ijut memboikot ayah kalo gitu iya kan bu?" Raina menjawab perkataan ayah nya yang langsung membuat ibu nya terkejut


"iyah Na awas saja kalau kamu berani menikah lagi yah Kang aku adu kan kamu pada ibu mu biar kamu di keluarkan dari daftar ahli waris" balas ibu Raina pada suami nya


"mana mungkin aku bisa menemukan wanita lain yang mengalahkan kecantik kan luar dalam istriku ini" ujar ayah Raina sembari membelai wajah ibunya


"Kang ih mulai deh malu tau di lihat oleh anak-anak" jawab ibu Raina yang mengibas tangan ayah nya


"kita kapan mulai makan nya kalau ayah terus seperti itu pada ibu" jawab Andre


"makan dimulai" giliran Raina memberikan suara


Pesta malam yang sangat indah bagi Raina dan Andre tapi tidak dengan ibu nya, ibu Raina masih mengkhawatirkan ucapan suami nya pada nya ia berharap suaminya bisa merubah fikiran nya meskipun ia tau itu tidak akan pernah terjadi.