Mr. CEO & ME

Mr. CEO & ME
Part 4-Bos Yang Dingin



Shit!! Dia lagi!


Joonho mengumpat dalam hatinya begitu melihat bahwa orang yang baru saja masuk ke dalam lift adalah Woojin. Jika saja Joonho tahu lebih dulu, ia pasti akan cepat-cepat menutup pintu lift tadi.


Joonho benar-benar tidak tahan jika harus satu lift lagi dengan Woojin. Sepupunya itu suka sekali mencari perhatian. Dan ia selalu saja mengikutsertakan Joonho dalam kegiatannya itu. Ya, pastinya ia mengikutsertakan Joonho dalam konotasi yang negatif.


"Sore semuanya." sapa Woojin dengan senyuman yang kelewat lebar.


Selain mereka berdua, di dalam lift tersebut juga ada Sekretaris Kim, Sae Ah, Yoori, dan Soran serta 4 orang karyawan lainnya, sehingga lift itu terasa sangat sempit. Hal itu membuat para karyawan bergeser ke belakang agar Joonho dan Woojin mendapat ruang yang lebih bebas untuk bergerak.


"Sore juga, Isajangnim." jawab semua orang yang berada di dalam lift, minus Joonho tentunya.


"Aigoo! Kalian tidak perlu bergeser begitu, kami baik-baik saja. Iya bukan, sepupu?" ucap Woojin sambil menoleh pada Joonho.


"Tidak. Aku merasa terganggu."


Jawaban sarkastik yang dilontarkan begitu saja oleh Joonho lantas membuat semua orang yang berada di dalam lift tersebut seketika terdiam.


"Ah, kalian semua pasti lelah bekerja seharian, bukan? Bagaimana jika malam ini kita pergi bersama-sama? Ya, sekalian untuk memperkuat ikatan kekeluargaan di perusahaan kita." tanya Woojin yang berusaha untuk mencairkan suasana.


"Iya, saya setuju." Yoori menjawab cepat. "Tidak ada alasan untuk menolak ajakan anda, pak."


"Ide yang bagus. Aku dan Sajangnim juga setuju." ucap Sekretaris Kim tanpa repot-repot menanyakan pendapat Joonho terlebih dulu.


Mendengar itu, Joonho menyanggah. "Memangnya kapan aku bilang setuju?" Lalu kemudian diliriknya Woojin tajam, "Aku tidak akan pergi. Lagipula sejak kapan kita menjadi keluarga?" tanya Joonho.


Tidak lama kemudian pintu lift pun terbuka. Semua orang berangsur keluar dari lift. Joonho dan Sekretaris Kim berjalan lebih dulu meninggalkan Woojin di belakangnya yang masih sibuk mengobrol dengan para karyawan untuk membahas mengenai acara makan bersama yang akan mereka lakukan nanti.


Sungguh kegiatan yang sangat-sangat tidak berguna di mata Joonho.


"Apa anda benar-benar tidak akan ikut, Sajangnim?" tanya Sekretaris Kim memastikan.


Pertanyaan itu sebenarnya sia-sia saja, karena tanpa bertanya pun Sekretaris Kim sudah mengetahui jawabannya. Sekretaris Kim sudah sangat mengenal Joonho. Ia bukan tipe orang yang akan menarik kembali ucapannya. Tapi walaupun begitu Sekretaris Kim tetap ingin memastikannya lagi.


Menolehkan kepala pada Sekretaris Kim, Joonho menjawab, "Pergi saja jika kau ingin." perintahnya.


"Ya sudah, kalau memang itu yang anda inginkan. Anda tidak akan merajuk padaku nanti, bukan?" tanya Sekretaris Kim yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Joonho. "Iya, maaf.  Aku tadi hanya bercanda saja. Kalau begitu saya permisi, Sajangnim." Sekretaris Kim undur diri. Kemudian ia berlari, berusaha menjauh secepat mungkin dari hadapan Joonho.


Ditinggal kabur oleh Sekretarisnya seperti itu membuat Joonho langsung melongo di tempatnya.


'Ck, benar-benar Sekretaris kurang ajar.' batin Joonho.


||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||ToBeContinue||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


**KAMUS ISTILAH


Sajangnim: Ceo


Isajangnim: Direktur**