
Sekretaris ayahnya baru saja menelpon Joonho. Tuan Yoon menelpon Joonho untuk mengabari bahwa penyakit neneknya kambuh lagi. Dan kini neneknya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Setelah mendengar kabar buruk itu, Joonho langsung bergegas masuk ke dalam mobil. Namun belum sempat Joonho mendudukan pantatnya di dalam mobil, si gadis aneh membuka pintu mobil.
"Hei, kau mau pergi kemana?" gadis itu menatap tajam Joonho. "Urusan kita masih belum selesai." ujarnya.
Balas melirik tajam pada gadis itu, Joonho pun menjawab, "Apa-apaan sih?"
"Jangan kabur kau, sialan!" gadis itu memaki.
Tanpa berniat membuang waktu lebih lama lagi, Joonho mendorong gadis itu hingga terjatuh.
"Aduh... sakit!" ringis gadis itu ketika lututnya yang terluka kembali membentur aspal.
Untuk kedua kalinya si gadis aneh terluka karena Joonho, tapi Joonho tidak peduli. Dengan segera Joonho menutup pintu mobil dan melajukannya secepat mungkin agar ia dapat segera tiba di rumah sakit. Ia meninggalkan si gadis aneh yang terus saja berteriak-teriak tidak jelas. Luka yang terdapat pada lutut gadis itu tidak begitu parah, tapi itu cukup untuk membuatnya kesulitan jika harus melangkahkan kaki mungilnya itu.
Sebenarnya Joonho sedikit agak merasa bersalah. Ya, walaupun hanya sedikit. Hanya sedikit saja, mungkin hanya sebesar biji cabai, tapi ia putuskan untuk tetap pergi tanpa memperdulikan gadis di belakangnya itu.
Gadis itu begitu sembrono. Apa dia tidak melihat jika ada mobil yang sedang melintas? Untung saja Joonho tadi dengan sigap langsung menginjak rem begitu melihatnya. Jika Joonho terlambat seedikit saja menginjak pedal rem mobilnya, mungkin bukan hanya lutut gadis itu saja yang terluka, tapi seluruh tubuhnya. Dan yang lebih parahnya lagi, dia malah menyalahkan Joonho atas apa yang terjadi padanya.
Dia terlalu ceroboh.
Atau mungkin saja gadis itu memang sengaja menabrakan dirinya pada mobil Joonho tadi. Bukankah sangat aneh jika dia langsung menyebrang jalan begitu saja seperti tadi, di saat ada mobil yang jelas-jelas sedang melintas tidak jauh dari tempatnya berdiri? Lagipula tidak mungkin jika gadis itu tidak melihat keberadaan mobil Joonho mengingat suasananya cukup terang.
Hal itu membuat Joonho semakin yakin bahwa gadis itu mungkin sedang berusaha untuk menipu dan memeras uang darinya. Modus penipuan semacam itu sering terjadi belakangan ini. Dan Joonho tidak mau jika harus menjadi salah satu dari banyak orang bodoh yang menjadi korban penipuan. Jadi sepertinya keputusannya untuk tidak menghiraukan gadis itu sangatlah tepat.
Selain itu, hal lainnya yang membuat Joonho bertanya-tanya adalah ekspresi wajah gadis tadi saat salju turun. Dia tampak seperti orang linglung yang tak pernah melihat salju seumur hidupnya. Padahal tempat yang ia tinggali sekarang ini adalah negara 4 musim.
Dan satu lagi keanehan yang terdapat pada gadis itu, yaitu ucapannya. Gadis itu mengucapkan kata-kata yang terdengar sangat asing di telinga Joonho. Ia benar-benar tidak mengerti bahasa planet mana yang gadis itu gunakan, hingga ia hanya bisa mengernyitkan keningnya saat gadis itu berbicara.
Joonho menolehkan kepalanya sedikit untuk melihat kembali gadis itu. Dan ternyata gadis itu masih berusaha mengejar meski larinya tampak sangat lemah.
"Ck, dia benar-benar gadis aneh." gumam Joonho.