My Alisha

My Alisha
Bagian DuapuluhDua



"Kita ngapain kesini ndo?" tanya alisha


"Aku mau kenalin kamu sama seseorang sha" ucap nando lalu menggandeng alisha masuk kedalam pemakaman umum.


Nando terus berjalan dengan tangan tetap menggandeng tangan alisha. Hingga akhirnya mereka berhenti pada satu makam yang bertuliskan nama 'Ferdinan Aditama Mahendra bin Bayu Mahendra'.


"Ini makam s-siapa ndo?" tanya alisha


"Kaya yang kamu liat sekarang, Ferdinan" ucap nando


"Ferdinan?" tanya alisha yang masih bingung


"Sebenernya aku bukan anak sematawayang sha, dulu aku kembar aku fernando dan dia ferdinan. Kamu tau ferdinan meninggal karna apa" ucap nando alisha menggeleng.


Flashback on.


Ada seorang fernando kecil dan ferdinan kecil yang tengah mengantri untuk membeli permen kapas setelah memakan permen kapasnya, mereka memutuskan untuk bermain main sebentar.


"Ma, dinan mau naik itu" tunjuk ferdinan kecil pada salah satu wahana (Biang lala)


"Boleh, tapi sama abang ya?" ucap sang mama


"Iya ma" ucap ferdinan kecil lalu berlari kearah sang papa yang sedang bersama fernando.


Ferdinan menubruk sang kakak dari belakang dan mereka sempat terjatuh, bukan menangis mereka malah tertawa. Lalu ferdinan meminta agak nando menemaninya naik biang lala.


"Abang, dinan mau naik biang lala" ucap ferdinan


"Terus?" tanya nando


"Ayo abang kata mama abang disuruh temenin ferdinan naik" ucap ferdinan


"Oke baiklah, ayo naik!" ucap fernando tak kalah antusias dari sang adik.


Akhirnya bayu dan irene memperbolehkan kedua anaknya menaiki biang lala, irene dan bayu pun ikut naik. Namun karna didalam biang lala tidak mencakup 4 orang akhirnya mereka naik dibawah ferdinan dan nando.


Mereka melihat anak anaknya sangat senang menaiki biang lala, hingga ketika ferdinan dan nando berada dipuncak listrik yang menggerakkan biang lala itu mati bahkan lampu pun ikut mati bersamaan dengan listrik.


Ferdinan sangat ketakutan namun nando terus mencoba menenangkan sang adik tidak bisa dipungkiri bahwa nando pun sebenarnya takut.


"Mama!! Dinan takut!!! huaa!!!!" pekik ferdinan yang sudah menangis


"Dinan sstt diem dulu ya, sebentar lagi listriknya nyala kok cup" ucap nando


Begitu seterusnya nando kecil terus menenang kan ferdinan yang terus saja menangis, ferdinan terus berteriak agar sang mama menolongnya.


"MAMA DINAN TAKUT!!!" pekik ferdinan yang lebih keras dari sebelumnya, irene mendengar teriakan sang anak ia pun bingung harus bagaimana karna mereka sama sama terjebak didalam biang lala.


"IYA NAK, TUNGGU SEBENTAR YA!!" pekik irene namun ferdinan terus menangis, bahkan sudah sesegukan tetap tidak berhenti.


"Abang dinan takut" ucap ferdinan pada nando


"Iya, abang juga takut kamu duduk aja ya. Jangan gerak gerak" ucap nando


"Dinan mau nyusul mama bang" ucap ferdinan


"Iya nanti kita ke mama" ucap nando


Ferdinan diam sejenak dari tangisnya setelah itu ia berdiri yang membuat keranjang biang lalanya menjadi goyang


"Nan duduk, jangan gitu nanti jatuh" ucap nando, namun ferdinan tidak menghiraukan ucapan sang kakak. Seperti mendapat mainan baru ferdinan kecil mengembangkan senyumannya nando bingung dengan perilaku ferdinan karna saat itu mereka masih sangat kecil.


Hari sudah semakin malam namun listrik belum juga menyala ferdinan sudah tenang dan nando menidurkan ferdinan disampingnya, nando yang sudah melihat sang adik tidur pun ikut meniduri dirinya dengan kepala menyender dikursi biang lala.


Ferdinan kecil mengigo ia membuka pintu keranjang biang lala dan..


Plak!!!


"DINAN!!!!" pekik irene dan bayu nando yang mendengar itu pun membuka matanya saat melihat kesamping ferdinan sudah tidak ada, saat ia melihat kebawah, ferdinan kecil sudah bersimbah darah, hampir saja ia melompat. Namun suara irene dan bayu mencegahnya.


"TETAP DISITU NANDO! JANGAN MELAKUKAN APAPUN!!" pekik bayu dan tak lama setelah itu, listrik kembali menyala nando benar benar takut. Ia melihat badan sang adik yang sudah kaku ia menangis sesegukan, irene menenangkannya.


Jasad ferdinan dibawa pulang kerumah duka, nando terus saja menangisi kepergian sang adik.


"Yang sudah pergi ikhlaskan ya nak" ucap irene dan bayu pada nando, namun saat itu nando masih terlalu kecil ia masih menangis melihat sang adik.


