MY BLUE FIRE

MY BLUE FIRE
3



Tik tok


Tik tik tik


Tik tok


Tik tik tik tik


Suara detik jam berpadu dengan suara dari keyboard laptop. Deva masih setia dengan tumpukan kertas, Walau jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Dia harus menyelesaikan kerjaan nya sebelum berangkat ke Paris pagi nanti .


Drrrt Drrrt


Bang Rian Its colling


"Hallo bang Rian ku yang tampan" sapa Deva


"Hallo adik kecil ku yang manis Tebakan ku benar kamu pasti belum tidur sama sekali, disana pasti sudah dini hari, kan sayang?! Tutup laptop mu, cuci muka gosok gigi tidur. Abang gak mau my little lovely sakit karena gila kerja" omel bang Rian.


"Nanggung bang bentar lagi selesai. Oya ada apa bang? Tumben abang telfon Deva" Deva tersenyum karena abang sekaligus putra pertama keluarga Thunderly yang posesif padanya.


"Dasar gila kerja... Hey aku ini Abang pertama mu. Apa abang mu tidak boleh menelfon mu!. Ok Aku matiin nih" ancam Rian


"Deva gila kerja karena abang yang ngasih contoh. Jangan lah bang, Deva kan masih kangen abang. abang sih jarang telfon Deva"


"Hey-hey sejak kapan abang memberi contoh buruk pada mu?.Hehehe maaf sayang abang sibuk dengan tugas dari ayah disini"


"hiks... Aku kangen abang kapan abang pulang?"


"Abang juga kangen kamu sayang. Abang akan usahakan pulang secepatnya.Sekarang kamu jangan nangis, ya." ucap Rian


"Janji?!"


"Iya Abang janji, tapi jangan nangis lagi. Kamu tidur gih, awas kalau abang tau kamu tidak tidur! Abang bakal--"


Deva langsung mematikan telpon sepihak karena takut mendengar ancaman dari sang abang. Deva meminum kopi hitam nya dengan tatapan mulai fokus ke laptopnya lagi. Jari mungilnya bergerak lincah di keyboard laptop. Dia melupakan nasehat dari abang nya, Deva terus bekerja tanpa beduli pada jam.


"Untung menghasilkan uang jika tidak sudah gue bakar semua berkas ini jadi abu" gunam Deva sambil memijat kepalanya yang pusing karena tumpukan kertas dan berkas di laptop seperti tidak ada habisnya.


Deva terus berperang dengan berkas dan laptop hingga dia tak sadar jika bulan sudah berganti menjadi matahari.


"Akhirnya selesai" ucap Deva sambil meregangkan ototnya yg kaku akibat duduk sejak sore hingga pagi.


"Sudah selesai Queen penggila kerja" sarkas Rio yang sedang berdiri bersandar di pintu dengan tangan telipat didada dan menatap Deva dengan tatapan tajam. Deva hanya meringis ngeri melihat tatapan Rio.


"Oh ayolah kak Rio lo lihat aja tumpukan kertas ini. Ingin rasanya gue bakar tapi kalau gue bakar 1M lebih melayang" keluh Deva. Rio melihat wajah letih Deva tidak habis pikir gadis sekecil dia bisa begadang tanpa tidur semalaman demi uang Dan itu membuatnya khawatir.


"Sebaliknya lo tidur akan gue undur penerbangannya besok atau lusa. Gue gak mau lo sakit" ucap Rio dengan nada khawatir.


"Big no gue pengen penerbangan tetap hari ini dijam yang sama karena gue gak mau menunda lagi. Lagian gue bisa kok istirahat diperjalanan" ucap Deva.


Jika Deva sudah bicara seperti itu tidak ada yang bisa membantahnya. Setelah mengucapkan itu Deva pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk sarapan lalu ke bandara. Rio hanya menggelang lalu keluar menunggu Deva di meja makan.


Skip>>>


Rio merampas berkas yang Deva pegang. 5x dia membujuk Deva untuk istirahat tapi gadis itu hanya menjawab iya sebentar lagi. Rio menarik lembut tangan Deva membawanya kesalah satu kamar di dalam jet pribadi milik Deva.


