
setelah sampai di depan gerbang sekolah Tia tidak langsung masuk ke dalam menuju kelas melainkan berdiri di depan gerbang menunggu Ana datang agar mereka bisa berangkat menuju kelas bersama sama.
setelah menunggu sekitar 5 menit an terlihat sebuah mobil mewah yang cukup familiar bagi Tia, dan tak lama menunggu keluarlah seseorang yang ditunggu tunggu siapa lagi kalau bukan Ana temannya yang diantarkan oleh Andre.
sebelum keluar mobil Ana terlebih dahulu menyalami Andre Daddy nya, Tia sempat melihat itu dan dia mendekati mereka untuk ikut bersalaman pada Andre.
" assalamualaikum om selamat pagi " sapa Tia memulai pembicaraan.
" waalaikumsalam Tia pagi juga, kamu udah nunggu lama ? maaf ya tadi sedikit macet biasa hari sibuk " ucap Andre sedikit merasa bersalah telah membuat Tia menunggu lama.
" iya gak papa om tadi juga saya baru sampai " jawab Tia.
" ya udah dad Ana masuk dulu ya takut telat " ucap Ana mengakhiri pembicaraan mereka karena waktu sudah menunjuk kan pukul enam lebih lima puluh lima yang berarti tinggal lima menit lagi bel berbunyi.
" iya, ya udah Daddy pergi dulu ya yang rajin belajarnya nanti Daddy jemput seperti biasanya ya " ucap Andre berpamitan pada keduanya untuk segera berangkat ke kantor.
" iya Dad "
" iya om " ucap mereka bersamaan.
setelah berpamitan Andre langsung berangkat ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya agar dia dapat menjemput Ana tepat waktu.
setelah kepergian Andre, Ana dan Tia langsuk masuk ke dalam area sekolahan menuju ke kelas, sesampai nya di kelas mereka langsung menuju bangku mereka masing masing yang terdapat di ujung paling belakang.
tak lama bel pertanda masuk sudah berbunyi dan para siswa siswi berhamburan masuk menuju kelas masing masing, guru mata pelajaran pun langsung masuk untuk memulai pembelajaran pada hari ini.
**********
sedangkan di tempat Andre, sekarang dia sedang mengerjakan berkas berkas yang terlihat menumpuk di meja kerjanya.
sesekali Andre terlihat melamun dan senyum senyum sendiri yang mana membuat orang yang melihatnya dapat berpikir apakah dia gila atau kerasukan makhluk halus.
' Tia kalau dilihat lihat cantik juga ya, dia terlihat lebih dewasa dari pada umurnya ' batin Andre yang mengingat ingat setiap pertemuan nya dengan Tia yang membuatnya terpesona akan kecantikan alami yang dimiliki oleh Tia.
' ah kamu ngomong apa sih Ndre, kamu itu udah tua mana mau Tia yang masih muda gitu sama kamu mana umurnya sama kaya Ana pasti dia udah punya pacar '.
seketika raut wajah Andre yang tadi nya senyum senyum sendiri mendadak cemberut karena memikirkan apakah Tia punya pacar atau tidak.
' ih kok aku jadi kesel sendiri ya mikirin Tia udah punya pacar belum ? udah lah dari pada mikirin sesuatu yang nggak jelas mending aku kerja biar cepat selesai nanti biar bisa jemput Ana di sekolahan dan sekalian bisa liat Tia hihihi ' setelah membayangkan wajah Tia yang tersenyum padanya dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
setelah cukup lama terdiam Andre yang merasa haus ingin mengambil air minum di kulkas mini yang terdapat di pojok ruangan kerjanya, saat menoleh dia di kejutkan oleh Alvino Bramantyo yang merupakan sahabat sekaligus asisten pribadinya di kantor.
" hah astagfirullah " ucap keduanya secara bersamaan disaat Andre yang tiba tiba bangkit dan menoleh ke arah Vino, begitu pun Andre yang terkejut tiba tiba ada seseorang yang berdiri di hadapannya.
" Vino ngapain kamu ke sini, gak ketuk pintu lagi gak sopan tau " ucap Andre yang mendadak jengkel karena terkejut tadi melihat Vino.
" eh eh gak pak maaf tadi saya sudah ketuk pintu berkali kali tapi bapak yang gak jawab jawab ya saya takut bapak kenapa kenapa eh pas saya buka malah bapak senyum senyum sendiri seperti orang gila ups..." ucap Vino yang sedikit keceplosan.
" APA!!! VINO!!! " teriak Andre yang kesal ber campur malu di lihatin Vino dari tadi melamun sambil senyum senyum sendiri.
" he he he maaf pak saya kan gak tau kalau bapak lagi kasmaran ups.." ucap Vino yang keceplosan lagi sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.
Andre yang mendengarnya pun langsung menatap Vino dengan tajam seperti seekor elang yang ingin memangsa lawannya. Vino yang melihatnya sedikit takut, tiba tiba bulu kuduk nya berdiri.
" he he he maaf pak " ucap Vino yang menyesal akan perkataannya tadi yang sekarang membakitkan singa tidur sambil menunjukkan dua jari tanda perdamaian.
setelahnya Vino maju mendekati Andre yang sudah kembali duduk ke kursi kebesarannya setelah mengambil air dingin di pojokan ruangan untuk menyerahkan berkas berkas yang perlu di tanda tangani oleh Andre.
setelah menyerahkan berkas bukannya kembali keruangannya sendiri Vino malah duduk di kursi depan meja kerja Andre.
" Dre jujur sama gue lo suka ya sama seseorang ? " tanya Vino yang sudah tidak menggunakan bahasa formal karena saat ini dia ingin membahas masalah pribadi sahabatnya bukan masalah kantor.
Andre yang mendengan sahabat sekaligus asisten pribadinya bertanya bukan dengan bahasa formal seketika mengerti bahwa saat ini dia tengah menjalankan peran sebagai seorang sahabat bukan asisten pribadinya yang mana membuat dia merasa harus menceritakan kegundahan isi hatinya yang menyukai sahabat anaknya.
" huh " helaan napas kasar keluar dari mult Andre, dia merebahkan punggungnya pada sandaran kursi kebesarannya agar nyaman saat bercerita pada Vino.
" gue rasa gue suka sama seseorang deh Vin, tapi gue takut ngungkapin perasaan gue sama dia " ucap Andre yang memulai ceritanya.
" takut kenapa lo, kalau suka ya bilang aja gak usah takut lo kan ganteng dewasa kaya lagi apa coba yang kurang dari diri lo, semua ada Nre pasti wanita wanita diluar sana pada anti mau jadi istri lo apanya yang lo takutin coba " ucap Vino yang mencoba menenangkan kegundahan hati Andre.
" iya kalau itu gue juga tau masalah nya orang yang gue suka itu usianya jauh di bawah gue Vin gue takut dia nolak gue karena gue udah tua " ucap Andre yang mencurahkan isi hatinya pada Vino.
" kalau itu sih gampang Nre zaman sekarang kalau harta dan tahta sudah ada dia mah langsung klepek klepek gak peduli terpaut umur berapa pun meski udah aki aki kalau punya uang banyak tetep kecantol, udah santai aja " ucap Vino yang tidak tau siapa cewek yang di sukai oleh Andre.
" lo itu, masalahnya cewek yang gue sukai itu seumuran sama Ana, lebih tepatnya sahabat anak gue sendiri ".
" ohhhh... eh.. APA "