MY BEST FRIEND IS MY MOM

MY BEST FRIEND IS MY MOM
15



Setelah sarapan Andre mengantarkan Tia dan Ana menuju ke sekolah. Didalam perjalanan Andre terus menggenggam tangan Tia dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang kemudi.


Ana yang melihat hal tersebut hanya bisa pasrah menjadi obat nyamuk untuk Daddy dan Mommy nya.


Hingga tak terasa mobil mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah. Ana langsung turun setelah menyalami Daddy nya sedangkan Tia masih di tahan oleh Andre dengan beberapa wejangan.


" Iya mas aku pasti akan selalu ingat kalau aku itu udah nikah udah punya suami jadi mana mungkin aku macam macam " Ucap Tia yang sudah mulai jengah dengan sifat Andre yang mulai posesif terhadapnya.


" Iya yaudah kalau gitu mas berangkat ya nanti kalau kerjaan mas sudah selesai mas jemput nanti kamu telfon mas ya, awas lo ya inget udah menikah udah punya suami " Ucap Andre.


" Iya mas yaudah aku pamit dulu ya assalamualaikum " Ucap Tia sambil menyalami Andre sebelum keluar dari mobil.


" Waalaikumsalam " Jawab Andre.


Setelah Tia keluar Andre melajukan mobilnya meninggalkan sekolah tersebut dan menuju kantor.


Setelah melihat mobil sang suami yang sudah tak terlihat lagi Tia pun langsung masuk ke dalam area sekolah dan mendapati Ana yang sedang menunggunya di area parkiran.


" lama amat sih Mom, ngapain aja bikin adek ya ? " Ucap Ana dengan wajah yang di tekuk akibat menunggu Tia yang lama keluarnya.


" Hus kalau ngomong gak bisa apa di filter dulu, area sekolah ini nanti kalau ada yang dengerkan berabe " Omel Tia sambil jalan menuju kelas dengan menggandeng tangan Ana.


" Hehe maaf Mom habis lama banget kan aku jadi bosen nunggunya " Ucap Ana.


Tak lama mereka sampai di kelas dan langsung menuju bangku mereka karena bel sudah terdengar saat mereka baru sampai pintu kelas.


Setelahnya ujian pun di mulai mereka mengerjakannya dengan teliti takut ada yang salah.


" Hus hus Mom hus pes pes " Panggil Ana yang duduk tidak jauh dari Tia.


Mendengar suara orang yang memanggilnya, Tia pun menoleh dan mendapati Ana sedang memanggilnya.


' Apa ' Ucap Tia tanpa suara.


' Nomer 7 8 9 Mom sama 12 ' Ucap Ana juga tanpa suara.


' A B E sama A ' Jawab Tia dengan memperlihatkan lembar jawabannya pada Ana.


" Ekhm " Terdengar suara deheman dari meja guru, membuat mereka serempak menoleh dan melihat guru mereka yang menatap meja belakang dengan tatapan tajamnya membuat mereka langsung terdiam.


Setelah mereka kembali mengerjakan soal ujian dengan diam tanpa suara.


Tak terasa waktu sudah berlalu, bel pulang pun sudah berbunyi sejak sepuluh menit yang lalu, anak anak pun sudah banyak yang meninggalkan kelas dan sekarang di dalam kelas hanya tinggal Tia dan Ana.


Setelah mereka selesai membereskan peralatan sekolah, mereka pun mulai beranjak dan meninggalkan kelas menuju gerbang.


Tia menghubungi suaminya kalau dia sudah selesai ujiannya.


" Mas aku udah selesai nuh ujiannya katanya mau di jemput tadi " Ucap Tia ketika sambungan telfon sudah terhubung.


Terdengar helaan nafas yang cukub berat di sebrang sana.


" Huh maaf ya yang mas gak bisa jemput kamu, siang ini mas ada rapat mendadak gak papa kan tadi mas udah suruh sopir perusahaan buat jemput kalian. Nanti kamu ke perusahaan ya kita makan siang di sini "


" Tapi Ana gimana mas " Ucap Tia yang sedikit mengkawatirkan Ana.


