
Saat ini bryan dan adelia memakan masakan yang sudah dingin itu tanpa bersuara keduanya merasa canggung setelap apa yang mereka lakukan beberapa saat uang lalu ,
Terdengar suara petir dan angin yang kencang disusul hujan yang sangat deras , adelia berjalan menutup pintu yang langsung tertuju ke taman. Adelia melihat jam dinding yang terpampang di tembok ,jam menunjukkan jam 6 , kemudian dia kembali duduk dibangkunya
“ aku rasa hujannya tidak akan reda” ujar adelia membuka percakapandi tengah keheningan diantara keduanya
“ benar, apa masakanku sesuai seleramu” tanya bryan ingin berbicara lebih banyak lagi dengan adelia
“ rumayan tidak terlalu buruk” ujar adelia walau sebenarnya masakan bryan jauh lebih baik dari masakannya , adelia sendiri tidak pandai memasak dia hanya bisa memasak beberapa menu masakan yang simpel , seperti steak sapi dan tumis ayam dengan bawang bombai , beberapa jenis tumis sayuran , walau keahlian memasaknya buruk saat adelia tinggal sendiri dia tidak pernah memesan makanan delivery atau semacamnya , walau masakanya tidak terlalu enak dia memilih untuk memakan masakannya sendiri dan memuji masakannya sendiri , adriana heran dengan putrinya bisa bisanya memakan makanan yang tak layak menurutnya.
Briyan mengangguk “ oh syukurlah” ujar bryan sambil melihat kearah jendela “ sepertinya aku akan menginap disini” imbuh bryan
“ apa?” ujar adelia mendengar ucapan bryan , bryan mengkodenya agar melihat ke jendela dia kaget saat melihat beberapa tanaman ditaman itu porak poranda “ terserah” ucap adelia
>>>>>>
Saat ini adelia berapa di dalam kamarnya , setelah dia membersihkan tempat makan dan mencici piring , adelia menyuruh bryan untuk tidur di kamar yang terletak dilantai atas ,
Adelia merebahkan tubuhnya diatas ranjang , dia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu saat bryan menjamah tubuhnya , pipi adelia memerah seketika mengingat kejadian itu , dia menutup wajahnya dengan bantal , kemudia dia tersadar dengan rencananya untuk membatalkan pernikahannya dengan bryan.
>>>>>>
Bryan duduk di kursi yang ada di dekat jendela , dia ingat apa yang dikatakan oleh agung sehari sebelum ibunya akan menjodohkan dirinya dengan anak sahabatnya
Flasback
Setelah rapat yang diadakan dikantor bryan , awalnya dia merasa tak asing dengan wajah pria yang menjadi perwakilan MD group,bryan baru menyadari jika perwakilan dari prusaan MD Group adalah agung teman SMA sekaligus perusak hubungannya dengan adia
Agung menyapanya terlebih dulu “ ada yang ingin aku bicarakan tuan bryan alfarizi “ ujar agung dengan raut wajah tenang
“ jika masalah pribadi aku menolaknya” ujar bryan dengan tatapan dingin ingin menerkam pria yang ada dihadapannya saat ini
Setelah agung kluar dari ruangan rapat , bryan membuka amplom pemberian agung , dia melihat koran yang sama seperi yang diberikan angga , kemudian dia membuka beberpa kertas , dan terakhir dia membuka surat yang agung selipkan dibelang kertas lainnya ,
Isi surat itu menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya , beberapa kertas putih lainnya yang terpampang nama rumah sakit dan juga biaya rumah sakit atas nama orang tua agung , bryan tau agung bisa masuk SMA karna beasiswa , dia juga tahu jika keluarga agung bukan keluarga kaya atau berkecukupan , disitu menjelaskan tentang dimana adelia dan juga sahabatnya membatu biaya perawatan ibunya , dia juga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi saat agung dan adelia berpelukan saat itu keadaan ibu agung sedang kritis dia reflek memeluk adelia , bla bla bla
Bryan kaget setelah membaca surat itu dia merasa sangat bersalah dengan apa yang menimpa adelia , namun dia sama sekali tak menghiraukan teriakan adelia saat memanggil namanya. Andai saja saat itu dia mau mendengar penjelasan adelia kejadian itu tak kan terjadi, wajahnya pucat seketika , dia ingat saat pertama
Flasback off
Pikiran bryan berkecamuk mengingat hal itu , dia ingat pesan yusuf jika dia harus menjaga adelia jangan sampai hal yang sama terjadi kedua kalinya pada adelia, dia harus menjaga wanita yang kini akan menjadi istrinya itu dari marabahaya yang akan menghampirinya, yufus menjelaskan jika tak sedikit orang yg ingin menyakiti keluarganya karna mereka tidak bisa menyetuh prusahaanya.
Bryan memijat pangkal hidungnya , dia berdiri dari kursi dia hendak membersihkan tubuhnya kekamar mandi , tadi adelua sudah memberi tahu padanya jika ada baju di dalal lemari , diq berjalan ke lemari mengambil baju santai kaos serta celqna panjang warna hitam , dia mengingat sepertinya pernah melihat baju yang sama dengan baju itu , dia ingat baju didalam lemari itu hampir sama dengan baju yang dikenakan alex tadi , tapu adelia bilang jika baju itu masih baru jadi dia tak perlu khawatir.
“ bisa bisanya dia membelikan baju tidur untuk laki laki lain” bryan melangkahkan kakinya masuh kedalam kamar mandi