
Adelia merasa Terpukul Bahkan dia belum menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Bryan pria yang dia cintai itu sudah memblokir semua kontaknya atau akun pribadinya, Adelia menatap nanar kakinya kemudian menarik nafas dalam-dalam, Ingin rasanya dia menangis namun menangis tidak akan menyelesaikan masalah itulah yang ada di benaknya, selama ini adelia jarang sekali menangis dia lebih memilih membenam emosinya sampai sampai orang disekitarnya tidak menyadarinya.
Selama Duduk dibangku SMP adelia sering sekali di kucilkan oleh teman prempuan di sekolahnya , mereka tahu jika adelia anak keluarga terpandang sama sama terlahir dari keluarga kaya tak sedikit dari mereka yang merasa iri pada kehidupannya, apa lagi dengan wajah cantik dan rupawan yang membuat lawan jenisnya terpikat oleh kecantikannya ,
Mendengar suara barang jatuh dari ruangan putri semata wayangnya adriana bergegas memutuskan pangilan teleponnya dengan yusuf
Adriana membuka pintu kamar dan melangkah masuk dia melihat hp yang sudah tak berbentuk berserakan di lantai “ sayang kenapa, apa ada yang sakit , sebentar lagi dokter datang” ujar adriana berjalan ke ranjang dimana tubuh adelia terbaring. Adelia hanya diam tak menjawab pertanyaan ibunya “kamu haus” tanya adriana khawatir
Adelia menggeleng pelan “ aku ingin segera pergi dari ini”ujar adelia dengan wajah tanpa expresi sambil mengatur nafasnya ,
“ ok , mami sudah urus semuanya”ujar adriana sambil mengelus pundak putrinya
“ permisi “ujar dokter yang menangani adelia selama beberapa hari ini , dan juga suster yang meng ekorinya
“ iya , silahkan”adriana sudah paham betul jika dokter itu ingin mengecek keadaan putrinya ,
Suster yang mendorong meja dengan beberqpa alat seperti medis diatasnya , dokter dan suster berhalan kearah adelia , kemudia dokter itu memeriksa tekanan darah sedangkan sang suster mengganti kantong infus yang hampir habis
“ bagai mana keadaan putri saya dok”tanya adriana setelah dokter sudah selesai melakukan tugasnya
“keadaan pasien sudah lebih baik, dan mengenai ajuan ingin memindahkan pasien ke America keadaan pasien sudah memenuhi syarat, namun harus tetap dalam pengawasan selama di pesawat” ujar dokter yang menangani adelia
“baik, terimakasih dok”ujar adriana
>>>
Saat ini adelia dan juga kedua sahabatnya sudah ada dibandara , beserta kedua orang tuanya dan suster yang merawatnya selama brada di pesawat,
Olif dan juga safia sesekali menghapus air mata mereka , setelah mengetahui jika adelia akqn tinggal di USA selama dia menjalani perawatan dan tak tahu kapan kemungkinan dia kembali ke tanah air , mereka berdua tak berhenti meneteskqn air mata , sedangkan adelia mencoba menenangkan kedua sahabanya ini , orang tua adelia terharu melihat itu semua
“hei sampai kapan kalian akan menangis , bulan depan kalian akan mengunjungiku kesana ”ujar adelia , orang tua adelia sudah memuyuskan agar kedua sahabat adelia bisa mengunjunginya saat mereka tinggal di USA , adelia duduk dikursi rado yang didorong oleh kedua sahabatnya
“ benar ucapanmu tapi kan masih lama” celetu olif ,
“ kalian bisa menghububgiku sewaktu-waktu lewat medsos atau apalah itu” ujar adelia merasa heran kepada kedua sahabatnya ,
“kalau kau saja lupa , apa lagi aku” ujar sofia dengan PD nya
Setelah cukup lama mereka bercanda dibandara , adelia berpamitan kepada kedua sahabatnya, olif dan juga sofia melihat adelia dan juga kedua orang tuanya pergi dari hadapan merekan
Sedangkan adelia meneteskan air mata saat sudah memasuki ruang cek in , dengan cepat dia mengapus air matanya agar tidak seorangpun yang mengetahuinya
Bersambung
Jangan lupa likr komen dan share
Komen dan like se banyak banyaknya agar author semangat nulisnya , dan bisa updatr setiap hari
makasih