Sesampainya di gerbang terlihat mobil mewah yang cukup familiar bagi mereka sudah terparkir di seberang jalan. Mereka pun melangkah dan mulai menyebarang jalan menuju mobil yang terparkir tersebut.


Setelah mereka masuk ke dalam, mobil pun mulai melaju meninggalkan sekolah. Setelah cukup lama melaju akhirnya mobil berhenti di depan perusahaan milik Andre.


" An kamu beneran gak mau ikut ? " Tanya Tia sebelum turun dari mobil.


" Gak ah nanti ujung ujungnya aku jadi obat nyamuk lagi, mending pulang bisa bocan bobok cantik hahaha sambil nonton drakor" Jawab Ana.


" Yaudah aku tinggal ya " Ucap Tia dan setelahnya dia turun dan masuk ke dalam perusahaan.


Setelah mobil yang di tumpangi Ana pergi melaju meninggalkan perusahaan Tia pun masuk ke dalam dan langsung menuju meja resepsionis.


" Permisi mbak bisa bertemu dengan bapak Andre " Ucap Tia pada resepsionis yang bertugas.


" Maaf dek apa sudah ada janji dengan pak Andre " Tanya resepsionis tersebut dengan heran ada urusan apa atasannya dengan anak sekolahan karena saat ini Tia masih menggunakan seragam sekolahnya.


" Sudah mbak " Jawab Tia.


" Yaudah tunggu sebentar ya " Resepsionis tadi langsung menghubungi sekertaris Andre. Setelah cukup lama akhirnya Tia di perbolehkan masuk.


" Sekarang adek bisa menggunakan lift di sana ruangan presedir ada di lantai paling atas " Ucap resepsionis sambil menunjuk ke arah lift.


" Iya makasih ya mbak "


Tia langsung menuju ke arah lift yang di tunjuk oleh resepsionis tadi. Namun karena sekarang sudah masuk jam istirahat makan siang membuat lift nya sampai penuh, dan mengharuskan Tia untuk antre.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Tia sampai di lantai paling atas. Sesampainya di sana Tia langsung berjalan menuju ruangan paling besar dari ketiga ruangan yang ada di sana yang bertuliskan Presedir.


Sesampainya di depan pintu Tia melihat Vino asisten suaminya. Vino pun memberi hormat pada istri tuannya dan akan memberi tahu tuannya namun di urungkan karena melihat kode dari Tia. Tia pun lansung mengetu pintu ruangan suaminya dan terdengar suara sang suami yang menyuruhnya masuk.


Setelah masuk ke dalam Tia melihat ruangan yang begitu luas lebih luas dari rumahnya yang dulu. Terlihat Andre sedang duduk di kursi kebesarannya tanpa menoleh ke arahnya.


" Ekhm... " Ucap Tia mencoba mengalihkan perhatian suaminya dari dokumen di depannya.


" Ada apa Vin " Ucap Andre tanpa melihat siapa yang datang.


Melihat itu Tia langsung berjalan menuju meja suaminya. Dia melepas kan tas punggungnya dan diletakkan di sofa yang berada tak jauh dari meja Andre.


Sesampainya di samping meja suaminya, Tia langsung menggeser kursi yang di duduki oleh suaminya dan dia langsung duduk di pangkuan sang suami.


Andre yang melihat kelakuan istrinya pun sedikit terkejut pasalnya sang istri belum pernah bersikap agresif selama berhubungan dengannya.


" Mas ih kok aku di cuekin sih sibuk banget ya " Tanya Tia yang masih asik duduk di pangkuan suaminya bahkan dia sekarang mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami.


" Maaf ya yang, mas gak tahu kalau itu kamu mas pikir tadi Vino yang masuk " Ucap Andre dengan wajah memelasnya.


" Iya deh aku maafin yaudah sekarang kita makan ya mas aku udah laper banget ini, tenaga aku udah terkuras buat ujian tadi pagi " Ucap Tia dengan wajah menggemaskannya.


Andre yang melihatnya ingin sekali menerkam sang istri.


" Yaudah mas pesen dulu ya "