
Happy reading.... 😊
2 hari Deva di rumah. Dan selama itu juga dia tidak bicara pada ke 3 abangnya.
"Deva Jangan diamin bang David dong, maafin bang David ya. Bang Davin maafin David ya" ucap David pada Deva dan Davin.
"Maafin abang juga ya sayang," ucap Satria dan Satya.
"hemmm" dehem Davin dan Deva. Mereka lebih memilih di pukuli daripada didiamkan mereka. Apa lagi David yg merasa tersiksa karena ke2 kembaranya mengabaikan keberadaannya.
"Kalian siapa, abang siapa ya? maaf saya hanya punya 2 abang bang Davin dan bang Rian" ucap Deva sambil menarik tangan Davin pergi. Baru berjalan 5 meter mereka mendengar suara isak tangis yang ditahan.
"Cukup ... Jangan hiks ... Hukum abang dengan cara ini hiks...lebih baik kamu hiks pukul abang ... Bang David gak kuat Bang Davin dan hiks.. Deva nya tidak mau bicara sama David." ucap David dengan lirih sambil menangis. Oke sisi anak anak David keluar
Davin dan Deva saling pandang. Lalu tersenyum dan berlari memeluk David. Mereka bertiga terjatuh Karena David belum siap. Merekapun tertawa bersama.
"Astaga abang gue cengeng amat ya bang!" ejek Deva
"Lo bener Deva. Badan berotot tapi hati hello kitty, cuma di diemin dikit aja mewek" imbuh Davin
"Kalian jahat banget sama akuhhh. Aku benci kalian..." ucap David dramatis.
"jijik bego!" ucap Deva dan Davin.
"ASTAGA TUH MULUT PEDES AMAT BANG, NENG!" teriak David tak terima.
Mereka berdiri. Saling pandang lalu tertawa dan berpelukan lagi. Mereka melihat kearah Satya dan Satria lalu merentangkan tangan. 2S yang faham maksud ke3 adiknya pun langsung memeluk mereka.
"Jadi kita maafan dan damai lagi, kan?" ucap Satya.
Â
"Iya dong hahaha," ucap mereka kompak sambil berpelukan.
Papa dan mama yang melihat ke5 anaknya tersenyum haru. Mereka bersyukur setelah kejadian 5 tahun yang lalu kejadian yang merenggut nyawa anaknya dan merubah Deva menjadi anak yang dingin dan emosional. Sekarang senyumannya mulai kembali meski jarang.
"Papa boleh gak besok Deva sekolah kayak babang twins?" tanya Deva.
"Lah lo kan udah lulus S3 buat apa sekolah lagi?" ucap Satya dan diangguki yang lain.
"Eh... lo semua juga udah S3 ngapain sekolah. Lagian gue sekolah cuma mau tau aja rasanya SMA disini, kalau asik ya lanjut kalau bosan tinggal keluar," jelas Deva .
"Ok papa izinkan tapi Deva 1 kelas sama babang twins ya. Papa takut kamu kenapa kanapa" ucap papa. Deva pun mengacungkan jempol tanda setuju.
"Oya bang nanti jangan ada yang bilang kalau gue adik kalian ya. Bilang aja gue pacarnya bang Davin" ucap Deva sambil memeluk tangan Davin seperti seorang pacar.
"Nggak gue nggak setuju!" ucap 2S bersamaan. Karena mereka tau fans Davin adalah yang paling beruntal.
"Lagian mana ada yang percaya kalau si Davin punya pacar?" Imbuh David
"Ayolah Bang Sat ,bang David. Aku akan jaga diri" Rayu Deva dengan puppy eyes.
"hemmmn" mereka hanya berdehem. Dalam hati mereka disetimuti antara marah karena sama mereka di singkat jadi Bang Sat dan gemas karena muka imut Deva ketika merayu mereka.
"Tenang bang gue udah siapin rencana kok. Sini deh aku bisikin..." ucap Deva lalu membisilki rencananya. Dan dijawab dengan anggukan para abangnya. Kedua orang tua mereka hanya menggeleng dengan ide gila gadis kecilnya.
