MY BLUE FIRE

MY BLUE FIRE
4



Dalam mansion Thunderly.


DAVID POV


Setelah kami (mama papa dan ke3 abang gue) makan malam. Kami menikmati waktu bersama diruang keluarga sambil menonton film. Sedang asik tiba - tiba bel pintu utama berbunyi. Gue lihat bi Inem membukakan pintu.


Tak lama kemudian bi Inem masuk. Muka bi Inem pucat pasi dan tubuhnya gemetar. Kami saling pandang, bingung melihat ekspresi wajah bi Inem


"ada apa bi?" tanya mama gue.


"A-anu tuan nyonya di-di luar ada laki - laki sama pe-perempuan. Me-mereka minta tu-tuan bertanggung jawab da-dan menikahi perempuan i-itu tuan" ucap bi Inem terbata bata.


PLAAK...


1 tamparan berhasil mendarat dipipi papa. Mama menampar papa Arga dan papa hanya diam, mukanya sih seperti terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi. Waw, gue yakin itu bukan tamparan biasa, karena dari bibir papa sampai keluar darah guys.


Papa dan mama langsung lari keluar. Gue saling tatap dengan ke tiga abang gue lalu mengikuti langkah orang tua kami. Mama terhuyung ke belakang, untung bang satya dengan capet menahan mama agar tidak jatuh.


 


Gue dan bang 2S (Satya Satria) menahan marah melihat papa di peluk cwe lain. Kalau dilihat dari body, tinggi badan nih cwe masih seumuran gue.


"Woy ****** apa-apaan lo meluk papa gue!" bentak bang Satria. Bang Satria mencoba melepas tuh cwe dari pelukan papa. Tuh cwe malah makin mempererat pelukannya ke pelukan papa gue.


 


"Kalau lo mau jual diri jangan ke suami orang dong!" sambung bang Satya.


"Tutup mulut kalian!" bentak papa sambil membelai rambut cwe yang sedari tadi setia nangis di pelukan papa.


"Dasar cwe ular!" sarkas gue.


"CUKUP!" suara twins gue nih. Tamatlah riwayat mu ****** hahha.


Gue lihat bang Davin dekati tuh cwe, gue yakin dia bakal bunuh tuh cewe. Lihat aja mata elang abang twins gue.


graaap....


Cup ..


Eh... tunggu tunggu gue gak salah lihat. Abang meluk cwe itu bahkan mencium pucuk kepala tuh cwe. Gila tuh cewek pakai pelet apa, sampai abang gue pun luluh.


"Abang macam apa kalian ini. Tega melukai hati adiknya sendiri" ucap Davin.


Adik?


Wait wait


Gue gak salah dengarkan?!


Cwe itu melepas pelukan bang Davin


"AKU BENCI SAMA ABANG SEMUA!" Teriak adk gue lalu lari kedalam rumah.


Jedar.


What itu adik perempuan gue. Dan gue bikin dia nangis. Rasanya sakit tapi tak berdarah broo 😨


"Ngomong ngomong gue udah siapin jarum khusus untuk kalian. Bersiap lah! Gue gak akan menjamin nyawa kalian karena gue belum punya penawar racunnya" ucap Davin dingin dan senyum mematikan.


'Anjir ngeri banget tuh muka bang Davin' ucao gue dalam hati.


"Sebaiknya kalian jangan mengganggu Deva dulu. Oh ya om tante aku pamit dulu ya" ucap kak Rio sambil menyalami tangan papa mama. Eh tuh teh Rio sejak kapan disitu? gue baru sadar ada dia.


"Loh kamu gak masuk ke dalam dulu Rio. Pasti kamu capekkan, mending kamu tidur dikamar biasa untuk jaga-jaga jika Deva emosi" ucap mama gue.


Rio permisi masuk kedelam rumah. Tinggal gue, 2S dan orang tua gue. Orang tua gue natap kami dengan tatapan yang sulit diartikan.


Ok fiks gue + 2 S pasti bakal dalam masalah.


