
Setelah makan malam Andre, Ana dan Tya duduk di ruang tamu sambil mengobrol.
" An tadi pulang naik apa ? maafin Daddy ya tadi Daddy ada urusan mendadak dan lupa ngabarin kamu " ucap Andre dengan raut wajah penuh penyesalan.
" iya Dad Ana ngerti, kan Daddy kerja juga buat Ana " Ana mencoba berpikir dewasa karena dia merasa dia tidak boleh egois Daddy nya juga pasti banyak kerjaan di kantornya.
Andre yang mendengar jawaban dari putri semata wayangnya itu tersenyum bangga putrinya yang biasanya kekanak kanakan sekarang menjadi lebih dewasa.
" An makasih ya udah mau ngertiin Daddi dan maaf Daddy mungkin terlalu sibuk akhir akhir ini jadi kurang perhatiin kamu ".
" iya Dad Ana gak papa kok Daddy tenang aja ya ".
" oh iya Tia tinggal dimana ? " tanya Andre yang sedikit penasaran dengan sahabat anaknya.
" eh iya om Tia tinggal di sekitar sekolahan mungkin jaraknya sekitar 30 m om " Tia sedikit gugub karena pertanyaan dari Andre.
" oh jadi kamu kalau berangkat dan pulang sekolah jalan kaki, dijemput atau gimana ? " tanyanya lagi.
" emm lebih sering jalan kaki om itung itung penghematan apalagi jaraknya juga tidak terlalu jauh " Tia meremas tangannya untuk mengurangi kegugupannya.
" pekerjaan orang tua kamu apa ? ".
" bapak saya punya toko bangunan kecil kecilan pak kalau ibu saya ibu rumah tangga biasa ".
" oh bapak .. ".
" STOP ".
ucapan Andre terpotong oleh teriakan Ana.
" ih Daddy apaan sih kok wawancarai sahabat Ana kaya mau daftar jadi istrinya Daddy aja " Ana sedikit sebal karena Andre mengintrogasi Tia seperti tahanan yang membuat Tia kurang nyaman.
" hah " Andre sedikit terkejud dengan ucapan Ana meskipun ia aku sedikit tertarik dengan sahabat anaknya tapi dia cukup sadar diri karena dia dan Tia terpaut usia yang cukup jauh yaitu sekitar 20 tahun ke atas.
sedangkan Tia juga merasa terkejud dan malu atas ucapan sahabatnya itu dia tidak menolak pesona Andre karena dia akui meski Andre cukup tua dia tetap terlihat gagah dan dewasa.
" udah udah ngobrolnya kok pada mlenceng sih ? ". Andre yang malu ketahuan putrinya karena menyukai sahabat putrinya mencoba mengalihkan pembicaraan.
" ayo Daddy malu ya ngaku aja Dad aku nggak papa kok kalau punya ibu sambung yang usianya sama kaya aku yang penting dia baik dan perhatian iya gak Ya " goda Ana pada Daddy dan sahabatnta itu.
Tia yang mendapat godaan dari sahabarnya hanya bisa tertunduk malu dan Andre yang mengetahui ekspresi sahabat putrinya merasa senang melihat semburat merah merona di pipi sahabar putrinya dan mencoba membantu agar dia tidak terpojok.
" udah Ana sekarang kamu tidur udah malam ini jangan banyak begadang gak baik buat tubuh dan ajak Tia sekalian " ucap tegas Andre agar pembicaraan mereka segera selesai.
" ih Daddy mah gitu gak bisa apa aku tidur nanti aja besok kan libur " Ana mencoba menawar karena dia masih belum ngantuk.
" nggak ada nanti nanti sekarang tidur udah malam " .
" ih... terserah lah yaudah Ya ayo kekamar " ajak Ana pada Tia sambil berdiri menuju kamar.
namun saat akan berjalan dia kembali berbalik dan mengatakan.
" nanti singanya ngamuk hahaha.... " sambil menggandeng tangan Tia dan berlari Ana terus tertawa terbahak bahak.
" hei kamu ngatain Daddy singa awas ya kamu Ana ". Andre mencoba mengejar Ana tapi saat sampai di lift, liftnya sudah tutup.
Andre hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan putrinya.
sedangkan sekarang Ana dan Tia sudah sampai di kamar Ana.
" An kenapa kamu tadi ngimong gitu sama Daddy kamu " Tia mencoba memberi nasehar pada Ana agar tidak mencoba lagi menjodoh jodoh kan dia dengan Daddynya.
" ihh terserah sekarang kita tidur nanti Daddy kamu kesini dan marahin kamu karena belum tidur baru tau rasa kamu " Tia yang merasa maku mencoba mengalihkan pembicaraan agar Ana tidak menggodanya lagi.
" iya iya mommy ayo tidur ".
" An " .
" hahaha iya iya ".
keesokan harinya seperti biasa Tia bangun pagi dan melaksanakan sholat subuh setelahnya membangunkan Ana untuk sholat dan turun ke dapur untuk memasak sarapan setelah memastikan Ana masuk kamar mandi dan berwudhu.
" pagi bi mau masak apa ? ". tanya Tia yang melihat bi Inem yang sudah lebih dulu di dapur.
" eh non Tia ngagetin aja deh " bi Inem yang dari tadi fokus memasak merasa terkejud di panggil Tia yang tiba tiba sudah ada di belakang nya.
" hehehe maaf bi Tia ngagetin abis bibi serius amat sih hehe, bibi mau masak apa bi biar Tia bantuin ya " Tia yang merasa bersalah meminta maaf pada bi Inem dan menawarkan membantu bi Inem masak.
" eh gak usah non biar bibi aja " .
" enggak papa bi sini Tia bantuin biar cepet selesai ".
akhirnya bi Inem mengalah dengan Tia dan membiarkan Tia membantunya memasak sarapan.
setelah sarapan selesai Tia bergegas ke kamar dan membangunkan Ana yang masih tertidur pulas habis sholat subuh tadi.
" An bangun sudah pagi ayo kita sarapan " Tia membangunkan Ana sambil menggoyangkan punkak sahabatnya itu agar segera bangun.
" ihh Tia ini masih pagi aku masih ngantuk nanti aja ya " jawab Ana tanpa membuka mata.
" gak ada nanti nanti udah cepetan bangun aku udah masakin makanan kesukaan kamu " ucap Tia dengan masih menggoyangkan pundak Ana.
Ana yang mendengar Tia memasak makanan kesukaannya langsung membuka mata dan duduk.
" ha beneran yaudah aku siap siap dulu kamu bangunin Daddy aja dulu " ucap Ana dan langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi.
Tia merasa ragu untuk membangunkan Andre tapi ana sudah menyuruhnya jadi dia hanya bisa pasrah dan sekarang dia sudah ada di depak kamar Andre.
" adu bangunin gak ya tapi gimana ya " Tia masih bingung mau bangunin Andre atau tidak.
setelah beberapa menit mencoba mengumpulkan keberanian akhirnya Tia mengetuk pintu kamar Andre.
" tok tok tok "
" om, om Andre "
" tok tok tok "
" kok gak ada suaranya ya coba masuk aja deh nanti ada apa apa lagi sama om andre ".
karena merasa tidak ada jawaban dari dalam kamar Andre, Tia mencoba membuka kamar Andre yang tidak terkunci.
" cklek "
" eh gak dikunci ternyata " Tia langsung masuk kamar Andre dan mencari Andre di sisi kamarnya.
" om, om Andre " Tia masih mencoba memanggil Andre namun tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan Tia langsung melihar kearahnya.
Andre yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya terkejud melihat ada orang lain di kamarnya.
" Aaaaa "