
" Ih ibu apaan sih " Tia sungguh malu mendengan godaan dari ibunya tersebut.
" Kalau saya sih terserah Tia saja mau nya gimana " Ucap Andre.
" Yaudah itu mah terserah kalian mau nya gimana kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan saja " Ucap ayah menengahi.
Mereka mengobrol tidak begitu lama karena mereka juga harus pulang kerumah Andre.
" Yaudah yah bu kami pamit pulang dulu, assalamualaikum '' ucap Andre sambil mencium punggung tangan ayah dan ibu, di ikuti oleh Tia dan Ana.
Mereka akhirnya pulang menuju ke rumah Andre. Di dalam mobil, Andre dan Tia terus saja bermesraan hingga membuat Ana yang melihatnya menjadi gerah, maklum lah ya namanya juga pengantin baru.
Tak lama mobil sudah sampai di halaman rumah Andre, namun Andre dan Tia tidak menyadari itu karena mereka masih saja sibuk bermesraan.
" Ehm Daddy sama Mommy mesra mesraan terus, mentang mentang pengantin baru yang lain di lupain, berasa dunia milik berdua yang lain mah ngontrak " ucap Ana menyindir pengantin baru tersebut.
" Eh kok berhenti emang udah sampai ? " tanya Andre yang melihat mobil sudah berhenti tanpa menyahuti sindiran sang Anak.
" Belum... ya sudah lah Dad dari tadi malah, makanya jangan mesra mesraan terus sampai gak tahu kalau kita udah sampai rumah " ucap Ana dengan nada sewot.
Setelahnya Ana memutuskan untuk turun dan masuk kedalam rumah dari pada melihat orang tuanya bermesraan.
Sedangkan Andre langsung turun dan membukakan pintu untuk sang istri tercinta.
" Makasih mas " ucap Tia dengan wajah merah nya karena masih malu dengan ucapan anak sambungnya tadi.
" Sama sama sayang "
Mereka akhirnya masuk kedalam rumah dengan bergandengan tangan kayak orang lagi nyebrang aja ya.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya '' ucap bibi menyambut tuan rumah dan istri barunya.
" Oh ya bi kenalkan ini Tia istri saya, sekarang semua kebutuhan rumah akan saya serahkan pada Tia istri ku jadi nanti kalau bibi ada perlu atau gimana bisa konfirmasi sama Tia " ucap Andre.
" Baik Tuan "
" Yaudah kalau gitu kami masuk dulu ya " ucap Andre sebelum menaiki tangga menuju kamar.
Sesampainya di kamar Andre langsung mengunci pintu dan memeluk Tia dari belakang hingga membuat Tia kaget.
" Ih mas bikin orang kaget tahu gak, nanti kalau jantungan gimana " ucap Tia sedikit kesal namun jantungnya berdetak begitu cepat antara kaget dan gerogi di peluk oleh Andre.
" Hehehe ya maaf yang, aku kan kangen pengen peluk kamu " ucap Andre dengan gombalan mautnya.
" Kangen apanya dari tadi kita juga sama sama terus " ucap Tia mencibir gombalan Andre.
" Ih kok gitu sih yang " ucap Andre nengan nada merajuk.
" Gitu gimana sih mas udah ah aku mau beres beres ini, sanaan deh jangan ganggu " ucap Tia mengusir Andre.
" Ih yang kamu gak peka banget deh, ini coba rasa kan " ucap Andre sambil menuntun tangan Tia untuk memegang mentimun nya yang sudah menegang.
" Ih mas kok bisa gitu sih ? " ucap Tia bingung sekaligus malu karena telah menyentuh aset berharga sang suami.
" Emm gimana ya mas emm...... " ucap Tia sedikit takut campur gerogi.
" Tenang sayang mas akan pelan pelan dan mengkin ini akan sakit pada awalnya karena ini yang pertama untuk mu tapi nanti juga enak sendiri kok " ucap Andre merayu sang istri.
