
"Serius kamu nggak bareng aku dek? Yakin mau berangkat sendiri?" Tanya Davin
Deva memutar bola matanya. Entah sudah berapa kali kakaknya bertanya seprti itu. Sejak tadi Davin memaksanya untuk berangkat bersama.
"Abang ku yang ganteng, dengerin nih ya, kalau aku berangkat bareng abang bisa - bisa heboh satu sekolah dan saat itu juga aku bakal di serbu fans abang" Ucap Deva, dia merinding mengingat ganasnya fans Davin.
"Jadi kamu bareng aku kan Dev? tenang aja Fans ku jinak kok nggak kayak fansnya Davin" Tanya David
"Nggak mau, rencananya kan aku jadi pacar bang Davin nanti. Bang David jangan rusak rencana ku" Tolak Deva
"Ok kami berangkat duluan, kamu hati - hati dijalan!" Ucap Davin. Mereka langsung berangkat setelah mendapat jawaban Deva.
Thund High School
Siswa kelas Xl ipa 1 dibuat kagum dengan kehadiran murid baru. Rambut hitam kebiruan tidak dikucir Penutup mata disebelah kiri yang disamarkan dengan poni,warna mata sama dengan rambut, seragam sekolah yg sedikit kebesaran, headphone hitam biru di leher nya,permen loli rasa susu di tangan kanan dan tangan kiri disaku celana dan muka non make up. Wajah datar tanpa ekspresi. Terkesan dingin, misterius dan badgirl.
Wiih ada bidadari
Sisir mana Sisir woy gue pengen dandan biar ganteng
Minta nomer WAnya dong cantik
Hay cantik
Ihhh sok cantik
Paling hasil oplas tuh muka
Cantikan gue
Begitulah jeritan para siswa siswi kelas itu.
Deva melihat kearah 2 sahabatnya. Via sedang tidur dan Nesti sibuk dengan kukunya. Deva tersenyum sangat tipis karena punya rencana bagus. Deva sedikit mengeluarkan aura mencekam.
"Pagi anak anak" Sapa bu suryani
"Pagi bu!" Jawab semua murid
"Hari ini kalian kedatangan murid baru, ayo nak kenalkan dirimu"
"Deva, Landon" ucap Deva. Banyak bisikan dari murid cowo dan cewe. Mereka yang yang asik berbisik terkejut karena.
.
.
.
.
BRAAAKK
Semua siswa menatap kearah Nesti dan Via yang tiba-tiba menggebrak meja.
"WOY LO NGAPAIN DISINI ******?. SEMALAM LO BILANG LO MASIH DI LANDON, LO BILANG BAKAL PULANG KALAU KUCING GUE BERTELUR, KUCING GUE BELUM BERTELUR JADI LO HARUSNYA BELUM PULANG!" teriak Nesti
"Jangan - jangan lo mbk kunkun gudang belakang yang nyamar jadi Deva ya NGAKU LO!" lantur via
"Sudah-sudah kalian ngomong apa sih. Deva kamu duduk di belakang yang gebrak meja tadi!. Hari ini guru ada rapat jadi kalian jam kosong, kerjakan tugas yang sudah diberikan ke kalian kemarin. Saya permisi " ucap bu Suryani.
"Yes jam kosong" Sorak semua siswa.
Deva berjalan kearah yang dimaksud bu Sur . Deva berhenti di depan Via dan Nesti,Deva menatap mereka, lalu...
TUK
TUK
"ADOW SAKIT BEGO" teriak mereka ber2 mendapat sentilan maut dari Deva. Deva cuek dan duduk dibangku kosong pojok dekat jendela.
Deva merasa ada aura yang sama dengannya. Dia melihat kearah asal aura itu sambil memegang pelipis kiri yang masih berdenyut nyeri. Matanya bertemu dengan seorang cowo yang juga memegang pelipis kiri dan mata kiri yang ditutup sama sepertinya.
Siapa dia kenapa gue gak baca pikirannya. Dan perasaan apa ini? tanya Deva dalam hati.
