MY BEST FRIEND IS MY MOM

MY BEST FRIEND IS MY MOM
13



Tak terasa sudah sebulan sejak hari di mana Tia dengan resmi dilamar oleh Andre dan sekarang adalah hari yang paling ditunggu tunggu oleh Tia maupun Andre.


Tepat hari ini adalah hari yang paling bersejarah untuk keduanya, baik Tia maupun Andre tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia meraka.


Sejak tadi malam Tia tidak bisa tidur sangking gugupnya dia untuk menunggu esok hari, dan tepat pukul empat dihari tadi dia sudah mulai di rias oleh penata rias yang sudah di pilih oleh keduanya.


Tak jauh beda dengan Tia, Andre pun dari semalam tidak bisa tidur, dia begitu gugup takut salah melafalkan ijab kabul besok padahal ini bukan untuk yang pertama kali bagi nya.


********


Tepat pukul delapan pagi rombongan dari Andre sudah tiba di kediaman Tia dan keluarganya karena nanti mereka akan melakukan ijab qabul tepat pada pukul sembilan pagi.


Tia sudah sangat gugup bahkan tangannya sudah gemetar dan berkeringat dingin, tak jauh beda dengan sang calon istri Andre bahkan sudah ingin kencing dan buang air besar sangking gugup nya dia.


Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat dan acara pun sudah di mulai hingga kini tibalah pada acara puncak. Andre dengan tangan yang sudah bergetar di sertai keringat dingin mulai berjabatan dengan tangan ayah Tia sekaligus calon mertuanya.


Tidak cuma Tia dan Andre tapi semua tamu undangan juga ikut deg deg an menyaksikan acara ijab qabul tersebut hingga terdengar suara SAH dari para tamu undangan yang langsung membuat hati Tia maupun Andre begitu lega bagai terkena hawa sejuk dan semua beban di hati terangkat sempurna.


Tia mulai menyalami Andre dan di teruskan sungkem kepada orang tua, di karenakan kedua orang tua Andre sudah meninggal maka acara sungkeman hanya dilakukan pada kedua orang tua Tia saja.


*******


Setelah rangkaian acara yang begitu menegangkan tadi kini sepasang pengantin baru tersebut berada di kamar Tia.


'' Hem yang sini kok duduknya jauhan udah sah juga '' Ucap Andre yang dari tadi melihat Tia duduk di tepi ranjang tanpa bergeser sedikit pun.


'' Emm iya mas '' Tia mulai duduk di samping Andre.


'' Yang kamu mau madi dulu apa aku dulu ? '' Tanya Andre setelah Tia duduk di sampingnya.


'' Emm aku dulu ya mas ini udah gerah banget dari tadi ''


'' Yaudah kalau gitu kamu mandi dulu aku mau istirahat dulu ya nanti kita makan siang di mana ? mau makan di kamar atau di bawah aja ? '' Tanya Andre.


'' Kita makan di bawah aja ya mas bareng bareng sama yang lain dan emm.. mas bisa gak bantuin aku emm '' Ucap Tia sedikit terbata bata karena gugup.


'' Minta tolong apa yang ? '' Tanya Adre penasaran.


'' Emm mas bisa bantuin aku buat lepas gaun nya soal nya ini agak susah ''


'' Oh kirain apa yank, yaudah sini mas bantu lepas gaun nya ''


Andre pun membantu melepaskan pakaian Tia dengan rasa yang campur aduk seperti ada sesuatu yang ingin meledak. Dia berusaha keras menahan gejolak hasratnya yang sudah sekian lama terpendam tiba tiba muncul lagi setelah melihat punggung mulus sang istri.


Tanpa sadar tangan nakal Andre sudah mulai meraba raba punggung mulus sang istri. Sedangkan Tia juga merasakan gejolak yang sama namun ia mencoba memendam nya.