Hari demi hari sudah berlalu, kesedihan kini sudah berubah menjadi kesibukan untuk bayu dan irene. Semenjak kejadian itu juga nando terus melakukan kemo. Karna sejak itu nando menjadi penakut, ia kemo ditemani oleh bi ina.


"Bi kita harus kerumah sakit lagi ya?" tanya nando yang sudah mulai tumbuh dewasa


"Iya den, biar sehat lagi" ucap bi ina yang sudah mengetahui perubahan nando, ia sudah kembali seperti dulu lagi namun ia menjadi trauma akan 'Biang lala'


"Dan semenjak itu juga, mama sama papa sibuk sama dunia mereka" ucap nando mengakhiri ceritanya.


"Semua kejadian pasti punya hikmah tersendiri, dan untuk kamu bertahan sampai sejauh ini aja kamu udah hebat banget ndo. Mungkin kalo aku ada diposisi kamu aku udah gakuat" ucap alisha yang sudah menitihkan air mata


"Setelah kamu denger ini, apa kamu mau jauhin aku sha?" tanya nando tiba tiba


"Ngga, aku akan terus disini sama kamu" ucap alisha kemudian memeluk nando


"Aku harap kamu tetap disini sama aku sha, apapun yang terjadi nanti" ucap nando membalas pelukan alisha


"Yaudah pulang yuk" ajak alisha


"Yuk, sebentar" ucap nando lalu mengusap nisan ferdinan


"Abang pulang ya nan, tenang disana" ucap nando lalu bangkit menggandeng tangan alisha untuk pergi.


***


Setelah berjalan seharian dengan alisha nando memutuskan untuk pulang kerumahnya sebentar untuk sekedar merebahkan dirinya lalu kembali lagi keapartemennya.


Saat ia melangkah masuk, bayu dan irene seakan tau bahwa anak semata wayangnya akan pulang, mereka menunggu diruang tv seraya berbincang hangat ia bingung kenapa sang papa dan mamanya bisa sehangat ini? Biasanya hanya ada pertengkaran dirumahnya.


"Nando, kamu pulang sayang" ucap irene


"Iya ma, tadi abis jalan sama alisha. Dan kebetulan deket dari rumah" ucap nando seadanya


"Sini duduk sama kita" ucap bayu, nando makin bingung dan tidak mengerti. Ada apa ini sebenarnya sudahlah.


"Nanti ya pah, nando cape banget beneran" ucap nando


"Yasudah, kamu istirahat saja. Nanti kita makan malam bersama" ucap bayu


"Apaan dah? Aneh banget gak biasanya mereka begini" gumam nando lalu menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamarnya.


***


Sekarang adalah malam yang ditunggu nando sedari tadi sore, ia bingung dengan sikap mama dan papanya sangat banyak pertanyaan yang ada dibenak nando malam ini.


Nando sudah mandi, memakai pakaian biasa yaitu hanya kaos polos hitam dan celana boxer. Ia turun menuju meja makan yang disana sudah terdapat irene dan bayu.


Nando diam sejenak memastikan bahwa ini bukanlah mimpi namun lamunannya buyar ketika irene memanggilnya untuk mendekat.


"Sini nak" ucap irene


"A-Ah iya ma" ucap nando lalu mengahampiri irene dan bayu.


Setelah kejadian hari itu, kata-kata nando terlalu menohok bayu dan irene, mereka sadar anaknya yang sekarang bukan lah anak kecil yang bisa disogok dengan gampangnya oleh robot robotan.


Kini anaknya sudah remaja, irene dan bayu bertekad untuk merubah diri mereka menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Mereka tidak ingin kejadian lampau terjadi lagi, yaitu ditinggal oleh anaknya, terlebih kini nando adalah anak satu satunya milik mereka. Harta mereka yang masih tersisa.


Lain dengan tekad irene dan bayu, nando justru masih bingung dengan keanehan irene dan bayu.


"Mama sama papa gak.kerja?" tanya nando disela makannya, namun saat hendak menjawab kaki irene diinjak oleh bayu, bayu memang menerapkan berhenti bicara pada saat makan, belum mendapatkan jawaban nando kembali bersuara.


"Mama sama papa gak kerja? Kok aku tanya malah diem si" ucap nando


"Adab saat makan?" tanya bayu dan nando langsung diam ia tau kebiasaan sang papa ketika makan.


Setelah selesai makan, nando mempertanyakan pertanyaan yang sama.


"Mama sama papa gak kerja?" tanya nando


"Mulai sekarang, waktu mama untuk kamu sepenuhnya, dan waktu papa untuk kamu juga dihari minggu. Tidak ada lagi yang sibuk kerja, mama dan papa ingin melihat anak mama yang tampan ini tumbuh menjadi remaja, mama ingin melihat perkembangan kamu selama disekolah nak" ucap irene lalu menitihkan airmatanya.


TBC.


SEE U DI NEXT PART GUYS!!


GIMANA DIPART INI?!


LANJUT? KOMEN YUK!!


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, SAMA FOLLOW JUGA GUYS!!


GUYS! AKU MAU KASIH TAU KEKALIAN JADI AKU BAKAL UP DI HARI


SENIN, RABU, JUMAT DAN MINGGU GUYS!


BUBAY!❣