Mr. CEO & ME

Mr. CEO & ME
Prolog 2-The Crown Prince



"Dia datang." Sae ah membulatkan matanya saat melihat orang yang ditunggu-tunggu dari tadi memasuki gedung.


Tingkah aneh Sae ah membuat dua orang yang berada di dekatnya mengalihkan pandangan ke arah yang sama dengannya.


"Astaga, itu dia!"


"Ah seperti biasanya, dia sangat tampan!"


Choi Joonho CEO dari Daehee Electronic yang juga merupakan calon pewaris dari Daehee group sedang berjalan dengan angkuh kearah mereka di iringi sekretarisnya, Kim Taekyung. Spontan para karyawati yang menyadari keberadaan Joonho langsung mengeluarkan cermin dan memoleskan bedak serta lipstik di wajah mereka.


"Pagi, sajangnim." Para karyawati itu menyapa Joonho dengan senyuman yang merekah di bibir merah mereka.


Namun Joonho hanya lewat begitu saja tanpa menghiraukan sapaan mereka sama sekali. Ia hanya sempat melirik sekilas pada Shin Sae Ah.


Wanita itu mengenakan blus berwarna pink yang sangat tipis dengan kerah berbentuk V dan rok hitam ketat yang panjangnya di atas lutut yang berhasil mengekspos belahan dada dan kulit mulus serta paha mulusnya. Pakaian yang menurut Joonho terlihat lebih cocok untuk dikenakan saat akan pergi ke club dibandingkan saat bekerja seperti sekarang ini.


Perempuan ini tampak seperti j*l*ng. Joonho sebenarnya sudah sangat terbiasa dengan hal itu. Ada banyak ****** yang bertebaran di sekitar Joonho. Hanya saja tingkat ke-jalangan Sae ah sepertinya lebih akut jika dibandingkan dengan j*l*ng lainnya yang juga mencoba untuk merayu Joonho.


Bagaimana bisa ada karyawan seperti ini di perusahaannya?


"Ah, pagi juga." jawab sekretaris kim dengan cenyiran yang lebar di wajahnya seakan sapaan itu memang ditujukan untuknya.


Sebenarnya sekretaris Kim hanya ingin mewakili tuannya yang kelihatannya sama sekali tak berniat untuk nembalas sapaan mereka. Tapi itikad baiknya sepertinya tidak disambut dengan baik pula. Hal itu dapat dibuktikan dengan tatapan para karyawati tadi yang terlihat sangat kesal padanya.


Sekretaris Kim sudah sangat terbiasa dengan semua itu. Selama ini dia selalu menggantikan Joonho membalas salam dari para karyawan di perusahaan dan setiap kali ia melakukannya ia pasti akan di hadiahi dengan tatapan kesal dari mereka seperti saat ini.


"Ah, nona Shin pakaian itu terlihat cocok padamu. Tapi bukankah ini terlihat terlalu vulgar?" ucap Sekretaris Kim begitu melihat pakaian Sae ah yang terlihat terlalu minim.


"Bukankah itu bagus? Mungkin saja nanti sang putra mahkota akan jatuh cinta padaku?"


Jawaban Sae ah tadi membuat Sekretaris Kim dan dua karyawati bername-tag Ahn Soran dan Na Yoori yang berdiri di sebelah Sae Ah ternganga. Bukan karena julukan yang diberikan untuk Joonho. Melainkan karena pola pikir Sae Ah. Julukan putra mahkota memang pantas untuk disandang Joonho karena ia adalah calon pewaris dari Daehee Group, salah satu perusahaan terbesar yang ada di dunia saat ini. Tapi pemikiran Sae Ah tentang Joonho yang akan tertarik padanya sepertinya terlalu mustahil.


Demi rambut Upin dan Ipin yang sampai saat ini belum juga bertambah, Pria itu malah mungkin akan jijik melihatnya.


Oh, yang benar saja.


"Ada apa?" tanya Sae ah yang menyadari tingkah mereka.


"Aigoo, Berhentilah berkhayal!" ejek Sekretaris Kim.


Mata Sae ah langsung melotot dengan sempurna pada Sekretaris Kim, "Apa maksudmu? Kau mau bilang kalau aku tidak menarik begitu?"


"Kau sebenarnya cukup menarik sih, tapi dia berada di level yang lebih tinggi dari kita. Jadi seleranya pasti lebih tinggi juga. Dia pasti tidak akan pernah tertarik padamu."


Penuturan Sekretaris Kim tadi membuat Sae ah berkacak pinggang dan menatap Sekretaris Kim bagaikan singa yang bersiap menerkam anak kelinci, "Apa? cukup? Bagimu aku hanya cukup menarik, hah?? Kau merendahkanku? Dasar kurang ajar."


"Aku cuma menasihatimu saja. Tapi, ya sudahlah jika kau tidak mau dengar." gerutu Sekretaris Kim sembari mempercepat langkahnya untuk menyusul Joonho yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkannya.


"Sekretaris Kim sangat menjengkelkan. Dia benar-benar kurang ajar." ungkap Sae Ah dengan nada kesal sebelum akhirnya ia mengungkapkan seseuatu yang membuat dua orang temannya kembali tercengang. "Ah tapi bukankah tadi Sajangnim tersenyum padaku? Sepertinya dia tertarik padaku. Kalau begitu aku duluan ya! Aku akan menyusulnya! Dahhh!" Sae Ah berjalan dengan tergesa-gesa menyusul Joonho sambil memberikan ciuman jarak jauh pada kedua temannya.


"Apa Sajangnim benar-benar tersenyum padanya tadi?" tanya Soran yang kebingungan pada Yoori.


"Sepertinya ti-" Yoori menghentikan ucapannya karena menyadari sesuatu. "Aah, itu memang benar! Tapi, aku rasa dia tidak tersenyum karena tertarik pada Sae Ah. Melainkan karena itu." pekik Yoori sambil mengacungkan telunjuknya ke arah lantai.


Astaga, sepatu yang dikenakan Sae Ah ternyata beda sebelah.


Sae Ah memakai high heels berwarna hitam pekat yang di bagian belakangnya terdapat hiasan pita kecil berwarna silver di kaki sebelah kanan. Sementara di kaki kirinya ia memakai high heels yang juga berwarna hitam, hanya saja heels yang ini memiliki warna hitam muda yang agak keabu-abuan dan berhiaskan sayap berwarna gold di belakangnya.


Demi Alisnya Gigi Hadid, ibu Sae Ah pasti pernah terbentur tong sampah atau benda keras lainnya saat sedang mengandung Sae Ah dulu, hingga otak Sae Ah menjadi seperti sekarang ini.