MY BLUE FIRE

MY BLUE FIRE
2



Cwo bermata biru es ,berambut coklat menuruni tangga menuju meja makan. Dia melihat kakak tersayang sedang menikmati sarapan, Ide jahil pun muncul. Dia jalan perlahan mendekati kakaknya dan... Hap dia menyambar roti selai di piring kakaknya.


"Malvino leon freezel lo apa apaan sih kembaliin roti gue!" murka Fika (kakak Alvin) sambil mencoba merebut roti nya namun gagal. Fika menyerah memilih lalu mengambil sebuah apel merah dan pergi ke ruang keluarga dengan muka kesal.


"Kak Fika," sapa Alvin,namun Fika mengacuhkan sapaan sang adik.


"Kak Afika, main yuk...!" ajak Alvin.


"Afika ada yang baru nih," namun Fika tetap mengacuhkan adik nya. Gemas dengan sang kakak, Alvin menfokuskan tatapannya pada apel yang dinikmati oleh Fika, mengarahkan jarinya dan...


Criiing


Alvin membuat apel ditangan Fika membeku. "MOM... Al buat apel Fika beku! " adu Fika pada Momy Ica.


"Hahaha... Huuu tukang ngadu," ejek Alvin, Fika sebal dan melempar apel beku itu ke arah Alvin. Namun Alvin langsung menghindar. Fika berdiri dan mengejar Alvin, hingga terjadi kejar-kejaran. Fika melempar barang di dekatnya, Alvin terus menghindar dan mengejek Fika. Hingga suara bariton seorang laki-laki paruh baya menghentikan mereka.


"DIAM atau dady bekukan tubuh kalian! " tegas dady. Mereka langsung berhenti berlari dan mendekati dadynya dimeja makan.


"Dady, Al dari tadi ganggu Fika, Fika kan mau sarapan tapi Al rebut roti Fika. Fika makan apel Al bekuin apelnya ,Fika terus tadi dia ngejek Fika terus..." rengek Fika bergelayut manja di tangan dady Aga.


Alvin dihadiahi tatapan tajam dari sang dady. Alvin tak berani menatap sang dady, Dia hanya menunduk melihat lantai. Dia takut jika dadynya murka sudah dipastikan ia akan dihukum dengan cara Bakti sosial dan itu menguras banyak tabungannya. Sedangkan kakaknya tersenyum penuh kemenangan.


Dasar anak manja gerutu Alvin dalam hati.


"sudah-sudah sekarang kita makan dulu, nanti keburu dingin masakan yang momy bikin" lerai momy. Mencoba mencairkan suasana. Karena suaminya telah mengeluarkan aura dingin yang membuat suasana tak nyaman.


Mereka makan dengan tenang. Hanya terdengar denting sendok dan piring. Setelah makan mereka kumpul di ruang keluarga.


"Al selamat ya sayang atas kelulusan mu. Baru 16 tahun kamu berhasil lulus S3. Momy dan dady bangga sama kamu " ucap momy. Alvin tersenyum manis hingga lesung pipi nya terlihat jelas.


"apa lo tetap akan bersenang - senang di SMA Al? " tanya Fika


"Ya apa boleh buat, Al dah telanjur masuk SMA. Disana banyak sahabat Al" ucap Alvin


"Dulu alasan kamu masuk SMAkan karena menunggu Wisuda Al. Sekarang kamu udah lulus masak masih mau sekolah SMA lagi" ucap momy


"Kalian lupa ya, Al dan teman teman Al di SMA cuma mau bersenang-senang bukan belajar," ucap Al


"Al ketempat latihan dulu, ya!" lanjut Al lalu pergi keruang latihan.


Alvin mengambil pedang nya dan mengalir kan kekuatannya. Hingga pedang itu diselimuti es. Al mulai mengayunkan pedang esnya. Dia menebas kayu yang digunakan untuk latihan.


Sriing


Sreet


Cling


Krak


Pyaaar (anggap aja suara benda pecah)


Kayu itu beku retak dan akhir nya pecah lenyap tanpa sisa dalam hitungan detik. Setelah puas latihan, Alvin bersandar dipohon dan memejamkan mata menikmati hembusan angin.


