My Alisha

My Alisha
Bagian Enambelas



"Ciee blushing" ledek nando ketika melihat wajah merona misik alisha


"Apaansih lo! Males ah." kesal alisha lalu memegang kedua pipinya yang merona bak ketiping rebus.


"Gue kekelas duluan sha" ucap nando karna sudah terlihat ada guru didalam kelasnya. Alisha hanya menganggukkan kepalanya saja


30menit setelah belajar, bel pulang pun berbunyi, alisha sudah menyelesaikan tugasnya ketika pulang sekolah, kini alisha tengah berada diparkiran menunggu andra yang belum datang juga.


Ayolah, ini sudah hampir 15 menit alisha berdiri disini, yang berarti kini jam sudah menunjukka pukul 15:45. Sudah lama menunggu akhirnya pun andra datang dengan gontainya menuju alisha.


"Udah lama sha?" tanya andra santai


"Bukan lama lagi! Lo galiat kaki gue sampe lumutan begini hah?!" ucap alisha kesal, sedangkan andra hanya terkekeh melihat tingkah sang adik.


**Ganti aja kek thor elah. Gakuad hayati punya abang kek andra huaaa :(.


Gabisa dong alisha gimana sih**!


Baik abaikan percakapan author dengan alisha ya guys, kita balik ke cerita. Saat hendak masuk alisha melihat nando dkk datang keparkiran, seperti biasa nando dkk bersalaman dengan andra. Tidak lupa dengan gaya laki lakinya yang menambah aura maskulin dari 5 laki laki itu.


"Kalian jadi kerumah gue?" tanya andra


"Maap nih bang, kayanya kalo untuk hari ini gue gabisa, ada urusan soalnya" ucap nando lalu menampilkan cengir kudanya.


"Sok sibuk lo" cibir alisha


"Iya sayang, besok aku kerumah kok jangan ngambek gitu ah, jelek tuh jadinya" ucap nando seraya tersenyum jail pada alisha


"Sayang sayang! Pale lo peang!" ucap alisha kemudia langsung masuk kedalam mobil karna malu, pipinya sudah merona karna ulah nando tadi, sedangkan nando hanya terkekeh melihat alisha yang salah tingkah seperti itu.


"Pepet trooss!!!" pekik adnan


"Jangan kasi kendorr!!!!" timpal zio


"Bacot. Gue duluan ya guys" ucap nando


"Oke bossquee" ucap zio


Andra yang sedang tertawa geli pun mendadak diam karna melihat sikap nando yang tidak biasanya.


"Dia kenapa?" tanya andra


"Biasa, bo-nyoknya bro" ucap zio


"Oh gitu, yaudah kalo gitu gue juga duluan ya yo, nan. Adek gue kasian tuh udah ketekuk 12 mukanya" ucap andra lalu terkekeh kecil.


"Iya bang, sans" ucap adnan, zio dan andi hanya mengangguk saja


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Nando pov.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan saat itu juga gue dapet telfon dari papa. Seperti yang kalian tau gue bukan anak broken home, tapi keadaan rumah gue? Haha mungkin bisa didefinisikan broken home, tapi gapapa gue udah biasa so? Always sans aja ya guys wkwk.


"Iya pa?" ucap nando


"Kamu dimana?" tanya bayu papa nando


"Disekolah lah pa, dimana lagi coba" jawab nando yang sebenernya males banget sumpah pertanyaannya gapenting banget.


"Nanti pulang sekolah langsung kerumah ya, ada yang mau papa omongin sama kamu" ucap bayu


"Mau ngomong apa? Emang gabisa lewat telfon pa?" tanya nando


"Gabisa, ini penting" ucap bayu.


Baru banget mau gue jawab ternyata sambungan telfon udah putus. Papa emang gitu, kalo udah dikata A ya A. Ohiya gue lupa mau kasih tau hehe, papa gue itu orang amrik sedangkan mami gue, dia orang swedia jadi jangan heran kalo muka gue asia asia gitu, nanti bisa cek foto gue ya haha. Kalo belom ada, tagih terus aja sama author, yakan thor?


Iya aja ndo, untung lo ganteng, kalo kaga dah gue gibeng lo haha *Canda sayang.


"Emang dasar dah bapak gue durhaka" rutuk nando "Eh salah anj*r, harusnya gue yang durhaka bukan bapak gue" lanjutnya lalu tertawa kecil.


Setelah gue terima telfon itu, gue jalan keparkiran, gue jalan bareng sama temen temen gue, sebenernya males banget sumpah, tapi semales malesnya gue sama bokap, kalo dia nyuruh gue tetep nurut, anjay kerenkan gue? Haha


Diparkiran gue ketemu bang andra sama pacar gue, eh ralat. Calon pacar ya! Bukan pacar! Haha, kita ngobrol ngobrol sebentar dan abis itu gue mutusin buat cabut duluan.


Sekitar 25 menit kemudian gue udah sampe dirumah, dan saat gue mau masuk kedalem didepan udah ada bi ina lagi nyiram tanaman depan.


"Bi, papa didalem?" tanya nando


"Iya den, ada nyonya juga didalam" ucap bi ina


"Mama?" beo gue sendiri tapi bi ina bisa denger itu


"Iya den, ada nyonya juga didalem" ucap bi ina


"Yaudah nando masuk ya bi"


Gue jalan masuk kedalem dan bener aja disana udah ada papa, mama juga ada disana. Gue duduk diantara mereka berdua buat nanya maksud dan tujuan mereka.


