My Alisha

My Alisha
Bagian Satu.



Pagi ini, alisha akan masuk ke sekolah barunya, alisha baru saja pindah dari SMA PELITA Bandung. alisha pindah dikarenakan pekerjaan papahnya yang tiba-tiba saja mengharuskan alisha sekeluarga pindah ke Ibu Kota.


"Pagi sayang" ucap wanita paruh baya yang sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi ma" jawab alisha yang sudah duduk manis dimeja makannya. Wanita yang menyapa alisha tadi adalah Nadhira imelda pratama. Seorang istri dari Antonio samuel pratama.


"Jadi mama doang yang disapa? gue sama papah ngga nih?" ucap laki-laki remaja yang tiba-tiba saja duduk disamping alisha. Dia adalah kakak dari alisha Denandra putra pratama.


"Pagi abangkuuhh" ucap alisha dengan nada sealay mungkin. Melihat kelakuan sang anak dhira dan anton hanya tertawa kecil, mereka sudah biasa seperti ini, kadang berantem kadang juga akur.


"Pagi pah" ucap alisha setelah bercanda dengan sang kakak


"Pagi juga sayang" jawab anton dengan sangat lembut pada alisha.


Setelah selesai melakukan ritual sarapan paginya, tiba-tiba saja alisha berhenti tepat didepan pintu dan berhasil mendapat cibiran dari sang kakak.


"Apaansi sha! jalan buruan! udh mau setengah 7!" ucap andra pada sang adik


"Bang gue berangkat bareng lo ya?" ucap alisha pada sang kakak


"Motor lo mana?" tanya andra.


"Service bang" ucapan alisha terjeda "Boleh yaa" sambil mengeluarkan jurus mautnya, yaitu mata puppy eyes.


"Yaudah buruan masuk." ucap andra pada alisha


Alisha masuk kedalam mobil andra, lalu andra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Andra dan alisha adalah kakak beradik yang umurnya tidak jauh beda. Alisha dan andra hanya terpaut satu tahun, Andra dan alisha sangat berbeda jika alisha lebih suka mengendarai motor untuk kesekolah, andra lebih suka membawa mobil hitam kesayangannya untuk sekolah. "Orang ganteng gaboleh panas-panasan sha" itu alasan yang selalu diberikan andra jika disuruh membawa motor pada siang hari.


Selama diperjalanan, alisha tidak henti-hentinya mengoceh pada sang kakak karna membawa mobil sangat santai.


"BANG CEPETAN KEK ELAH LAMA LO! UDAH SETENGAH TUJUH INI. TADI LO BURU-BURUIN GUE. LO BILANG TAKUT TELAT, TAPI LO MALAH SANTAI KAYA GINI!!" pekik alisha yang membuat kuping andra pengang setengah mati.


"Santai si sha, gabakal dihukum juga kita kan murid baru" ucap andra sesantai mungkin dibarengi dengan kekehan kecil.


Pikir andra, kita gak akan telat kan murid baru dateng jam sembilan juga gapapa kan?


Andra dan alisha sampai disekolah pada pukul 06:45, mereka berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk menemui kepala sekolah, dan sekalian bertanya kelas mereka dimana.


"Baik andra, kamu dikelas Xll ipa4. Dan alisha kamu dikelas Xl ipa2. Mengerti?"


"Mengerti pak" ucap alisha dan andra barengan.


"Belajar yang bener lo! jangan jadi langganan diusir guru lagi haha" ucap andra lalu berlari kekelasnya, sudah dipastikan jika sang adik akan marah.


"BACOT LO NDRA!" pekik alisha lalu melanjutkan perjalanan nya menuju kelas.


Ketika dia berjalan dikoridor tiba-tiba saja alisha di tabrak seorang laki-laki berbadan agak putih dan besar.


"Kalo jalan pake mata dong!" ucap alisha yang sudah tersungut emosi karna laki-laki itu tidak meminta maaf pada alisha.


"Jalan mah pake kaki cantik bukan pake mata" ucap laki-laki itu lalu berjalan menuju kelasnya.