Jari tangan Deva mulai menari di atas keyboard laptop. Dengan sesekali membolak balik kertas - kertas di samping laptop.
Deva sempat mengirim pesan pada David agar tidak memanggilnya saat waktu makan malam,Karena dikamar ada makanan (padahal tidak ada, itu hanya karena dia tidak ingin makan, dan harus mengerjakan semua pekerjaan itu).
Jam menunjukkan pukul 1 dini hari namun Deva tetap mengerjakan pekerjaannnya meski mengantuk. Tak lama kemudian Davin masuk ke kamar Deva karena mau mengambil hp yang kemarin Deva pinjam.
Davin menggeleng kepala melihat adiknya tidur di meja kerja dengan laptop menyala dan HP ditangan nya. Davin yakin adiknya pasti memaksa diri lagi. Dia pun mengendong Deva ala bridal stayle. Menidurkan ke atas kasur.
Davin menyingkirkan anak rambut Deva yang menutupi wajah cantik adiknya, dia tersenyum melihat wajah damai adiknya yang sedang tidur. Davin menyelimuti Deva mengecup kening Deva. Davin mengambil foto keluarga besar mereka ketika masih lengkap.
Kakak, kepergian mu berpengaruh besar pada kami. Terutama Deva, mama dan bang Rian. Deva kita yang periang sekarang menjadi sosok dingin kak. Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa kakak telah meninggal. Ucap Davin dalam hati.
Manaruh foto itu ditempat semula. Dia berjalan perlahan setelah mengambil Hp nya. Davin mematikan lampu lalu menutup pintu perlahan.
"Lo kok dari kamar Deva bang?" tanya David.
"Ambil Hp nih," jawab Davin menunjuk HP ditangannya.
"akh ,tolong!" teriak Deva dari dalam kamar
"Deva!" Davin dan David panik, langsung masuk kedalam kamar Deva setelah mendengar jeritan dari dalam.
Mereka panik melihat wajah Deva pucat pasi dengan keringat didahinya. David menyentuh dahi Deva "Badannya panas bang,".
"Tadi masih normal kenapa tiba - tiba panas?" Ucap Davin
Davin melihat Deva tidur dengan gelisah mulai mendekatkan mukanya lalu berbisik "Tidurlah sayang ,aku dan David disini" Davin tidak terlalu khawatir dengan suhu tubuh Deva karena hal itu sering terjadi ketika dia mimpi buruk.
"Jadi malam ini kita tidur disini?" Tanya David
"Iya lah, ngga apa apa kan sekali kali tidur bertiga" Jawab Davin
"Oke tapi gue tidur disamping Deva ogah gue tidur disamping lo" Ucap David
"Gue juga ogah kali, biar Deva yang ditengah biar adil"
Davin tidur disisi kanan Deva dan David dikiri Deva. Mereka memeluk Deva menyalurkan kehangatan dan kenyamanan. Perlahan mereka menyusul Deva kealam mimpi.
Tanpa mereka sadari sedari tadi Richard papa mereka melihat semua kejadian itu dari celah pintu. Papa Richard terkejut mendengar jeritan Deva dia langsung berlari untuk melihat kondisi putrinya. Dia mengurungkan niatnya untuk masuk karena mendengar suara 2D (Davin David). Richard mengintip dia ingin tau apa yang akan mereka lakukan. Dia tersenyum senang melihat adegan manis 3 anak kembar nya. Tertidur saling berpelukan seakan menjaga satu sama lain.
"Papa bangga pada kalian. Meski sudah dewasa kasih sayang kalian ke saudara tidak berubah. papa harap kalian segera berdamai dengan masalalu kalian" Ucap Richard ,Menutup pintu kamar itu lalu pergi kekamarnya.
.
.
.
.
terimakasih sudah baca mohon koreksinya ya teman teman
😊 Ku tunggu like, coment dan vote nya kakak.