"Hm, gini nak sebelumnya papa minta maaf sama kamu" ucap bayu


"Kenapa si pah?" tanya nando penasaran


"Kita" ucap bayu terjeda lalu melirik irene yang sedang tersenyum getir "Kita harus pisah nak" lanjutnya.


"Kalian?" tunjuk nando kearah papa dan mamanya secara bergantian, mereka hanya mengangguk samar. Mereka takut nando akan marah pada mereka.


"Yaudah, kenapa harus tanya sama aku pah,mah?" tanya nando "Toh kalian juga biasanya ambil keputusan sendiri kan? Kalian udah gak butuh pendapat nando tentang apapun, atau bahkan kalian emang udah gak peduli sama nando?" lanjut nando dengan mata yang berkaca kaca.


"Gak gitu sayang" ucap irene menghampiri sang anak


"Terus apa ma? Apa yang nando bilang barusan itu kenyataan nya ma" ucap nando menggebu gebu.


"Kita begini karna mama sama papa sayang sama kamu nak, mama sama papa gak mau kebutuhan kamu kurang, kami ingin kebutuhan kamu tercukupi dengan baik nak" jelas irene terjeda sebentar "Sekarang jalan kita udah beda sayang, kita udah gak sependapat lagi, kita udah punya jalan masing masing nak" lanjut irene


"Oke ma, nando terima keputusan kalian. Nando gak marah ma, cuma nando kecewa karna keputusan papa sama mama. Ma, nando mau ucapin terima kasih banyak sama mama yang udah ngelahirin nando kedunia ini meskipun yang ngurus nando bi ina, bukan mama. Pa, nando juga mau bilang terima kasih sama papa karna kerja keras papa, semua kebutuhan nando tercukupi dengan baik. Tapi satu hal yang kaliam harus tau, nando lebih milih jadi orang yang biasa biasa aja ma, pa. Tapi nando bisa dapet kasih sayang lebih dari mama sama papa. Dibandingkan sama nando yang punya banyak uang, tapi nando gabisa ngerasain sentuhan kasih sayang mama sama papa" nando menghela nafasnya sebentar lalu


"Lanjutin keputusan kalian ma,pa. Kalo emang itu yanh bikin kalian bahagia, nando juga turut bahagia ma, pa. Nando izin pulang ke apart, assalamualaikum" ucap nando lalu berlalu meninggalkan irene dan bayu.


Mendengar penuturan sang anak, irene dan bayu tau betul bahwa nando sangat kecewa pada mereka, namun mereka hanya bungkam.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Author pov


Setelah kepergian nando, irene dan bayu mulai berdiskusi perihal perpisahan mereka. Bukan bayu yang meminta, melainkan irene. Irene meminta berpisah dengan bayu karna segi ekonomi diperusahaan bayu yang agak sedikit menurun.


"Gimana irene? Kamu sudah liat gimana respon nando? Dia sangat kecewa" ucap bayu


"Maafin aku mas, aku akan mengurungkan niat ku untuk berpisah dengan mu" ucap irene sesegukan.


"Mulai sekarang, jadilah ibu yang baik untuk nando irene, ia butuh sosok ibu diusia nya yang masih remaja." tutur bayu


"Iya mas..hiks.. Maafkan aku" ucap irene


"Baiklah" ucap bayu.


***


Nando melajukan motornya keluar dari pekarangan rumahnya, saat dipertengahan jalan, ia dihadang oleh dua orang laki laki yang ia tau betul kalo mereka adalah teman alex.


"Kenapa?" tanya nando


"Alex ngajakin lo ketemu nanti malem" ucap salah satu temannya


"Gak" jawab nando


"Penting, ditunggu alex jam 8 di cafe lampion" ucap dedi yang juga teman alex


*Maksudnya apaan si anj*r, ngapain juga dia ngajakin ketemu gue dicafe -Batin nando*.


Mau tidak mau nando menurut saja, ia datang sendiri kecafe itu, sudah 15 menit nando menunggu alex namun tak kunjung datang, saat ingin beranjak pergi, seorang laki laki berjalan menuju arah nando, dengan hodie hitam dengan jeans putih, bersama dengan wanita dengan dress putih yang elegan.


"Hey ndo, i miss u" ucap gadis itu


"Mau ngomong apa lex?" ucap nando tak menghiraukan gadis yang bersama alex


"Sorry ndo sebenernya yang ngajak ketemu itu gue, bukan alex" ucap gadis itu, ia adalah allena prisilia. Gadis cantik yang kerap disapa allen.


"Terus lo mau apa?" tanya nando


"Gamau apa apa, gue cuma kangen lo, salah?" tanya allen


"Setelah hari itu, lo masih berani nemuin gue len? Gapunya malu lo?!" geram nando


"Lo bisa biasa aja gak sih?!! Dia cewe lo!" ucap alex


"Cewe?! Tau apa lo tentang hubungan gue sama dia!" ucap nando


**Hii readers! aku kambekk unch!!


Selamat menunaikan ibadah puasa guys bagi yang menjalankan


Gimana part ini?


Maaf ya aku jarang up, aku agak sedikit sibuk guys, maaf banget sekali lagi.


Mau up kapan lagi? Kali ini aku turutin mau kalian!!


Tapi!! Jangan lupa like komen follow and vote!!


Aku cinta kalyan!!


Bubay!!❣**