married to ex-boyfriend

married to ex-boyfriend
Episode 3



Dua hari telah berlalu adelia masih tidak sadarkan diri , olif dan juga sofia bergantian menjenguknya , olif berusaha menghubungi bryan selama dua hari namun tidak ada respon dari bryan, saat mereka berdua pergi kerumah bryan pembantu dirumah bryan mengatakan jika tuan mudanya tidak ada dirumah , membuat olif maupun sofia merasa geram karna prilaku bryan yang kekanak kanakan .


olif dan sofia dudul di sofa yang ada diruang VIP dimana adelia dirawat ,


“ aku benar benar kelewat benci sama bryan bisa bisanya dia memblokir akun kita , aku tak habis pikir”ujar sofia sambil menatap tubuh adelia yang yang masih tidak sadarkan diri , slang infus dan juga alat bantu nafas masih terpasang ditubuh adelia dan juga alat pendeteksi jantung


“ apa yang akan kita katakan pada adel jika dia sudah sadar” seru olif , mereka tahu prasaan adelia pada bryan selama ini


“sudah lah kita pikir nanti , yang penting adel sedar dulu” ujar sofia


“ kemarin aku dengar om yusuf sama tante adriana akan membawa adel berobat ke America karna perawatan medis disana lebih lengkap” ujar sofia sambil bernafas panjang ,


“ bagai mana cara kita jeguk adel kalau sangat jauh”imbuh olif ,


Tanpa mereka sadari adriana menguping pembocaraan mereka berdua , dia bersukur bahwa putrinya menemukan teman teman yang perduli dengannya .


“ ya sudah jam besuknya sudah habis ayo pulang” ujat olif  kemudian berjalan mendekat ke adelia yang masih terbaring tak sadarkan diri


“cepat bangun , besok aku sama sofia datang lagi kesini”ujar olif sofia mengekor dibelakangnya


Mendengar ucapan kedua sahabat anaknya itu adriana bergegas mundur  dari depan pintu  , dia berjalan agak jauh , setelah melihat olif dan juga sofia keluar dari pintu dia menyapa merek “udah mau pulang”sapa adriana


“Iya te udah sore” ujar sofia


“tante udah bawain makanan buat kalian, ya sudah kalau gitu kalian makan dikosan saja, biar mang udin yang nganter kalian” ujar adriana


Enggak usah te , terimakasih” ujar olif


“ gak apa apa , ayo” ujar adriana ,


“Ya sudah lakau tante maksa sekaliab ngirit ongkos” celetu sofia


“Kalian ada ada saja”ujar adriana sambil menggelengkan kepala, mereka pergi keparkiran setelah sampai  diparkiran adriana meminta udin sopir yang selama ini bekerja denganya untuk mengantar ke dua sahabat putrinya itu


Stelah mengantar olif dan juga sofia adriana sudah ada di ruang dimana putrinya dirawat , dia menatap tubuh putrinya yang tak sadarkan diri


“apa putri mama masih ngantuk”ujar adriana pada adelia , sambil menggenngam tangan adelia,


Mata adelia berlahan lahan terbuka , dia menatap sekeliling ruangan yang asing banginya


“sayang kamu sudah bangun”ujar adriana , sambil menekan tombol yang ada didekat tempat tidur adelia ,


“ kamu dirumah sakir sayang”ujar adriana sambil mengecup kening putrinya


“ma kenapa kaki kiri aku kenapa gak bisa digerakin”ujar adelia


Deg


Mendengar ucapan putrinya adriana tidak tega untuk menjelaskan apa yang terjadi pada kaki putrinya, namun cepat atau lambat adelia akan tahu jika kaki kirinya lumpuh


“ sayang kaku kamu”ucapan adriana terpotong oleh adelia


“ jangan bilanh kaki aku di amputasi”tuduh adelia khawatir , kemudian membuka selimut yang menutupi tubuhnya , adriana kaget mendengar ucapan adelia “untung lah, aku pikir diamputasi ”seru adelia melihat kedua kakinya masih utuh hanya saja dibaluti gif


Sayang kaki kiri kamu”ujar adriana


“ aku tahu kaki kiri aku lumpuhkan”ujar adelia , dia ingat samar samar saat angkutan umum itu menbrak bagian kiri kakinya dan tubuhnya terpental ke trotoar , adriana terteguh mendengar ucapan adelia “ iya” seru adriana dengan raut wajah sedih


“ bagai mana dengan pengen dara angkot itu”tanya adelia, dia merasa bersalah karna penyebab kecelakaan itu adalah dirinya sendiri


“dia dipenjara”ujar adriana , adriana heran kenapa putrinya ini masih ingat dengan supir angkot yang menabraknya


“ dia gak salah , aku yang salah , beri dia uang ganti rugi dan bebaskan dia”ujar adelia dengan raut wajah sedih ,


Adriana mengangguk paham   ucapan adelia “mama kuluar dulu mau telefon papi dulu”ujar adriana


Adelia mengangguk i ucapan ibunya, adelia mencari hp nya dia melihat  hpnya diatas meja dia meraih hp itu , dia mencoba menghubungi bryan namun nomor bryan tidak aktif , kemudian mencoba menghubungi lewat medsos , dia mengeleng tak percaya bahwa bryan memblokir akunya di fb maupun akun medsos lainnya


Adelia tersenyum kecut “ ternyata hanya segini batas kepercayaanmu pada ku , jika ini yang kau inginkan maka akan ku kabulkan”ucap adelia pada dirinya sendiri , kemudian menutup semua akun medsosnya dan membanting hpnya sampai hancur brantakan


 


 


Bersambung


Jangan lupa likr komen dan share


Komen dan like se banyak banyaknya agar author semangat nulisnya , dan bisa updatr setiap hari


makasih