MY BLUE FIRE

MY BLUE FIRE
10



Ceklek


Brakk


"DEVA BERLIAN THUNDERLY BANGUN, DASAR KEBO, BANGUN ATAU GUE SERET LO KEKAMAR MANDI!" Teriak David membangunkan Deva. Deva yang terkejut langsung bangun terduduk, menatap horor kearah kembaranya. David hanya tersenyum dengan wajah tanpa rasa bersalah.


Lah perasaan gue tadi tidur ditaman belakang sekolah. Astaga siapa yang ganti baju gue. ucap Deva dalam hati


"Bang Davin yang gendong kamu dari sekolah ke mobil dan aku yang gendong kamu dari mobil kekamar. Baju mu bi Inem sama mama yang ganti" jelas David setelah melihat wajah bingung Deva.


"Oh ... Thanks ya bang" ucap Deva. Mereka sudah biasa seperti itu. Toh Mereka kan kembar.


"Kamu mandi gih ,jangan lupa turun makan malam baru tidur lagi ok. Semua udah kumpul jadi jangan lama lama" ucap David.


Deva mengangguk dan mencium seluruh wajah David begitu pun David melakukan hal yang sama. David keluar setelah mencubit hidung Deva hingga merah.


"Abang...!!!" Teriak Deva sambil melempar bantal kearah David. David menangkap bantal lalu melemparnya ke Deva. Bantal itu sukses mengenai muka Deva.


"Hahaha muka mu jelek banget hahaha. Katanya leader, katanya hebat tapi kok reflek nya lambat" Davin tertawa dan mencibir Deva. Dia terdiam saat melihat muka Deva yang merah menahan marah.


Mampus gue udah bikin singa betina bangun. Mending gue kabur sebelum jadi abu. Batin Davin lalu berlari keluar menghindari amukan Deva. ucap David dalam hati. dia langsung lari keluar dan menutup pintu, menghindari amukan Deva.


"BANG DAVID SUN THUNDERLY LIHAT AJA NANTI AKAN KU BALAS KAMU!!" Teriak Deva


° ° °


Deva menyapa dan mencium pipi semua anggota keluarga. David menyodorkan pipinya saat Deva sampai didekatnya, Deva hanya melirik sesaat lalu duduk ke kursi makannya.


"David lo apain si Deva?" tanya Davin berbisik.


"Gue udah bangunin tuh singa betina" jawab David dengan berbisik.


"Davin David dimeja makan jangan bicara apalagi bisik-bisik kayak gitu!" Tegas mama Mega


"Iya ma" ucap DD bersamaan.


°°°


"Bang Satya sama bang Satria besok serius mau berangkat ke kota Alka?" tanya Deva


"Iya abang dan bang Satria harus menyelesaikan masalah disana. Sudah terlalu lama kami meninggalkan perusahaan dan Mafionso kami Dev" jelas Satya.


"Boleh aku ikut Bang? aku akan bantu kalian disana" ucap Davin


"Kamu disini saja, kalian berdua jaga Deva dan mama selama kami pergi. Abang khawatir mereka masih mengincar kita terutama Deva yang memiliki keahlian lebih di banding keturunan Thunderly yang lain" ucap Satya.


"Aku benci kemampuanku!" Deva meninggalkan mereka.


"Dia belum berubah" mereka ber4 menatap sendu Deva yang semakin menjauh.


"Apa Deva belum mengunjungi markas Vin?" tanya Satria


"Belum bang, dia semakin dingin saat aku memintanya untuk datang"


"Apa para musuh sudah tau dia kembali kesini?"


"Belum bang tapi dari mata mata kita akan ada penyerangan dalam waktu dekat"


"Jangan biarkan Deva tau aku khawatir dia mengamuk hingga lepas kendali dan menyakiti anggota kita"


Mereka ber4 bingung, mereka ingin berkolaborasi dengan Formasi 5 orang namun mereka khawatir Deva lepas kendali. Semenjak kakak mereka meninggal Deva seakan lupa bagaimana caranya mengendalikan kemampuannya. Bahkan dulu dia pernah membunuh 10 orang tak bersalah dalam waktu 2 detik. Dia juga pernah menyakiti ke 5 saudaranya saat lepas kendali. Rian dan Davin mendapat luka cukup parah itulah yang menyebabkan dia benci dengan kemampuannya.