" Emm.... yaudah deh tapi janji ya pelan pelan " ucap Tia.
" Iya mas akan pelan pelan , yaudah sekarang kita wudhu lalu sholat sunah ya " ucap Andre setelahnya mereka masuk ke kamar mandi bergantian untuk mengambil wudhu dan tak lama setelah itu mereka sholat sunah dua rakaat dan berdoa pada Allah swt. agar di berikan keturunan yang sholeh sholihah. Setelah itu Andre dan Tia melafalkan doa bersama.
Akhirnya malam pertama mereka terlaksana. Tia yang amatiran karena baru pertama kali untuknya dibimbing oleh Andre yang sudah pernah menjadi ahli dalam bidang ini meski sempat cuti selama kurang lebih tujuh belas tahun.
Karena sibuk memadu kasih entah sampai jam berapa mereka seakan lupa segalanya. Setelah acara yang tidak bisa di tunda tersebut membuat mereka langsung terkapar diatas ranjang tanpa memperdulikan tubuh mereka yang masih polos dan hanya tertutup oleh selimut tebal tersebut.
Tak terasa waktu sudah berjalan begitu cepat, matahari sudah tampak gagah menampakkan cahayanya seolah memberi tahu pada penduduk bumi bahwa sudah waktunya untuk beraktivitas.
Tia yang masih lelah akibat pertempuran tadi malam pun terpaksa membuka mata setelah merasakan cahaya matahari yang masuk kedalam kamar melalui celah celah gorden yang terselingkap.
" Emm... udah pagi ya " Tia meraba raba nakas samping tempat tidur untuk melihat jam.
Setelah melihat jam betapa terkejutnya dia karena jam sudah menunjukkan pukul enam lebih lima belas. Dia pun bergegas bangun untuk mandi dan bersiap ke sekolah.
" Aduh kok telat sih ? pasti gara gara semalam , ih apalagi hari ini hari senin lagi " Tia pun bersiap ke sekolah sambil menggerutu karena kesiangan.
Tak lupa dia juga membangunkan suaminya yang masih tidur sambil memeluk guling dengan tubuh polosnya di bawah selimut tersebut.
" Mas bangun udah siang ini, aku mau berangkat sekolah nanti telat, mas " Tia menghampiri Andre dan mengguncang tubuhnya agar segera bangun.
" Emm emang ini udah jam berapa yank, kalau telat libur aja " Jawab Andre tanpa membuka mata tapi malah menaikkan selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya sampai kepala.
" Ih mas gak bisa gitu dong aku sekarang ada ujian gak bisa libur seenaknya " Ucap Tia masih tidak menyerah.
" Iya iya ini mas bangun " Akhirnya Andre terpaksa bangun karena dia tidak mau membuat istrinya cemberut.
Setelah memastikan Andre masuk kamar mandi, Tia pun menyiapkan baju ganti dan setelahnya dia turun menuju dapur.
Di dapur Tia melihat Ana sudah duduk dengan anteng di meja makan sambil menyantap nasi goreng yang disiapkan oleh pelayan.
" Tumben Mom kesiangan pasti gara gara Daddy ya ? " Ucap Ana yang melihat Tia baru turun ke meja makan untuk sarapan.
" Iya Daddy kamu susah banget di bangunin " Jawab Tia.
" Biasa lah Mom namanya juga Pengantin baru apalagi Daddy kan udah lama duda jadi ya gitu deh " Ucap Ana dengan santainya tanpa melihat muka Tia yang sudah memerah karena malu mendengar ucapan anak sambungnya.
" Hus kamu itu kalau ngomong kayak udah berpengalaman aja padahal pasaran aja belum " Tegur Tia.
" Hehehe maaf Mom " Ucap Ana.
" Iya lain kali jangan gitu lagi ".
Tak berapa lama Andre sudah berada di meja makan untuk sarapan, Tia pun langsung sigap mengambilkan makanan ke dalam piring Andre.