'' Em.. mas ''


'' Eh iya yang, hehehe maaf ya mas kelepasan yaudah sekarang kamu mandi dulu aku mau istirahat sebentar, huh '' Setelah tersadar dengan pikiran kotornya Andre langsung naik ke atas ranjang dan mencoba memendam hasrat yang belum tersalurkan tersebut.


'' Huh kok aku jadi deg deg an gini ya duh gima nih aku kok jadi takut sendiri sih, huh tenang tia tarik nafas hembuskan kamu pasti bisa ''


Selang waktu dua puluh menit an Tia keluar dengan wajah yang segar, lalu dia berjalan ke arah ranjang dan membangunkan suami nya tersebut.


'' Mas mas bangun katanya tadi mau mandi ini aku udah selesai cepetan habis itu kita makan aku udah laper ini mas is '' Tia mengguncang tubuh Andre agar segera bangun.


'' Emm apa sih yang mas masih ngantuk ini '' Andre tak mengindahkan ucapan Tia dia malah balik badan dan memeluk guling dengan erat.


'' Is mas bangun gak aku tinggal nih ''


'' Emm ''


Tak ada pilihan lain Tia akhirnya menggunakan jurus terakhirnya.


'cup'


'cup'


'cup'


Tia menghujami wajah Andrde dengan ciumannya yang membuat Andre mau tak mau harus bangun dari tidur nyenyak nya.


'' Ohh mulai nakal ya istri mas ini, awas kamu ya ''


Andre pun mengejar Tia untuk balas dendam sedangkan Tia yang merasa terancam langsung lari menghindari Andre, mereka akhirnya saling kejar kejaran di dalam kamar Tia. Hingga akhirnya Tia jatuh ke atas ranjang dengan posisi terlentang. Andre pun tidak melewatkan kesempatan dia langsung memeluk Tia dan mengelitik pinggang Tia.


Setelah aksi kejar kejaran tadi kini mereka sudah turun dan menuju meja makan untuk mengisi energi yang sudah terkuras tadi.


'' Ehm pengantin baru mesra banget, capek banget kayaknya habis berapa ronde Dad '' Ucap Ana untuk menggoda pengantin baru tersebut sambil menaik turunkan alisnya.


'' Is Ana kamu apa apa sih malu tahu '' Ucap Tia dengan wajah memerahnya karena malu di goda oleh anak sambung nya tersebut.


'' Sudah sudah kalian ini udah besar juga gak malu apa '' Ucap Ayah menengahi perdebatan antar kedua sahabat sekaligus anak dan ibu sambungnya.


Mendengar perdebatan tersebut membuat mereka hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala lalu melanjutkan acara makan yang sempat tertunda karena perdebatan tersebut.


Setelah selesai semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga.


'' Nak Andre nanti langsung pulang atau mau nginep di sini dulu ? '' Tanya Ayah yang mengawali pembicaraan.


'' Emm begini sebenarnya kami masih pengen nginep di sini tapi gimana ya ayah besok kan Tia sama Ana udah mulai masuk sekolah lagi jadi kita mau pulang aja biar besok gak ribet apalagi seragam Ana juga di rumah dan kita juga mau siap siap dulu membereskan barang barang Tia ke rumah dan setelah urusan kantor dan sekolah selesai kami berencana untuk bulan madu sekalian habis resepsi biar nanti waktunya bisa cukup '' Ucap Andre sedikit gugup.


'' Oh begitu to ya gak papa ayah dan ibu sih ikut aja terserah kalian kalau bisa cepet cepet kasih kami kabar bahagia, kami kan juga pengen gendong cucu, gak papa gak usah nunggu Tia lulus yang penting kan udah sah jadi kalau hamil ya gak papa '' Timpal Ibu sekaligus menggoda pasangan pengantin baru tersebut.


'' Ih ibu baru juga nikah mau minta cucu secepatnya ya mana bisa harus di proses dulu dong kalau pengen cepet dapet cucu bilang dari kemaren kek biar kami cicil dulu '' Ucap Tia dengan santainya yang langsung mendapat tatapan tajam dari mereka terutama ayah, ibu, dan Andre.