Gue harus lebih kuat. Gue harus bisa menemukan cwe itu gue harus bisa ngalahin dia. Gue gak boleh kalah seperti dulu tekat Alvin dalam hati.


Alvin terus berlatih, dengan pedang dan tanpa pedang. Alvin berlatih hingga lupa waktu. Alvin terlalu asik hingga kegiatannya terhenti karena...


Syuuut


Jleb


"ish... kakak mengganggu, gue lagi latihan nih!"


"Mending kita duel aja. Tanpa pakai kemampuan kita. Percuma lo latihan kalau cuma mengandalkan kemampuan lo, sekarang kita duel fisik. Bagaimana setuju?" ucap Fika.


Alvin berfikir sejenak "Ok gue mau tapi kita taruhan gimana?" tawar Alvin.


"Apa taruhannya?" tanya Fika.


"Siapa yang kalah dia harus menuruti kemauan yang menang. Gimana?" saran Alvin.


"Ok,kalah jangan nangisnya. Tunggu sebentar!" Fika mengambil nafas panjang "Momy ,Dady Sini aku dan Al mau taruhan lagi" teriak Fika.


"Apa sih kak teriak-teriak?!" ketus momy yang merasa terganggu waktu berduaan dengan sang suami karena teriakan gadis cantik nya.


"Jadi gini, aku dan Al mau duel, kami juga ada taruhan dan Momy Dady jadi wasit nya," jelas Fika


"Kalian mengganggu Dady dan Momy cuma karena kalian taruhan konyol seperti ini?! " sarkas Momy.


"Baiklah tapi peraturan harus ngikut Dady, gimana?" ucap Dady. Alvin dan Fika saling pandang lalu mengangguk tanda setuju.


"Ok, kalian dilarang menggunakan kemampuan kalian, dilarang memakai senjata dalam bentuk apapun. Kalian hanya boleh menggunakan kekuatan fisik kalian, jangan ada kecurangan dan setelah ini kalian jangan marahan bagaimana?" jelas Dady


"Iya Dad kami setuju!" ucap Fika dan Al bersamaan.


Alvin dan Fika siap ditempat masing-masing. "Siap-siap kalah dan jangan nangis jika kalah. Siap-siap juga uang lo habis kakak ku sayang" ucap Alvin dengan songongnya.


"harusnya gue yang bilang gitu my little boy," ejek Fika.


BUGH


Al mulai memukul Fika,Fika terus menghindar dan mengkis.


Bugh


Al tersungkur mendapat pukulan keras dari Fika. Duel mereka semakin panas bahkan beberapa pengawal ikut menyaksikan pertandingan tuan mereka.


Al dan Fika dengan keadaan yang sama-sama memprihatinkan, namun tidak ada satu pun yang mau mengalah. Saat Al lengah Fika memanfaatkan kesempatan itu untuk memukul Al.


Bugh


Al jatuh kerlentang dan mengaku kalah. Fika membantu sang adik bangun. Salah satu maid memberikan kotak P3K ke Fika. Perlahan dia membersihkan luka dikulit sang adik. Setelah selesai, Al mengambil alih kotak P3K lalu membersihkan luka Fika.


"Jadi lo mau apa kak?" tanya Al


"Gue cuma mau 1 hal kok," ucap Fika dengan senyuman manis nya. Alvin merinding melihatnya, perasaannya mulai tidak enak.


Kok perasaan gue gak enak, ya. Astaga siapa pun tolong sembunyikan uang ku dari siluman ini!! Batin Alvin


"Gue mau lo, temani aku dan momy shopping" ucap Fika. Momy yang mendengar pun langsung bertos ria dengan Fika.


What habis sudah waktu dan uang ku batin Alvin menahan tangis


"Sabar ya boy. Dady tau ini berat untuk mu," ucap Dady sambil menepuk pundak Alvin.


( Makasih telah baca)


Maaf ya ada perubahan hampir total...


Eps lain juga mungkin akan ada perubahan