
Saat ini adelia beserta kedua orang tuanya ada dirumah orang tua bryan , mereka mengundang orang tua adelia untuk makan siang mumpung akhir pekan.
Setelah makan siang mereka ada diruang keluarga yusuf , yusman dan juga bryan membasah tentang pekerjaan dan hal lain yang ber hubungan dengan itu
Sedangkan adelia , adriana dan juga luna membahas mengenai salon blanja dan lain lain , adelia hanya duduk mendengarkan kedua wanita paruh baya itu bercerita , dia tidak punya topik yang pas untuk ikut dalam pembicaraan mereka , sesekali diq ikut tertawa saat kedua wanita itu menceritakan hal yang menurut mereka lucu namun tidak menurutnya , hanya saja dia ikut berpartisipasi untuk membuat ruangan itu ramain ,
“ oh ya nak adel bisa masak enggak” tanya luna penasaran, topik mereka sudah beralih setelah satu jam mereka bercerita
Sedangkan adelia dari tadi memikirkan cara agar pernikahan itu tidak pernah terjadi , mendengar pertanyaan luna adelia ingat jika semua orang tua ingin menikahkan putranya dengan wanita yang bisa masak dan mengurus rumah tangga , belum juga adelia menjawab pertanyaan luna adriana sudah menjawab terlebih dulu
“ ya ampun jeng jangan tanya itu , masak anya itu loh gak enak buanget” ujar adriana dengan hebohnya membuat sekimpulan laku laki yang tadinya sibuk menoleh kearah mereka ,
Adelia tercengang mendengar ucapan adriana , memang benar jika adelia ingin mengatakn hal yang sama dengan yang dikatakan adriana tap gak segitunya juga keles, tapi adelu bersukur jika ibunya sendiri yang menjelek jelekkan dirinya “ benar tante saya gak bisa masak” imbuh adela sambil memperlihatkan senyum yang manis dibibirnya sambil melihat kearah adriana , sedangkan luna sempat bengong mendengar ucapan adriana.
Adriana baru sadar dengan apa yang dia katakan , bisa bisanya secara tidak langsung dia membatu putrinya untuk membatalkan pernikahannya.
Luna menepuk bahu adriana “ kamu ada ada saja jeng , tapi gak papa walau itu beneran , soalnya aku juga gak bisa masak” mendengar ucapan luna seisi ruangan tertawa hanya adelia yang menatap heran, “ lagian aki cari mantu bukan cari pembantu” imbuh luna adelia menelan lunah mendengar ucapan calon mertuanya.
“ bener itu jeng” sahut adriana
“ ohh ya son bukannya apartemen mu mau direnovasi lusa , kenapa barang mu kok gak dibawa kesini” tanya luna pada bryan
“ besok barang barang ku akan dikirim setelah di packing” jawab bryan
“ sebenarnya ada yang mau aku omongin , jika tidak keberatan bryan biar tinggal dengan adel , soalnya duq minggu kedepan aku sama adriana mau ke USA untuk mengurus hal disana jika kalian tidak keberatan , adelia biar ada yang jaga agar aku gak kepikiran saat di USA ” ucapa yusuf , adelia kaget mendengar ucapan ayahnya
“ aku setuju , agar mereka bisa saling mengenal satu sama lain dan sekaligur bryan jagain adel, jika bryan gak keberatan , bagai mana son? ” ujar yusman menyetujui permintaan calon besanya itu
Adelia sudah merapalkan sumpah serapahnya agar bryan menolak permintaan ayahnya , bryan melihat ke adelia kemudian dia tersenyum sekilas “ aku gak keberatan kok” ujar bryan ,
Yusuf menelan ludah mendengar pemaparan putrinya , dia pikir putrinya tidak mengetaui jika kedua rumah itu ditempati oleh penjaga yang sudah terlatih dan akan langsung menolong putrinya jika terjadi suatu “ iya itu benar , tapi jika ada nak brian yang tinggal bersama mu itu lebih baik, atau kau ingin dapat pengawalan 24 jam didalam rumah?” ucap yusuf tanpa toleransi
Adelia mengidik mendengar ucapan yusuf yang ada dia tidak bisa berbuat apa apa jika dia tidak mengijinkan bryan tinggal dirumahnya “ baik lah terserah” ucapnya pasrah
Bersambung
Jangan lupa like komen dan share
Komen dan like se banyak banyaknya kalau bisa 200 like agar author semangat nulisnya , dan bisa update setiap hari
makasih