
Beberapa bulan setelah kejadian di taman semua sudah terlihat membaik, Mareta dan Febri sudah menjadi sahabat serta terlihat sangat dekat. Mareta juga sudah mulai bisa mengontrol perasaan kepada Aprilio walaupun sebenarnya dia masih sangat mencintai Aprilio tapi dia mencoba ikhlas dan membiarkan Aprilio bahagia dengan pilihannya.
Bahkan Mareta selalu berusaha mendekatkan mereka berdua meskipun dia terasa amat tersakiti tapi dia rela asalkan Aprilio bahagia dan bisa tersenyum
Bel istirahat telah berdering beberapa menit lalu, para murid telah berhamburan keluar kelas menuju surga sekolah untuk mengisi perut mereka yang sejak tadi sudah berdemo minta di isi.
Kedua sahabat yang sejak dulu tidak terpisahkan itu pun nampaknya ingin ke sana, mereka nampak bahagia tak sedikit murid yang memandangi mereka di sepanjang koridor, menatap kagum dan mendoakan agar mereka bisa selalu bersama, pasangan paling serasi menurut mereka walaupun begitu ada juga yang menatap iri kepada keduanya.
“Gimana? Entar malam kamu jadi Dinner bareng Febri?” Tanya Mareta pada Aprilio setelah mereka berdua tiba di kantin
“Gue belum ngajakin dia” jawab Aprilio seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
“Ck, payah. Aku kirain kamu udah ngajakin dia”
“Gue malu Ta”
“Buahahahaha, serius? Aku gk salah dengar kan? Seorang Aprilio Ashegaf, orang paling Ke PD an seantero galaxy Bima sakti ini, bilang malu” ejek Mareta dan langsung mendapat jitakan dari Aprilio
CTAKKKKKK
“Ihhhh Lio, sakit tau” adunya sambil mengelus jidatnya
“Lagian lo becanda mulu” dengus Aprilio kesal
“Ya maap… jadi gimana kamu mau nggak dinner bareng dia?”
“Entar aku bantuin deh” lanjut Mareta lagi
“Huftttt… siap-siap deh sakit hati lagi… Kamu kuat Ta, kamu harus selalu kuat demi kebahagiaan Lio… semangat ” batin Mareta menyemangati dirinya sendiri
“Ya gue mau lah… bantuin gue ya Ta!” Mohon Aprilio sambil menunjukkan puppy eyes nya membuat Mareta gemes sendiri
“Iya, aku bantuin… tapi…” Mareta menggantung kalimatnya seraya menaik turunkan alisnya
“Pasti es krim kan” tebak Aprilio
“Nah, untung kamu peka kalo nggak gagal deh dinnernya” ujar Mareta cekikikan
“Yh jangan dong, gue pengen banget bisa dinner bareng Febri”
“Makanya buru deh beli in aku es krim, udah ngidam banget nih” kata Mareta sambil mendorong tubuh Aprilio menuju kulkas es krim
*********
“Yh Ta, aku gk bisa… malam ini aku udah ada janji” ujar Febri menghentikan aktivitas membacanya dan menoleh ke arah Mareta
“Ayolah Feb, temenin aku nongkrong… masa sama sahabat sendiri kamu gamau sih” seru Mareta pura-pura ngambek
“Bukan gamau tapi aku udah terlanjur buat janji sama orang”
“Pacar kamu?” Tebak Mareta
“Eh, bu… bukan kok. Itu sepupu… iya sepupu aku” ujar Febri terbata-bata
Mareta tau Febri sedang berbohong dari nada bicaranya saja dia sudah tau kalo ada sesuatu yang coba di tutupi oleh Febri namun dia tak ingin ikut campur dan kelewat kepo jadi dia tidak bertanya lagi.
“Walaupun sebentar kamu tetap nggak bisa?” Tanya Mareta lagi
“Hufttt… aku usahain deh entar malam datang” ujar Febri mengalah
“Tapi aku nggak bisa lama” lanjutnya lagi
“Sip, oke deh kalo gitu kamu lanjut baca aku mau cari angin dulu… sumpek di perpus”
Kalimat Mareta membuat Febri cekikikan dan mengeleng dia paham betul sifat sahabat barunya yang sangat tidak menyukai buku apalagi membaca.
Malam harinya Febri benar-benar menepati janjinya untuk menemani Mareta namun saat tiba di lokasi yang Mareta kirim, hanya terlihat Aprilio dan beberapa orang pengunjung lainnya
”Dimana Mareta” gumam Febri sambil berjalan menuju meja yang di tempati Aprilio
“Hey Feb” Aprilio segera berdiri menyambut Febri setelah melihatnya berjalan menuju mejanya
”Kamu di ajakin Mareta ke sini juga?” Tanya Febri setelah duduk di bangku depan Aprilio
“Sebenarnya bukan Mareta yang ngajakin lo dinner ” ujar Aprilio sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Grogi
“Terus?”