*****


Deva berdiri dibalkon kamar, menutup matanya menikmati angin malam. Perlahan membuka matanya lalu menatap kelangit.


"Maafkan aku kak, aku belum bisa memenuhi keinginan terakhir mu" Deva menangis dalam diam.


"Sayang, ini sudah malam kenapa masih diluar? "


Deva melihat mamanya masuk membawa segelas susu hangat.


"Maa... Mamakan tau kalau Deva tidak suka susu murni hangat. Aku lebih suka susu berasa coklat atau rasa buah" rengek Deva


"Kamu tidak suka susu murni tapi suka sekali dengan permen susu, kamu ini jangan banyak alasan dan minum susu hangat ini, mama udah buatin loh!" Deva menghela nafas kasar, meminum susu dengan menutup hidungnya.


Pyar


"Deva!"


"Minum atau kau ku bunuh"


"Deva ayo minum susu mu kakak akan menemanimu tidur"


"Cepat minum sebelum aku memasukkan paksa kemulut mu"


"Minumlah walau sedikit demi kakak ya, sesekali minumlah susu murni. Besok kakak akan membuatkan mu susu coklat ok..."


Bau ini, suara itu dan rasa sakit ini. Sebenarnya ada apa kenapa aku tidak ingat tapi tubuhku sakit sekali dan aku ketakutan. Suara kakak dan suara laki laki siapa laki laki itu? kenapa aku tidak bisa mengingat? mengapa terus terdengar dikepala ku. ucap Deva dalam hati


"Akh... Diam!" Deva menjerit


"Deva! Papa, DD, Abang cepat kemari!" Mama penik melihat Deva mulai lepas kendali bahkan tubuhnya mengeluarkan api biru dan aliran listrik.


"Mama apa yang terjadi?" mereka ber5 datang dengan Deva.


DD dan 2S mengelilingi Deva membentuk sebuah dinding dengan kemampuan mereka.


Blue Fire segel


"Kalian fikir segel ini bisa menghalangi ku" Deva menatap tajam namun kosong kearah mereka.


"Gawat sisi gelap Senja bangkit. Jangan sampai lengah" Davin menyadari iris mata Deva berubah menjadi hitam pekat bertanda bahwa Deva dikendalikan oleh sisi lain.


"Apa kalian akan menyiksa ku lagi, hahahaha ini semua sia sia"


Sring


Deva mulai menyerang tembok pertahanan dengan pedang api ditangannya,


Sring


Sring


Sriing


Kratak


Pertahanan itu mulai retak, Deva mulai mengayunkan perangnya dengan gerakan memutar.


Sriiing


Pyar


"Akh..." mereka ber4 terpental dengan mulut mengeluarkan darah.


"Aku gak sanggup nahan dia lagi, serangannya mengenai titik lemah ku"


"Sekarang giliran kalian" ucap Deva perlahan mendekati kedua orang tua nya, mengarahkan pedang apinya pada mereka.


Mama mega memegang pundak papa Richard, "Richard ingat jangan sakiti dia! dia putri kita dan ingat kau masih dalam masa pemulihan jadi berhati hati lah"


Richard hanya mengangguk mengeluarkan pedang petir nya. Deva dan Richard mulai beradu pedang suara gesekan antar pedang terdengar memenuhi ruangan itu.


Richard merasakan sakit dibagian luka nya. Hal itu menjadi peluang untuk Deva menyerang Richard.


Sret


"Maaf Deva my little lovely. Firesegel" Tiba tiba seorang pria datang memeluk Deva.


Aakh


Deva jatuh pingsan dalam pelukan seorang pemuda, setelah pemuda itu memeluknya, menutup mata Deva dengan satu tangannya dan mengucap kalimat sederhana itu.


"Maaf aku datang terlambat, sebaiknya kita obati luka kalian" ucap seseorang yang berhasil menenangkan Deva.


.


.


.


hayo tebak siapa yang datang?


apakah Devan atau Alvin nih 😘