
Tak terasa waktu sudah berjalan dengan cepat, tepat hari ini adalah hari yang paling di nantikan oleh Tia dan Andre, karena hari ini merupakan hari dimana Andre akan melamar Tia secara resmi di depan kedua orang tua Tia.
Tia sudah memberi tahu kedua orang tuanya kalau hari ini akan ada seseorang ingin bertemu, namun dia tidak memberi tahu bahwa orang tersebut adalah Andre ayah dari sahabatnya yang berniat melamarnya. Kedua orang tua Tia sempat bingung siapa yang ingin bertemu dengan mereka, mereka merasa tidak punya urusan dengan orang.
'' Tia sebenarnya siapa yang ingin datang kenapa kita di suruh berpakaian rapi begini ? '' Tanya sang ayah yang penasaran.
'' Iya siapa sih, emang kita ada hutang sama orang ya yah ? '' Timpal ibu Tia.
'' Seingat ayah tidak deh bu '' Jawab ayah.
'' Udah ayah sama ibu siap siap aja nanti keburu orangnya dateng '' Suruh Tia pada kedua orang tua nya.
Sementara dimobil Andre tampak sangat gugup bahkan tangannya bergetar dan mengeluarkan keringat dingin.
'' Daddy tenang aja pasti Ayah sama Ibu akan merestui hubungan Daddy dengan Tia apalagi Daddy juga umurnya gak tua tua amat '' Hibut Ana pada Andre yang terlihat gugup wajahnya pun nampak sedikit pucat dengan mengeluarkan keringat di pelipis mata.
'' Tapi Daddy masih gugup gimana nanti pendapat Ayah dan Ibu nya Tia, Daddy takut mereka gak nerima Daddy An ''
'' Udah Daddy jangan berfikir yang tidak tidak lebih baik Daddy berfikir positif dan berdoa semoga Ayah dan Ibu bisa nerima Daddy ''
'' Iya semoga aja merekamau nerima Daddy dengan baik ''
Tak terasa mereka sudah memasuki area jalan yang lebih sempit dan hanya mampu dilewati satu mobil. Terlihat di depan sana ada rumah yang cukup sederhana dengan halaman yang cukup luas untuk memarkirkan mobil. Merekapun berbelok menuju rumah tersebut dan memarkirkan mobil mereka di depan rumah tersebut.
********
'' Mana sih Tia kok lama gak jadi ya tamunya ? '' Tanya Ayah yang sudah tak sabaran.
Tak lama terdengar suara mobil berhenti di halaman depan rumahnya yang cukup luas untuk memarkirkan sebuah mobil.
Orang tua Tia keluar keluar untuk melihat siapa yang datang, mereka menduga orang tersebut adslah orang yang sama yang di maksud putrinya.
Tak lama terlihat Andre dan Ana keluar dari mobil, setelahnya mereka menyapa orang tua Tia yang tengah menyambut mereka dengan ekspresi penuh kebingungan.
Andre memakai pakaian yang tidak terlalu mewah namun tampak rapi, begitu pun Ana dia juga memakai pakaian yang sederhana namun tetap tampak rapi dan sopan.
Orang tua Tia mempersilahkan mereka untuk masuk. Terlihat di meja ruang tamu sudah ada beberapa kue dan jajanan yang tampak nikmat.
Tak lama Tia keluar dengan membawa minuman untuk mereka.
'' Maaf ya Tuan Andre adanya cuma seperti ini '' Ucap Ayah sungkan.
'' Gak papa pak ini saya yang malah merepotkan bapak dengan kehadiran saya dan putri saya ''.
'' Gak merepotkan kok tuan ''
'' Ehm.. begini pak sebenarnya saya ke sini ingin meminang putri bapak '' Ucap Andre langsung pada poinnya.
'' Maksudnya gimana tuan ''
'' Tapi gimana ya Dre, Tia sendiri belum lulus saya takut Tia tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kamu apalagi untuk jadi ibu sambung Ana '' Ucap Ayah mengungkapkan kegelisahannya.
