
'' em sebenarnya Daddy itu su.. ''
'' Daddy Tia ternyata kalian di sini aku cariin tau dari tadi '' Potong Ana yang baru datang.
'' Eh iya aku bosan tadi di kamar kamu juga tadi tidur yaudah deh ke sini aja disini udaranya segar banyak bunganya '' Jawab Tia.
Ana langsung duduk di bangku yang sama dengan yang di duduki Andre dan Tia yaitu di tengah tengah mereka.
'' Oh iya tadi Daddy mau ngomong apa ? '' Tanya Tia yang mengingat tadi Andre belum selesai menyampaikan sesuatu padanya.
'' Ngomong ? ngomong apa Dad ? '' Timpal Ana yang juga penasaran dengan obrolan keduanya.
'' Eh..eh.. nggak kok nggak apa apa nggak penting juga kok '' Jawab Andre sedikit kikuk karena bingung mau meneruskan ucapannya tadi sedangkan sekarang ada Ana di antara keduanya, Andre takut Ana tidak mau menerima ucapan nya.
'' Yaudah Daddy ke dalam dulu ya Daddy lupa tadi ada yang harus Daddy selesaikan, kalian jangan lama lama di luar ini udah mau petang lebih baik kalian segera masuk '' Ujar Andre sebelum masuk ke dalam rumah.
Setelah sampai di dalam Andre langsung menuju ruang kerjanya. Andre langsung duduk di kursi kerjanya sambil memijat pelipisnya karena pusing dan bingung bagaimana cara mengungkapkan perasannya pada Tia.
'' Akh... huh... kenapa sih ngomong gitu aja susah akh... padahal tinggal ngomong Tia aku suka sama kamu akh... tadi juga kenapa Ana harus muncul pada saat yang kurang tepat huh... pokoknya besok harus berhasil dan semoga Tia mau nerima aku '' Tekat Andre.
Di lain tempat Ana dan Tia sudah kembali ke dalam kamar Ana.
'' Ekh Ya kalau menurut kamu enak gak sih punya ibu tiri itu '' Tanya Ana tiba tiba membuat Tia kaget.
'' Hah ibu tiri maksud kamu kamu mau punya ibu tiri gitu ? '' Tia penasaran apakah Andre sudah berbicara pada Ana kalau dia menyukai seseorang.
'' Iya aku itu kadang kasihan sama Daddy harus ini itu sendiri ngurus aku dari kecil sendiri, aku pengen Daddy bahagia punya pasangan yang mampu mengurus Daddy tapi bukan berarti aku gak mau ngurus Daddy ya cuma kan gak semua bisa aku urus Daddy ada kalanya juga aku gak bisa ngurus sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh istri pada suaminya, Daddy butuh sosok istri kalau menurut kamu gimana ? '' Tanya Ana setelah menjelaskan panjang lebar semua unek unek yang mengganggu pikirannya selama ini pada Tia.
'' Huh kalau menurut aku ibu tiri itu gak semua jahat seperti di film film ada kalanya juga ibu tiri itu baik, kalau Daddy kamu emang suka sama seseorang untuk di jadikan istri sekaligus ibu buat kamu ya menurut aku sih gak papa nanti kamu sama Daddy kamu pasti di urusi sama dia kamu juga bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang selama inj kamu inginkan '' Jelas Tia mencoba memberikan pengertian pada Ana meski di lubuk hatinya yang paling dalam ada sedikit rasa sakit mendengar ucapan Ana.
'' tapi aku takut nanti kalau ibu tiri aku sukanya sama aku cuma sebentar nanti kalau dia sudah punya anak sama Daddy terus kasih sayang Daddy sama ibu tiri aku beralih pada anaknya gimana '' Ujar Ana mengungkapkan isi hatinya pada sang sahabat.
'' Ya wajar dong kamu kan sudah dewasa nanti kalau kamu punya adik ya adikmu lah yang di sayang dia kan masih kecil '' Jelas Tia.