SOMEONE POV
Gue lihat Bu Sur masuk ada cewe dibalakangnya. Awalnya gue cuek dan gak peduli. Waktu dia ngenalin diri,gue ngerasa aura gue diruangan ini,padahal gue gak ngelakuin apa-apa, gue juga gak ngeluarin aura berlebih.
Tuh cwe duduk di meja samping gue. Tiba-tiba gue ngerasa nyaman, sejuk, damai, tenang bahkan sesuatu yang kurang dihidup gue sekarang terasa lengkap. Gue kaget karena gue merasakan pelipis kiri gue nyeri tepat di tanda lahir gue.
Gue coba lihat ke arah tuh cwe eh si cwe juga lihatin gue njiiiiirrrr >v<. Eh tapi kok gue gak bisa baca pikiran dia ya. Atau dia jodoh ku, ini kah yang namanya cinta pertama
SOMEONE POV END
Via dan Nesti membalik posisi duduknya menghadap Deva, menatap Deva dengan tatapan meminta penjelasan. Deva membuang nafas kasar karena mengerti maksud tatapan mereka.
"Haaaah .... ok gue jelasin. Gue pulang 3 hari yang lalu karena paksaan kak Rio, gue gabut di rumah makanya gue sekolah dan lo jangan bilang siapapun kalau gue keluarga Thunderly. Kalau ada yang tau siap - siap keluar dari DS secara tidak terhormat" ucap Deva sambil menunjuk ke2 sahabatnya. Mereka hanya mengangguk karena takut dengan ancaman dari Deva.
"Kenapa lo gak bilang kita kalau lo pulang? kitakan bisa jemput lo Va" ucap Nesti.
"Kejutan," jawab Deva dengan santainya sambil memasang headphone ketelinganya.
"Eh tunggu kenapa kita tidak boleh kasih tau orang lain kalau lo putri keluarga Thunderly?" tanya Via.
"Lo pikun,lupa atau gimana sih?! Identitas Deva kan ditutup rapat sama tuan besar karena anak perempuan di keluarga Thunderly cuma Deva. Bahkan media tidak ada yang tau pasti seperti apa anggota keluarga Thunderly. Hanya orang terdekat seperti kita yang tau," jelas Nesti sambil menyentil dahi Via.
"Hehehe gue lupa. Eh kekantin kuyy lapar nih para cacing gue udah demo didalam" ajak Via sambil mengelus perutnya.
"Gak!" tolak Deva.
"Ayo lah Dev please" bujuk Nesti.
"gue males kekuar"
Gue traktir deh" Rayu Via. Deva langsung berdiri dan jalan meninggalkan ke2 sahabatnya tanpa memberi jawaban. Via dan Nesti tersenyum Deva yang mereka kenal memang tidak pernah berubah, apalagi soal gratisan. mereka lalu mengikuti Deva menuju Kantin.
Nih anak gak berubah berubah. Sedikit bicara banyak kejutan. Ucap Nesti dalam hati sambil geleng - geleng melihat tingkah sahabatnya itu.
"Gue denger nes" ucap Deva
"Astaga gue lupa kalau lo tuh dukun" ucap nesti
"Kenapa banyak anggota DS disini?" tanya Deva melihat banyak anggota DS yang menyamar. Ada yang menjadi guru, penjaga keamanan, petugas kesehatan bahkan tukang kebun.
"Biasa ,semenjak bang Juan lo tunjuk jadi Kepsek dia banyak memasukkan anggota kita katanya untuk jaga-jaga kalau ada penyerangan. Ya sejauh ini aman aman aja sih" jawab Nesti.
"Lo aja yang nggak tau, disini banyak anak horang kaya penyerang ga mungkin memperlihatkan diri kedepan" Ucap Via
"Jadi maksud lo mereka menyerang dalam diam?" Tanya Nesti
"Nah itu tau"
"Kalian cari tempat duduk gih. Biar gue yang pesan makanan" ucap Via.
.
.
Hay Hay Hay....
Maaf ya Tian agak repot akhir akhir ini jadi jarang up...
😊