My First And My Last Love

My First And My Last Love
Part XVII



Cahaya matahari di pagi hari menyilaukan mata Raina membuat nya membuka mata dan terkejut bahwa ia tidak sedang berada di kamar nya 'dimana ini nampak nya ini bukan kamar ku lalu kamar siapa? jangan² aku di culik' batin Raina bangun dari tempat tidurnya dan melangkah kan kaki nya untuk keluar kamar dan ketika Raina membuka pintu kamar disana sudah nampak Yesung yang hendak membuka pintunya.


"mengapa ada dirimu oppa? memang nya aku dimana? kau melakukan apa padaku semalam?" hardik Raina yang menyangka Yesung sudah melakukan hal - hal aneh pada dirinya


"Good Morn..." Yesung hendak menyapa perkataannya dipotong oleh Raina


"jawab oppa kenapa aku ada disini bersama mu? Oppa cepat ja..." Raina kembali melontarkan perkataannya Yesung yang hendak menjawab membungkam mulut Raina dengan tangannya karena akan melontarkan kembali perkataannya Raina pun terdiam .


"bagaimana bisa aku menjawab pertanyaan mu kalau kau terus terusan melontarkan perkataan mu?sebentar pertama-tama biarkan aku menyapa mu terlebih dahulu, Good Morning my Rain. kedua aku akan menjelaskan kenapa kau disini dan ini sebenarnya dimana"


Yesung yang masih membungkam mulut Raina dengan tangan nya pun membuka bungkaman itu


"baiklah good morning to oppa, jadi jelas kan lahh kenapa aku ada disini dan ini rumah siapa?" tutur Raina sembari menatap Yesung menunggu nya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi .


"bisa kita bicara di dalam kaki ku sakit kalau harus berbicara sambil berdiri seperti ini" Yesung melangkahkan kaki nya menuju ke dalam kamar dan duduk di sofa yang berada di kamar tersebut


"tapi pintu nya tetep di buka yah karena ngga baik tau oppa kita di rumah cuman berdua bisa bisa tetangga nyangka nya kita berbuat yang engga engga" ucap Raina yang ikut memasuki kamar dengan pintu tertutup tapi Yesung ber anjak dari sofa melewati Rajna lalu menutup pintu kamar nya.


"tenang saja dibawah ada eomma dan abojji jadi kamu engga perlu memikirkan tetangga karena disini tetangga itu sibuk mengurus pekerjaan nya dibandingkan urusan kita, dan kau buang lah pikiran kalau aku melakukan hal yang sangat aku inginkan" jelas Yesung yang kembali duduk di sofa dan menepuk nepuk sofa sebelahnya agar Raina ikut duduk disana.


"maksud nya hal yang kau inginkan? jangan mengada ngada yah oppa hubungan kita belum sampai kesana" ucap Raina sembari duduk di Sebelah Yesung


"Na-ya aku sebaiknya tidak menjelaskan apa yang terjadi pada mu yah kau berisik terus saja memikirkan tetangga" Yesung yang tengah berdiri dari duduk nya tangan nya ditarik kembali oleh Raina menyuruhnya untuk tetap duduk di sofa nya


"oppa tetaplah disini dan ceritakan lah padaku pleaseee 🥺" Raina memelas pada Yesung


" baiklah aku akan menceritakan nya tapi buang muka memelas mu itu kau tampak jelek Na-ya"


"kenapa aku bisa lupa yah, mungkin karena aku terlalu panik karena terbangun tidak berada di kamarku' maafkan aku oppa karena telah menuduhmu yang tidak tidak" Raina merasa tidak enak karena sudah menuduh Yesung yang tidak tidak


"tidak apa apa aku tau kau itu pasti panik hahaha" ucap Yesung sambil menertawakan ekspresi muka Raina


tok tok tok


suara ketukan pintu menyelamatkan Raina dari ejekan Yesung dan segera membuka pintu kamar itu.


"Na-ya ayok sarapan jongjin, ayah dan ibu sudah menunggu mu tapi aneh nya kemana perginya Yesung?" Raina pun tidak bergeming ketika ibu Yesung menanyakan Yesung tapi tiba tiba Yesung muncul dari belakang Raina sambil sedikit membuka pintu kamar


"apa ibu mencariku?" Yesung pun menyunggingkan senyuman nya yang sontak membuat ibu nya terkejut


"sedang apa kau nak berada di kamar ini? atau jangan² kalian...." ibu Yesung menutup mulut nya tapi dengan cepat Raina menyangkal nya agar ibu Yesung tidak salah paham


"bu tunggu dulu ini tidak seperti yang ibu fikirkan kami tidak melakukan apapun Yesung oppa hanya menceritakan kenapa aku disini dan ternyata aku lupa kalau ibu menganak ku untuk menginap disini" tutur Raina meyakinkan ibu Yesung dalam hatinya Raina menggerutu 'ayolah oppa bantu aku berbicara pada ibu kalau tidak ia akan marah padaku dan tidak merestimui hubungan kita' batin Raina


"tenang saja jangan panik Na-ya aku tau isi fikiran ibu, ibu bahkan menginginkan aku melakukan hal yang lebih agar bisa melihatku menikah dengan mu, benarkan ibu?" Raina tak mengerti apa yang di maksud oleh Yesung hanya bisa mencerna apa yang dia katakan lalu melihat kembali pada ibu Yesung


"tentu saja benar aku ingin sekali memiliki menantu seperti Raina" jelas ibu Yesung yang semakin membuat Raina tidak mengerti


"maksud oppa dan ibu apa sih aku ngga ngerti" Raina masih tidak mengerti dengan percakapan mereka


"sudah ayok kita sarapan sudah cukup siang kasian ayahmu dan jongjin sudah menunggu dari tadi" ibu dan Yesung pun mulai berjalan meninggal kan Raina yang masih saja mencerna perkataan ibu dan Yesung tadi .


Pagi yang sangat membingungkan bagi Raina karena percakapan mereka yang tidak ia mengerti Raina yang ikut menyusul Yesung dan ibunya pun duduk di kursi makan dekat dengan Yesung. Ayah dan Ibu Yesung yang melihat pemandangan di depan hanya bisa mendo'akan semoga putranya akan terus bahagia seperti ini.