'' Ih Tia kok gitu sih kamu bukannya memberi solusi malah nambah beban pikiran aja sih ah tau ngambek aku '' Ucap Ana yang kesal dengan jawaban Tia sambil memanyunkan bibirnya.
'' Hahaha Ana Ana kamu ini ngambek kok ngomong ngomong hahaha '' Tawa Tia pecah mendengar ucapan Ana yang menurutnya sedikit lucu.
'' Ih... eh aku tau gimana kalau kamu aja yang jadi ibu tiri aku '' Ucap Ana tiba tiba mengagetkan Tia.
'' Hah maksud kamu gimana ? '' Tanya Tia yang tiba tiba loading sangking terkejutnya mendengar ide gila dari Ana meski hatinya sedikit berbunga bunga.
'' Hehehe mau ya jadi ibu tiri aku Daddy aku itu tampan lo kaya lagi ya walaupun usianya sudah sedikit tua tapi gak papa lah hehehe mau ya '' Ucap Ana sedikit membujuk Tia.
'' Aduh Ana nikah itu bukan cuma butuh fisik sama harta yang di utamakan tapi juga batin Ana hati juka hati salah satu dari pasangan nggak mau ya nanti pernihahannya bisa cekcok terus gak bisa akur jadi intinya kalau mau menikah ya butuh kesiapan mental dan hati buat menerima pasangan kita '' Jelas Tia yang bingung dengan cara fikir Ana yang meminta dia buat jadi ibu tirinya.
'' Terserah kamu aja deh An aku bingung mau ngomong gimana lagi pokoknya jika memang aku sama Daddy jodoh pasti disatukan sama Tuhan kalau enggak ya mungkin emang bukan takdirnya '' Terang Tia.
'' Ya tapi kan .... ''
'' Udah deh An itu tu urasan Daddy bukan kita sekarang lebih baik kita kebawah aku buatin kamu makan mau gak ? '' Ujar Tia mengalihkan pembicaraan.
'' Mau dong masak gak mau sih masakan kamu kan yang palinga enak ''.
'' Yaudah sekarang ayo kita kebawah kamu mau aku masakin apa ? ''.
'' Aku mau makan apa aja yang penting enak ''.
'' Namanya juga makanan An kamu ini bisa aja ''.
Setelah sampai di dapur Tia langsung membuka kulkas memcari bahan masakan yang masih ada. Ternyata di kulkas hanya tinggal sosis dan teman temannya .
'' Emmm ini tinggal sosis gimana kalau kita masak nasi goreng aja lebih sipel praktis dan cepat '' Usul Tia setelah melihat isi kulkas yang hanya berisi sosis dan teman teamnnya.
'' Terserah kamu aja yang penting aku tetep bisa makan hehehe '' Jawab Ana sekenanya dengan kekehan.
'' Kamu ini yaudah aku masak nasi goreng aja ya ''.
Tia langsung menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan setelahnya dia langsung memasak bahan bahan tersebut.
Setelah menunggu kurang lebih 15 menitan nasi goreng masakan Tia pun jadi dan dia langsung menyajikannya.
'' Eh iya Daddy gak kamu panghil dulu An kita makan sama sama '' Ujar Tia yang baru ingat kalau Andre belum terlihat batang hidungnya.
'' Eh iya lupa yaudah aku panggil dulu ya '' Setelahnya Ana langsung berjalan menuju runag kerja Daddy nya.
'Tok Tok Tok'
''Dad Daddy '' Panggil Ana sambil mengetuk pintu ruang kerja Andre.
Tak lama terdengar suara dari dalam ruangan Andre.
'' Masuk '' Jawab Andre dari dalam.
'' Dad ayo kita makan malam tadi Tia udah masak nasi goreng yang banyak buat kita '' Ajak Ana pada Andre.
'' Iya ''.