
04:30.
"Alisha bangun sayang, sholat subuh nak!!" pekik seorang wanita paruh baya didepan kamar anak gadisnya.
"Alisha udah bangun ma" jawab seorang gadis dari dalam sana, yaitu alisha.
Setelah selesai dengan anak gadisnya, wanita itu beralih kekamar sang putra yang sangat susah untuk bangun pagi.
Namanya juga anak laki yakan? wkwk
"Andra bangun!!" pekik sang ibu
"Engh, 5 menit lagi ya ma" jawab andra yang masih menutup matanya
"Bangun sekarang atau mobil mama sita!!" ancam dhira. Karna memang ancaman itu yang ampuh untuk andra.
"Iya ma ini andra bangun" ucap andra seraya mengubah posisinya menjadi duduk.
Setelah selesai mendengar konser pagi, kini mereka semua berkumpul diruang makan guna melakukan aktifitas pagi, yaitu sarapan.
"Pagi mama!! Pagi papa!! Pagi abang!!" ucap alisha ketika semua orang sudah lengkap dimeja makan.
"Pagi sayang" ucap dhira
"Pagi anak papah" ucap anton seraya mencium pipi gembul alisha
Semua nya sudah menjawab ucapan alisha, tapi tunggu kenapa abangnya tidak mengucapkan balik? Aneh.
"ABANG!!!!" teriak alisha tepat dikuping andra
"Apasih sha." ucap andra kesal
"Lo gamau ngucapin selamat pagi buat gue?" ucap alisha yang langsung mengkerucutkan bibirnya
"Pagi juga sha!!" ucap andra yang dibarengi dengan menarik bibir alisha.
"Sakit tau!" ucap alisha.
"Hehe maap, oiya lo berangkat sendiri kan hari ini sha? Atau mau sama gue lagi?" tanya andra
"Gausah, motor gue udah balik gue bisa berangkat sendiri" jawab alisha
Hening, memang anton selalu menerapkan sikap diam saat makan, hingga acara makan pagi selesai anton memecah keheningan.
"Bagaimana hari pertama kalian kemarin?" tanya anton
"Baik pa" jawab andra
"Kamu sayang?" tanya dhira yang kini melirik ke arah alisha
"Kurang baik." ucap alisha yang lagi lagi memajukan bibirnya.
"Loh kenapa sayang?" tanya dhira
"Apa ada yang jahatin kamu nak?" tanya anton
"Biasa ma, pa. Alisha lagi jatuh cinta" ucap andra seraya terkekeh geli. Bukan alisha yang menjawab malah andra yang menjawab. Dasar kakak yang menyebalkan.
"Apasih lo!!" sungut alisha
"Ish nggak mama!!!! Alisha sebel ah sama mama, alisha berangkat duluan, asslamualaikum" ucap alisha yang langsung meninggalkan mereka bertiga tidak lupa dengan kaki yang dihentak hentakkan kelantai bak anak kecil.
"Waalaikumsalam, hati hati sayang!!" pekik dhira yang melihat kepergian alisha.
Disisi lain,,, Ada seorang laki laki yang masih bergulat dengan mimpi indahnya. Dia adalah nando, memang hari ini dia memutuskan untuk tidak pergi kesekolah. Tapi apalah daya, ketika jam sudah menunjukkan pukul 06:30 pagi, Teman teman laknatnya itu datang keapartemennya.
BRAK!!!
Suara pintu kamar nando terbuka dengan kasarnya. Kelakuan siapa lagi jika bukan zio?
"Ndo bangun woi!! Sekolah Sekolah Sekolah!!!!" teriak adnan dikuping nando
"Gue males ah, repot lo! sono sekolah!!" kesal ando pada teman temannya ini.
"Gue tau caranya nan" ucap zio pada adnan dengan cara berbisik
"Gimana?" tanya adnan
"Sebentar ya, liat gue" ucap zio
Adnan melihat gerakan zio yang mendekati kuping nando lalu berbisik, entah apa yang dibisikkan zio pada nando tiba tiba saja
*Satu,,,
Dua,,,
Ti*—
"Zio!!!!!!" pekik nando "Bawa pergi cepetan gue jijik!!!! cari sampe ketemu zio gue gamau tau!!!" lanjutnya dengan suara menggelegar.
"Iya gue cariin, makanya lo mandi dulu gih, trs siap siap kesekolah, gimana?" ucap zio
"Oke gue mandi sekarang, lo buang hewan itu jauh jauh!" ucap nando
"Siap booss!!!" ucap zio.
"Emang lo bisikin apaan dah? kok bisa sampe kek gitu si tu anak?" tanya adnan penasaran
"Tadi tuh gue bawa ini, tikus tikusan. Gue tau nando geli banget sama tikus, makanya gue taro aja disampingnya terus gue bisikin deh, ndo coba lo liat disamping lo, gue bawa sesuatu gitu" ucap zio pada adnan
Nando sudah siap dengan seragamnya. Sudah sarapan, sudah siap dengan segalanya.
"Ayo sekolah." ucap nando
"Ayo bosquee" ucap zio dan adnan bersamaan.
Zio adalah teman kecil nando, segala sifat baik dan buruk nando zio tau, sedangkan adnan dan andi adalah teman nya di sekolah menengah pertama dulu. Nando berteman baik dengan mereka semua tanpa terkecuali, Bahkan dengan alex hingga suatu saat alex merasa iri pada nando, sebab lucia lebih tertarik pada nando dibanding dengan alex. Dan dari situlah permusuhan mereka berasal, bahkan sejak itu juga lucia dipindah ke swedia, tempat kakek dan neneknya.
*0:25
Segini dulu aja ya? Aku ngantuk wkwk
Jangan lupa like komen and vote guys!!
Bubay!❣*