
" Aaaaaaa....."
Tia terkejud melihat penampilan Andre yang hanya menggunakan handuk di pingggangnya karena baru selesai mandi.
Tia langsung membalikkan badan dan memunggugi Andre dengan jantung yang berdetak sangat kencang.
" mmmm maaf om Tia nggak tau kalau om Andre lagi mandi tadi Tia panggil panggil gak ada suaranya jadi Tia langsung masuk, sekali lagi maafin Tia ya om Tia nggak sengaja Tia cuma mau manggil om buat makan malam ".
Tia takut Andre akan memarahinya karena masuk kamar tanpa ijin.
Tia meremas baju yang di kenakannya, tangannya berkeringat dingin dan dia terus menunduk karena tidak berani menatap Andre.
" iya gak papa kamu boleh pergi nanti saya nyusul ke bawah ".
Andre sebenarnya juga terkejud melihat Tia ada dikamarnya, jantungnya berdetak dengan sangat kencang seperti habi lari maraton.
setelah memberi tahu Andre, Tia langsung keluar kamar Andre dengan tergesa gesa.
sesampainya di meja makan Tia langsung duduk tanpa berbicara apapun, Ana yang melihat gelagat sahabatnya bertanya tanya apa yang terjadi dengan sahabatnya.
" Tia kamu kenapa kok kayak habis liat hantu gitu " tegur Ana yang melihat wajah Tia yang sedikit pucat karena terkejut.
" ha ada apa An ? " tanya Tia yang sedikit terkejut dengan keberadaan Ana di depannya.
" kamu kenapa kok muka kamu agak merah sih kamu sakit ? kalau sakit ayo kita ke rumah sakit sekarang " melihat wajah merah merona Tia, Ana sedikit kawatir apakah sahabatnya sakit.
" eh gak usah An aku cuma kepanasan aja tadi gak papa kok, gak usah bawa ke rumah sakit ".
" tapi wajah kamu merah lo Ya beneran gak papa " Ana masih kekeh ingin mengajak sahabatnya kerumah sakit.
" iya gak papa ".
" kok masih belum di makan sih makanannya ? " tanya Andre yang melihat makanan masih rapi di meja makan saat dia baru turun setelah bersih bersih.
" mau nungguin Daddy ya ? " sambungnya sambil menggoda sang putri tercinta.
" iya nungguin Daddy lama banget sampai jamuran kita iya gak Tia " jawab Ana dengan memasang wajah kesalnya.
" yaudah sekarang kita makan jangan ngomong terus " ajak Andre pada Ana dan Tia.
" iya om / Dad " jawab Tia dan Ana secara bersamaan.
setelah mereka menyalesaikan acara sarapan pagi, mereka langsung kembali ke kamar masing masing dan Tia besiap akan pulang kerumah.
" Tia, kamu gak menginap satu hari lagi gitu buat temenin aku " Ana masih mencoba membujuk Tia agar mau menginap satu hari lagi di rumahnya.
" kapan kapan aku menginap lagi An sekarang aku pulang ya " Tia mencoba merayu Ana agar memperbolehkan dia untuk pulang ke rumah nya.
" yaudah tapi kamu janji ya kapan kapan nginap di sini lagi ".
" iya iya nanti kalau ada waktu lagi, om aku pamit pulang dulu ya " pamitnya sambil menyalami tangan Andre.
" iya hati hati di jalan, pak kalau bawa mobil hati hati " jawab Andre sampil menasehati sang sopir.
" iya tuan ".
mobil pun melaju meninggalkan kediaman mewah Andre.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit akhirnya mobil yang ditumpangi Tia sampai di depan gang masuk rumah nya.
" makasih ya pak sudah nganterin pulang " ucap Tia setelah turun dari mobil.
" iya non sama sama " jawab pak sopir dari dalam mobil.