"Sekarang lo tidur biar gue yang lanjutin kerjaan lo, awas kalau gue balik kesini lo belum tidur gue aduin ke Rian!" Deva hanya mengangguk mendengar Rio yang berbicara dengan nada tegas.


Rio mulai mengerjakan berkas milik Deva. Dia tidak terkejut melihat 3 nama perusahaan besar di berkas itu yang pasti dikelola oleh Deva. Sesekali Rio tersenyum bangga melihat hasil kerja adik kecilnya itu.


Lo memang hebat Dev. Lo udah buktikan kedua bahwa lo bisa bangkit.


.


.


.


"Dev bangun udah sampai nih" ucap Rio membangunkan Deva. Deva bangun dan merapikan penampilannya. Dirasa sudah cukup Deva keluar dari jet. Banyak mata menuju padanya bahkan komentar tentangnya pun terdengar jelas.


Wihh cantik nya


Iyuh sok cantik


Calon mantu idaman


Paling hasil oplas


Blablablabla


Deva hanya cuek dan melanjutkan langkahnya. Dengan muka datar, dingin dan aura kepemimpinan yang mendominasi. Langkah Deva terhenti melihat anak kecil menangis memanggil nama bunda dan kakaknya. Perlahan Deva mendekat lalu berjongkok menyamakan tinggi dengan anak kecil itu.


"Hay manis kenapa menangis, siapa nama mu?" tanya Deva


"Nama ku Tata kak, aku tadi ngejar balon ku yang terbang dan sekarang aku tidak tau dimana bunda dan kakakku" jawab Tata.


"Hey jangan menangis nanti cantiknya hilang. Oya kakak punya permen susu nih buat kamu tapi jangan nangis lagi ya," Deva mulai membujuk Tata.


Rio tersenyum haru melihat Deva yang terkenal kejam namun tetap peduli pada sesama. Dia mengikuti Deva yang menggandeng anak kecil itu untuk mencari orangtuanya.


"Kakak itu bunda ku." ucap Tata menunjuk kearah wanita yang berlari kearah mereka.


"Tata kamu kemana aja? Terimakasih ya nak. Maaf merepotkan" ucap Ibu Tata. Deva hanya tersenyum, menyalami tangan ibu itu lalu pamit pergi.


Di depan bandara Deva telah disambut oleh 5 mafionso. "Selamat malam, dan selamat datang kembali Queen Eva" ucap semua mafionso.


"Mansion Thunderly!" ucap Deva. Lalu masuk ke mobil yang disediakan untuk nya. Mereka mengerti dan mulai melajukan mobil menuju Mansion Thunderly.


 


"Kak Rio sini deh gue bisikin sesuatu gue punya rencana nih lo pasti suka. Jadi nanti..." Rio yg mendengar mendengar rencana gila Deva pun tertawa.


"Hahahaha. Lo gila dek, bisa mati jantungan mereka karena rencana lo" ucap Rio.


"Oh ayolah kak sudah lama aku tidak memberi mereka kejutan, aku hanya ingin membuat pesta kejutan untuk mereka" ucap Deva. Rio hanya menggeleng dengan tingkah adiknya itu.


"Jangan ajak gue kalau lo kena hukuma" lanjut Rio. Deva mengacungkan jempol tanda setuju.


 


MANSION THUNDERLY


 


Rio dan Deva tiba di Mansion megah keluarga Thunderly. Deva memberi kode pada Satpam untuk tidak melapor kedalam. Rio memencet bel. Tak butuh waktu lama pintu utama terbuka.


 


Keberuntungan ada dipihak mereka berdua,karena yang membuka pintu adalah maid baru di Mansion ini.


"Maaf ada yang bisa saya bantu tuan nona?" tanya maid itu.


"maaf bi. Bisa panggilan Tuan Thunderly. Ini sangat penting karena..... " ucap Rio.


Aduh karena apa ya...


Haish apa sih yg di rencana kan Deva dan Rio...


Thanks udah baca novel Tian ini


Maaf jika masih banyak kekurangan


Jngan lupa like coment and vote


😊