MY BEST FRIEND IS MY MOM

MY BEST FRIEND IS MY MOM
1



" Ana apa yang sedang kau lakukan di sini " tanya Mutia pada sahabat satu satunya itu.


" Tia aku sedang menunggu Daddy ku, dia katanya mau menjemputku tapi sampai sekarang kenapa belum datang juga ya ? " jawab Andriana dengan raut wajah yang sedih.


" baiklah aku akan menemanimu menunggu Daddy mu menjenput " kata Mutia menenangkan Andriana.


Setelah mendengar jawaban dari Mutia, Andriana langsung memeluk sahabat nya itu dengan raut wajah bahagia .


" terimakasih Tya kamu memang sahabat sejati ku "


" iya iya sudah sekarang kita duduk di sana capekni berdiri terus " jawab Mutia sambil menunjuk bangku di taman sekolah nya.


Setelah menunggu hampir 1 jam lamanya namun jemputan Andriana masih belum datang akhirnya Mutia memesan taksi online untuk mengantar Andriana karena jika menggunakan angkutan umum dapat membuat Andriana tidak nyaman karena dia tidak pernah menggunakan angkutan umum.


Setelah 15 menit menaiki taksi online akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah dengan lantai 3.


Mereka turun setelah membayar dan disambut pak maman satpam yang bekerja di rumah Andriana hampir 20 tahun lamanya.


" non Ana kok baru pulang dan kenapa naik taksi online apa bapak tidak menjemput non di sekolahan ? " tanya keheranan Pak maman pada Ana yang baru pulang karena biasanya Ana akan pulang tepat waktu paling lambat 1 jam dan ini sudah hampir magrib sedangkan pulang sekolah sekitar jam 2 siang.


" Daddy nggak jemput Ana pak, padahal tadi Ana udah nunggu hampir 3 jam jadi Ana pulang dari pada nginep di sekolahan " jawab Ana dengan wajah di tekuk


" yaudah pak Ana masuk dulu ya pak mau istirahat capek "


" iya non silahkan "


" ayo Tya masuk dulu ini udah hampir magrib gak baik keluyuran magrib magrib " ajak Ana pada Tya sambil menggandeng tangannya


" nggak deh An aku nggak enak sama Daddy kamu, aku pulang aja ya " pinta Tya yang merasa tidak enak pada ayah sahabatnya karena ini pertama kali baginya menginjakkan kaki dirumah sahabatnya karena selama mereka bersahabat hampir 3 tahun lamanya Tya tidak pernah kerumah sahabatnya, dia merasa tidak enak karena dia anak dari kalangan orang sederhana tidak seperti sahabatnya Ana yang dari kalangan orang kaya meski hanya bersama Daddy nya karena Mommy Ana sudah meninggal saat Ana berumur 1 tahun karena mengidap penyakit kangker otak stadium akhir.


Tya dan Ana bertemu dari masuk kelas 1 di SMA NUSA GUNA mereka bersahabat karena pada saat itu Ana yang menyebrang kurang hati hati dan hampir tertabrak mobil diselamatkan oleh Tya yang melihat Ana melamun sambil menyebrang jalan, mulain dari hari itu Tya dan Ana bersahabat, mereka selalu bersama apalagi sifat Tya yang penyayang meski sedikit bar bar membuat Ana merasa mendapatkan kasih sayang seorang ibu yang selama ini dia tidak dapatkan.


setelah sampai di dalam rumah Tya merasa terkagum kagum melihat besarnya isi rumah Ana yang menurutnya juga indah, barang barang disana berharga ratusan juta rupiah.


" Ana apakah ini benar rumah mu indah sekali rumah mu luas lagi ini bisa digunakan Aryo main sepak bola " tanya Tya yang kagum pada rumah sahabatnya.


" hahahaha emang Aryo bisa main bola " jawab Ana sambil tertawa karena merasa lucu dengan sifat sahabatnya yang ceplas ceplos dan sedikit bar bar.


" iya sih Aryo kan baru 1 bulan hehehe " jawah Tya yang malu akan pertanyaannya tadi karena Aryo adalah anak tetangga rumahnya yang masih berumur 1 bulan lebih.


sekarang mereka berada di sebuah kamar bernuansa putih di lantai 3, kamar itu adalah kamar Ana karena Ana menyukai warna netral jadi dia memilih putih sebagai warna favoritnya.


" Tya ini baju kamu pakai saja kamu pasti gerah dan tidak nyamankan mandilah itu kamar mandinya " ucap Ana sambil menunjuk pintu di sebelah lemari pakaiannya.


" iya kalau begitu aku mandi dulu ya " jawab Tya sambil melangkah menuju kamar mandi


setelah hampir 15 menit di dalam kamar mandi akhirnya Tya keluar dengan rambut yang basah.


" ih.. Tya enggak ya aku nggak bau tau " jawab Ana sambil menekuk wajahnya karena kesal di katain bau oleh sahabatnya meskipun begitu ia tetap melangkah menuju kamar mandi.


" kamu jangan kemana mana habis ini kita makan malam " sambung nya.


" An aku ke bawah ya mau bantuin bibi masak " tanya Tya saat ana baru masuk kamar mandi.


" nggak usah Tya bibi sudah biasa masak sendiri " jawab Ana dengan membuka sedikit pintu kamar mandi.


" tapy aku nggak enak An ya " jawab Tya yang merasa tidak enak pada tuan rumah karena tidak membantu


" terserah nanti aku nyusul " jawab Ana yang sudah kehabisan kata kata meladeni sahabatnya yang keras kepala.


setelah sampai di lantai 1 Tya bergegas ke dapur untuk membantu bibi memasak.


" bi lagi masak apa biat Tya bantuin ? " tanya Tya pada bibi yang sedang memasak makan malam di dapur.


" eh enon, enon yang temenya non Ana kan ? " tanya bibi pada Tya karena baru melihatnya di rumah ini.


" iya bi saya Tya temennya Ana " sambil mengulurkan tangan pada bibi.


" eh iya nama bibi inem biasa dipanggil bi inem " balas bi inem sambil menyambut uluran tangan Tya.


" eh iya bi ini bibi masak apa ? " tanya Tya yang penasaran dengan masakan bi inem karena baru pertama kali melihat masakan tersebut.


" oh ini non, ini namanya tumis pare dan kangkung " jawab bi inem.


"ha tumis pare bukannya pare itu pahit ya bi kok di masak sih rasanya gimana itu bi ? " tany Tya ya bergidik ngeri melihat tumis pare dan kangkung.


" hehehe rasa enak kok non ini itu makanan kesukaan bapak katanya menyehatkan " jawab bi inem sambil cekikikan melihat ekspresi wajah Tya.


" terserah deh bik, ini mau masak apalagi bi biar Tya bantuin "


" nggak usah non, non Tya duduk aja di sana biar bibi yang masak " tolak bi inem yang merasa sungkan di bantuin temen majikannya.


" nggak papa bi biar cepet selesai ini udah hampir jam delapan " jawab Tya yang tetap kekeh mau membantu bi inem masak.


" ya udah non Tya cuci aja ayamnya nanti di goreng kalau minyaknya sudah panas " jawab bi inem yang sudah pasrah menghadapi keras kepalanya Tya, setelahnya bi inem menyerahkan daging ayam yang baru di ambil dari frizer.


" ok " jawab Tya.


setelah mencuci daging ayam tersebut Tya langsung melumuri daging dengan tepung dan langsung menggorengnya dalam wajan yang sudah berisi minyak panas.


saat tengah asik memasak sambil bercanda dengan bi inem terdengar suara deheman seseorang.


" eehhmmm "