'' Kalau itu insyaallah saya bisa menunggu tia sampai lulus SMA dulu dan saya yakin Tia mampu menempatkan dirinya kapan menjadi sahabat untuk Ana dan kapan menjadi ibu untuk Ana ''.
'' Kalau seperti itu saya terserah Tia saja karena nanti juga dia yang akan menjali kehidupannya ''
Setelahnya semua mata berpusat pada Tia menunghu jawaban Tia. Tia yang menjadi pusat perhatian menjadi gugup dan salah tingkah. Sedangkan Andre jantungnya sudah berdetak sangat cepat menanti jawaban Tia meski waktu itu dia sudah pernah mendengar jawaban Tia tapi dia tetap gugup.
'' Gimana Tia ayah terserah kamu saja ''
'' Emm.. Bismillah dengan izin Allah Tia mau menerima lamaran Daddy dan semoga Daddy mau membimbimng Tia untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk Daddy dan Ana ''.
Mendengar jawaban Tia, Andre merasa beban yang pikiran selama perjalanan hilang seketika, hatinya merasa sanagat bahagia.
'' Jadi mulai sekarang Nak Andre panggil Ayah sama Ibu aja ya '' Pinta Ibu pada Andre.
'' Iya bu ''
'' Jadi mulai sekarang Ana panggil Ayah sama Ibu nenek dan kakek dan Tia Mommy ''
'' Iya dong Tia kan sebentar lagi jadi ibu kamu otomatis ayah sama ibu jadi nenek dan kakek kamu ''
'' Yaudah berarti ini nikahnya kapan '' Tanya Ayah pada Andre dan Tia.
'' Ayah apakah boleh kami menikahnya bulan depan meski Tia dan Ana lulusnya sebentar lagi tapi itu masih sekitar tiga sampai empat bulanan lagi saya takut nanti jadi fitnah jadi kalau boleh saya ingin kami menikahnya bulan depan dan resepsinya setelah Tia dan Ana lulus, apakah boleh yah ? '' Tanya Andre ragu ragu.
'' Emm gimana ya sebenarnya mereka kan lulusnya sebentar lagi tapi yang nak Andre katakan ada benarnya juga ! baiklah kalian bisa menikah bulan depan dan resepsinya nanti nunggu Tia lulus " Ucap Ayah setuju dengan pendapat Andre.
'' Jadi ini nak Andre dan Tia akan menikah bulan depan dan resepsinya nanti nunggu mereka lulus, lalu nanti ijab qabulnya dilaksanakan di mana ? mau di sini atau di mana ? kita bahas sekalian aja nanti biar gak terlalu mendadak untuk nak Andre apalagi pasti pekerjaan nak Andre banyak ''
'' Kalau itu saya terserah Tia aja yah dimanapun itu Andre ikut, mau disini atau di hotel juga gak papa '' Ucap Andre sopan.
'' Gimana nak kamu maunya ijab qabul di sini atau di mana ? '' Tanya Ibu halus.
'' Kalau boleh Tia pengen disini aja yah bu, Daddy gak papa kan ? ''
'' Gak papa nanti saya atur dan mulai sekarang kamu jangan panggil saya Daddy lagi kita kan akan menikah kalau bisa kamu panggil yang lain ajayang penting jangan Daddy '' Pinta Andre pada Tia.
'' Iya bener kata nak Andre sebaiknya mulai sekarang kamu biasakan panggil nak Andre dengan sebutan yang lain jangan Daddy lagi '' Timpal Anyah menyetujui ucapan Andre.
'' Emm... kalau begitu kalau Tia panggil Mas aja gimana gak papa kan ? '' Pinta Tia dengan sedikit ragu.
'' Iya gak papa itu lebih baik dari pada Daddy '' ucap Andre menyetujui panggilan yang Tia sematkan untuknya.
Mereka pun melanjutkan mengobrol mengenai persiapan pernikahan antara Andre dengan Tia yang akan di laksanakan bulan depan.