David POV end


Davin POV


Semua keluarga gue keluar setelah mendengar penjelasan bi Inem tadi. Sedangkan gue? Gue masih duduk manis di sofa Why? Karena gue ngerasa aura yang gak asing.


Gue dengar 2 S membentak seseorang. Dan aura ini makin kuat. Tunggu gue tau ini aura milik siapa.


Ini milik DEVA...


Abang tolongin Deva.


Gue dengar suara Deva lewat telepati. Astaga apa yang mereka lakukan ke adik cantik gue.


Gue panik langsung keluar. Gue lihat disitu ada kak Rio yang menyilangkan tangan didadanya. Tangan gue mengepal nahan emosi lihat Adik gue nangis dipelukan papa. Saudara -saudara gue malah bentak Deva.


"Cukup!" tegas gue. Gue langsung dekati Deva. Memeluk dan mencium pucuk kepalanya. Deva membalas pelukan gue sambil sesegukan.


"Abang macam apa kalian ini. Tega melukai hati adiknya sendiri" ucap gue. Deva melepas pelukan gue.


"AKU BENCI SAMA ABANG SEMUA!" Teriak adik gue lalu lari kedalam rumah.


"Ngomong - ngomong gue udah siapin jarum khusus untuk kalian. Bersiap lah. Gue gak akan menjamin nyawa kalian karena gue belum punya penawar racunnya" ucap gue dingin dan senyum mematikan.


Gue benci lihat adik kecil gue nangis, apalagi ada yang bentak dia meski tidak sengaja. Gue pergi ke kamar Deva saat gue ketuk pintu tidak ada jawaban. Gue gak berani ganggu dia saat ini. Dapat dipastikan dia sedang ingin sendiri.


"Siapa nih yang salah?Deva yang bercandanya keterlaluan atau para Saudara lo yang kurang teliti?" ucap Rio yang entah sejak kapan ada di belakang gue.


"Mereka sama-sama salah, gue yakin Deva gak akan ngaku salah" ucap gue dengan pandangan fokus ke pintu kamar Deva.


"Mau lihat pertunjukan gak lo. Gue punya pertunjukan keren buat lo" ucap Rio sambil jalan kelantai bawah.


Kami jalan ketaman belakang. Gue lihat saudara-saudara gue dihukum papa. David berdiri diatas pedang dengan guci berisi air dikedua pinggang dan kepalanya. Bang Satya duduk diatas bambu yang diberi papan dengan beberapa warna benang kusut yang harus dia rapikan. Bang Satria menyikat gigi buaya, singa dan serigala milik papa yang sangat Bang Satria benci. Seperti kurang kerjaan dan gak ada manfaatnya tapi gue suka lihat mereka dihukum seperti ini Dariapada di hukum fisik.


"Papa tuh si Davin datang, kasih hukuman gih pa, masak cuma kita yang dihukum" ucap bang Satya.


"Dia bebas dari hukuman karena dia tidak menyakiti Deva seperti kalian!" gue yang dengar jawaban papa tersenyum penuh kemenangan.


"Gak sehati lo bang, masak kembaran dihukum lo cuma lihatin" ucap David.


Pyar


Byuur


Gue lempar sebuah jarum petir kearah guci air dikepala David. Guci itu pecah alhasil basah kutub tuh badan. Semua yang disana tertawa melihat aksi gue. Kecuali David yang memasang muka sebel.


"Tega lo sama kembaran, kalau gue sakit gimana" ucap David.


"Lebih tega lo, kembaran macam apa lo yang gak ngenalin adik kembarannya sendiri" sarkas gue


Skakmat


David hanya diam menunduk. Gue dan Rio pergi membiarkan mereka melanjutkan hukuman tanpa niat untuk membantu.


BISMILLAH LANJUT MENGHIBUR KALIAN. KARENA DI NOVELTOON GA BISA HAPUS EPS/NOVEL JADI KU HARUS EDIT 1PER 1 BIAR MAKIN RAPI DAN KALIAN GA BINGUNG SAMA CERITA KU INI


SELAMAT MEMBACA