
Mendengar ucapan sinis nando, seketika tubuh allena menegang dan mengeluarkan keringat dingin, ia menatap alex dengan tatapan sendu.
"Gue tanya sekali lagi, lo bisa biasa aja gak sama dia?!" geram alex
"Gue bilang sekali lagi juga sama lo lex, lo tau apa tentang hubungan gue hah?!" ucap nando
"Gue udah rela ndo dia lebih milih lo dari pada gue, lo bilang lo bisa jaga dia dengan baik, nyatanya apa?! Dengan cara kaya gini lo nyakitin dia ndo! Banjin*an lo!" ucap alex
Perlahan air mata allena lolos begitu saja dari matanya, alex mengusap airmata allena dengan sangat lembut. Perih rasanya mendengar penuturan alex yang sangat rela jika nando dengan allena.
"Makasih ndo udah nyempetin dateng kesini, gue seneng ketemu lo walaupun lo kaya gini sama.gue" ucap allena seraya tersenyum getir
Nando tidak menjawab apapun, ia langsung bergegas pergi dari tempat itu, ia muak dengan drama yang dibuat oleh alex dan allena.
Nando merasa badannya sangat lelah hari ini, sudah cukup semuanya membuatnya emosi hari ini, tidak dengan besok.
Nando ingin cepat cepat kembali keapartnya, jika ia lewat depam cafe, itu akan memakan waktu 45 menit, jika lewat belakang ia akan menempuh jarak tidak terlalu jauh dengan waktu hanya 25 menit. Ya, alhasil nando lewat belakang cafe saja, yang berarti ia akan melewati rumah alisha.
***
Dirumah Alisha.
"Ngapain lo kesini?" tanya alisha pada seorang laki laki bernama josse
"Emang gue gaboleh kesini sha?" tanya josse
"Kalp.gak ada yang penting mending lo pergi dari sini jo." ucap alisha dengan tegas
"Jangan galak galak dong sha" ucap josse
"Brisik!" ucap alisha lalu menutup pintu rumahnya.
Namun belum sempat pintunya tertutup, josse mendorongnya agar pintu itu tetap terbuka alisha tetap menutup pintu itu, namun meskipun tenaganya kuat, sekuat apapun ia akan kalah dengan tenaga josse.
"Lo mau main kasar sha?" tanya josse dengan senyum menyeringai
"Gue gak takut sama lo jo!" ucap alisha
"Iya sayang, gue tau lo gak takut sama gue" ucap josse langsung memeluk tubuh alisha, alisha terus memberontak dipelukan josse, hingga akhirnya sebuah tamparan melayang dipipi josse.
Josse ingin mencium.bibir alisha untuk mendapatkan first kiss dari alisha, namun saat sedang ingin mencium alisha sebuah pukulan melayang begitu saja dirahang josse.
"SHE IS MINE!" ucap laki laki itu dengan lantang, alisha ditarik oleh nando untuk berdiri dibelakang nando.
"Lo cuma orang lain, lo gak pantes ikut campur sama urusan gue" ucap josse
"Dia pacar gue, semua yang jadi urusan dia, itu juga udah jadi urusan gue!" geram nando
"Yakin lo mau sama bekas gue?" tanya josse dengan kalimat penekanan pada kata Bekas.
Nando melirik alisha, alisha menggeleng dengan tegas seakan menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan apapun dengan josse.
Bugh!!
"Kurang ajar lo!" pekik nando lalu melayangkan pukulannya pada josse berkali kali, josse kewalahan melihat nando yang kalap pada saat itu, alisha pun menangis melihat aksi tersebut, ia trauma akan masa lalunya.
"Nando stop!!" pekik alisha, lalu nando menghentikan pukulannya pada josse
"Pergi atau gue abisin lo disini sekarang" ucap nando
"Urusan kita belum selesai" peringatan josse pada nando.
Setelah kepergian josse, alisha menarik tangan nando untuk masuk kedalam rumahnya dengan airmata yang terus mengalir.
"Udah sha, jangan nangis lagi" ucap nando
"Ini sakit kan hiks.." ucap alisha
"Ngga sha udah jangan nangis lagi" ucap nando
"Ngga hikss, ini pasti sakit hikss. Maafin guee huaaa" tangis alisha semakin pecah malam itu
"Maaf untuk apa sha? Lo gak salah disini" ucap nando
"Gara gara gue hiks,.. lo kaya gini hiks.." ucap alisha
"Gue obatin hiks.." ucap alisha lalu nando mengangguk
Setelah selesai mengobati nando, nando pun beranjak keluar dari rumah alisha, ia bilang bahwa ia sudah mengabari meisya dkk untuk datang dan menginap dirumah alisha karna andra, mama, dan papa alisha sedang pergi kemadiun 2 hari.
"Gue pulang sha, jangan nangis lagi" ucap nando lalu mengecup puncak kepala alisha
"Iya" ucap alisha.
Nando sudah memakai jaketnya, ketika ingin memakai helm full face nya, alisha memanggilnya
"Nando" panggil alisha
"Iya sha, kenapa?" tanya nando
Alisha tidak menjawab pertanyaan nando, ia mengahamburkan badannya dipelukan nando
"Kenapa sha?" tanya nando sekali lagi
"Jangan berantem lagi ndo, gue takut" lirih alisha
"Iya sha, yaudah sana masuk, jangan tidur dulu. Nanti meisya sama yang lain mau kesini" ucap nando
Alisha melepas pelukannya lalu mengangguk mendengar ucapan nando. Entah kenapa rasanya saat bersama nando ia sangat nyaman, terlindungi. Apakah alisha jatuh cinta lagi? Sudahlah, waktu yang akan menjawab semuanya nanti.
Alisha sudah masuk kedalam kamarnya, saat ingin memejamkan mata, dentingan handphone nya berbunyi
Tingg...
Anak dugong.
Sha, cleo anggun meisya sama anak anak gue ada dibawah, buka pintunya cepet.
Iya
Anak dugong.
Cepetan ya sha gue udah lumutan dibawah ni wkwk
Bct.
Setelah mengirim pesan itu, alisha menuju pintu rumahnya, dan benar saja dibawah sana sudah ada adnan, nando, andi, zio, cleo, anggun, dan meisya.
"Hay, ayo masuk" ucap alisha
"Kita bakal.nginep disini sha" ucap cleo
"Ah iya cle, gue juga iseng dirumah gaada siapa siapa hehe" ucap alisha
"Bukan itu aja, tadi gue denger dari nando katanya josse mau macem macem sama lo" ucap anggun. Alisha hanya diam mendengar itu saat sedang hening, adnan memecah keheningan itu dengan suara nyaring nya.
"Sha PS bang andra dimana?" tanya adnan
"Tuh disitu, ambil aja kalo lo mau mainin" ucap alisha
"Ndo, yo, ndi. Maen gak?" tanya adnan
"Maen lah ayok" ucap zio
Akhirnya malam itu mereka menghabiskan waktu bersama, ett ralat. Tidak hanya malam itu, tapi untuk dua hari kedepan, mereka akan menginap dirumah alisha untuk menjaga jaga agar tidak terjadi hal yang tidak diingin kan pada alisha.
**Hi guys!! Balik lagii sama akuuu wkwk
Malam ini doubel up tuh wkwk
Jangan lupa like komen vote and follow ya guys!
Komen yang banyak yuk biar aku semangat bikin ceritanya.
See you next time guys!!
Bubay!!❣**