" iya non mari ".
setelah nya mobil melaju meninggalkan Tia yang masih berdiri disana sambil memandang mobil nya.
setelah itu Tia masuk ke dalam gang dengan jalan kaki menuju rumahnya.
setelah berjalan kaki selama 5 menit akhirnya Tia sampai di rumah nya dan terlihat sang ibu sedang duduk di teras menunggunya pulang.
" assalamualaikum bu " sapanya sambil menyalami tangan sang ibu.
" waalaikum salam kamu dari mana aja Tia kemarin gak pulang dan baru pulang sekarang " terlihat raut wajah kawatir di wajah ibunya.
" maaf bu kemarin Ana gak ada yang jemput jadi Tia antar pulang dan ternyata setelah sampai di sana terlihat mendung udah mau turun hujan jadi sama Ana disuruh menginap di rumahnya " jelas Tia dengan lembut agar sang ibu mengerti.
" kamu itu biki kawatir aja ibu pikir kamu diculik " ucap ibu nya sambil memukul lengan anak nya dengan pelan.
" sekali lagi maaf ya bu besok besok Tia kabari kalau mau kemana mana biar ibu nggak bingung ".
" iya, yaudah sekarang kamu mandi ganti baju terus istirahat ".
" iya bu ".
" oh iya kamu udah makan ".
" sudah bu sebelum pulang Tia di ajak makan dulu sama Ana dan ayahnya ".
" yaudah kalau gitu mandi gih ".
setelah mandi dan berganti baju Tia langsung duduk di kasur dengan membayangkan adegan tadi saat dirinya mendatangi kamar Andre dan mendapati Andre yang baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk sepinggang.
mengingat itu membuat Tia malu dan senyum senyum sendiri, pipi nya pun merah merona bak tomat matang.
" aaaa.. malu nya aku kenapa tadi juga aku harus masuk segala nunggu di depan kek sampai om Andre buka pintunya bukan malah nyelonong masuk aja gak sopan, aduh gimana nih malu banget aku sama om Andre " monolog nya pada diri sendiri.
" aahh biarin aja lah pikin besok sekarang aku mau tidur aja capek nih ".
setelahnya Tia langsung berbaring di kasur nya dan mulai menuju alam mimpi.
keesokan hari nya
hari ini adalah hari senin dimana semua kegiatan dimulai dari sekolah, bekerja, dll. setelah kemarin libur selama satu hari.
seperti biasa Tia bangun pagi pagi setelah mandi dan sholat subuh Tia langsung ke dapur untuk membuat sarapan untuk keluarga nya.
setelah sarapan telah siap di meja makan Tia bergefas ke kamar dan ganti baju sekolah untuk segera berangkat sekolah.
" pagi pak, bu" sapa Tia yang melihat orang tuanya sudah di meja makan untuk sarapan bersama di meja makan.
" pagi nak, kata ibumu semalam kamu baru pulang ya dari rumah Ana temen kamu itu " tanya bapak Tia yang penasaran dengan jawaban anaknya.
" iya pak maaf kemari Tia disurung menginap di rumah Ana karena setelah mengantar Ana sampai di rumah tiba tiba hujan turun deras banget di sana nggak ada taksi dan kalau maksa pulang nanti bisa kecelakaan karena jalan nya licin jadi Tia nginap aja di rumah Ana " jelas Tia dengan panjang lebar.
" yaudah gak papa tapi lain kali jangan ulangi lagi ya kalaumau nginap di rumah temen kamu, kamu bilang dulu sama kami biar kami gak kawatir " nasihat Bapak Tia dengan penuh kelembutan.
" iya pak ".
" yaudah sekarang kita sarapan nanti kamu terlambat lagi ke sekolah " ucap ibu menyudahi pembicaraan bapak dan Tia.
mereka pun sararapan bersama dengan hening dan hanya terdengan suara sendok yang beradu dengan piring. setelah selesai makan Tia langsung berangkat sekolah dan tak lupa membawa bekal makanan untuknya dan Ana.