“Lohhh, kenapa gk kak Lio aja yang ngajakin langsung kenapa harus nyuruh Mareta bohong”
Aprilio kembali menggaruk tengkuknya kali bukan karena grogi tapi karena merasa bersalah mendengar kalimat Febri, dirinya merasa terlalu pengecut menjadi seorang laki-laki
“Gue malu ngajakin lo langsung dan gue gk nyuruh Mareta bohongin lo”
Febri mengangkat sebelah alisnya, wajahnya nampak bingung dengan perkataan yang Aprilio lontarkan, kenapa harus malu jika hanya sekedar mengajak dirinya makan malam di luar dan kenapa hanya dia, dimana perginya Mareta bukankah Mareta yang paling dekat dengannya
“Gue tau lo pasti bingung kenapa tiba-tiba gue ngajakin lo makan di luar”
“Iya, kenapa harus berdua kan kita sahabat an bertiga harusnya kak Lio ajakin Mareta juga dong” ujar Febri menjelaskan kebingungannya
“Kalo sama Mareta gue udah sering, bosan juga kalo sama dia trus jadi kali ini gue maunya bareng sahabat baru gue” jelaskan sambil tersenyum
Tanpa di sadari oleh keduanya ada hati yang tersakiti mendengar penuturan Aprilio, dia adalah Mareta. Karena sangat penasaran akhirnya Mareta memutuskan untuk mengikuti keduanya dan sekarang dia merutuki keputusannya.
Tapi karena masih di hantui oleh rasa penasarannya Mareta memilih untuk tetap di posisinya dan melanjutkan aksi menguntitnya, dia duduk di salah satu meja paling sudut dan sedikit terhalang oleh tanaman hias jadi tidak akan ketahuan oleh keduanya
“Sebenarnya ada yang mau gue omongin sama lo” ujar Aprilio sambil berusaha menggenggam tangan milik Febri
“Eh kak” Febri berusaha menarik tangannya namun usahanya sia-sia
“Feb, dengerin gue y, jangan potong omongan gue”
Febri nampak sangat canggung sekaligus risih. Pikirannya kalut karena memikirkan seseorangnya yang mungkin sejak tadi sudah menunggunya
“Feb lo dengerin gue kan” tanya Aprilio yang merasa di abaikan
“Eh, iya kak. Kenapa?” Ujar Febri canggung
“Jadi sebenarnya gue tuh suka sama lo, gue cinta sama lo, perasaan sayang gue ke lo itu lebih dari sekedar sahabat”
“Hufttt…. Febriani Adistia Rasyhid lo mau kan jadi pacar gue” lanjut Aprilio setelah menjeda kalimatnya
BUGHHHH
Bogeman mentah berhasil mendarat di wajah tampan Aprilio membuatnya terhuyung ke belakang.
"B*ngs*t lo, ngapain pegang-pegang tangan cewek gue" umpat pria yang tadi meninju Aprilio
”Bby” pekik Febri kaget lalu segera berdiri menahan tangan pria yang baru saja meninju wajah Aprilio
"Bby kamu tenang dulu" ujar Febri sambil mengelus lengan pria itu, untuk menenangkannya
"Aku nungguin kamu dari tadi Feb, tapi kamu malah berduaan sama cowo ini" protes pria itu
"Iya aku salah dan aku minta maaf... ayo kita pergi dari sini nnti aku jelasin di mobil, oke? Aku malu di lihatin banyak orang" ajak Febri yang memutuskan untuk meluruskan masalahnya nanti saja karena keadaan mulai tidak kondusif dengan pengunjung yang mulai menatap mereka sinis bahkan ada yang muali berbisik bisik mengatakan Febri selingkuh
"Kak sebelumnya aku minta maaf atas nama Austin.... Kenalin dia pacar aku, jadi untuk pernyataan kakak yang tadi aku gk bisa kak sekali lagi aku minta maaf" setelah mengatakan itu Febri segera menarik pria yang bernama Austin itu pergi dari sana
Mareta nampak sangat terkejut melihat kejadian itu dengan segera ia keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Aprilio yang terlihat masih syok hingga kehadiran Mareta membuatnya tersadar
"Lo kok bisa ada di sini" tanya Aprilio pada Mareta
"Iya, aku penasaran aja makanya aku ikutin kalian tapi malah lihat kejadian tak terduga" jawabnya merasa tak enak
"Eh itu bibir kamu berdarah" ujar Mareta sambil mencoba membersihkan darah di ujung bibir Aprilio
"Gapapa Ta, cuma luka kecil"
"Tapi tetep aja harus di obat in Lio... udah ayok balik biar lukanya aku bantu obat in" sambil menarik tangan Aprilio menuju mobil
.
.
.
TBC❤️
“Hadirmu membuatku lupa akan fakta hidupku yang hanya layak di isi dengan kesedihan”
\~Aprilio