
Saat cuaca mulai mendeng seorang laki laki tampan bertubuh jangkung kulit kuning lansat hidung mancung , tatapan mata yang tajam, llaki laki bernama bryan alfarizi yang cukup populer dikalangan kaum hawa , dia sengang mengendarai motornya ingin bertemu dengan pujaan hatinya yang bernama adelia larasati gadis cantik dengan tubuh yang cukup tinggi , paras cantik rupawan bibir tipis , mata harzel hidung mancung dengan kulit tubuh berwarna putih banyak kalangan pria yang menginginkannya untuk jadi kekasihnya
Adelia yang baru saja lulus sekolah menengah pertama dan dia juga tinggal terpisah dengan orang tuanya sejak dia masuk SMA dia memilih tinggal di kosan sederhana yang jauh dari kata mewah dia disana tinggal dengan ke2 sahabatnya olif dan juga sofia , mereka bertemu pertama kali saat penerimaan siswa baru di SMA tempat mereka sekolah ,
Saat ini adelia berada di depan kosan bersama dengan agung , teman sekolahnya agung adalah anak rantau yang sekolah dikota karna dia mendapatkan biasiswa , kluarga agung bukan kluarga yang berada orang tuanya seorang buruh , berapa bulan terakhir ibunya sakit sakitan
“ kamu yang sabar , percayalah tuhan tidak tidur dia akan menjawab semua do’a , yang dipanjatkan oleh umaynya” ujar adelie menasehati temannya itu adelia dan kedua sahabatnya sudah pernah ke tempat agung, melihat sendiri keadaan orang tua agung yang sakit sakitan , adelia mengeluarkan amplop yang ada di tasnya dia memberikan amplop itu pada agung
“ini untuk biaya pengobatan bude” ujar adelia sambil mengulurkan amplop berwarna coklat itu pada agung
“ enggak adel aku sedah sering ngerepotin kalian bertiga”ujar agung merasa tidak enak , sebenarnya agung tidak menceritakan keadaan ibunya yang semakin memburuk kepada adelia dan juga ke dua sahabatnya hanya saja adelia tidak sengaja mendengar pembicaraan agung lewat saluran telfon
Adelia tersenyum mendengar ucapan agung dia memenganh kedua tangan angung menatap lekat mata agung “ gung kau tau , tidak ada yang tau apa yang akan terjadi kedepannya , aku memberikan ini karna aku tidak tahu kapan ajal akan menjemputku , aku ingin membantu selagi aku bisa dan mampu , dan kau tidak bisa menolaknya ”ujar adelia dengan senyum yang menawan
“tapi adel ,bagai mana dengan mu ” ujar agung merasa tak enak hati , karna setahu agung adelia hanya anak kosan sama seperti dirinya
“tenang saja aku masih ada tabungan”ujar adelia meyakinkan agung agar laki laki itu mau menerima bantuannya
Karna terbawa emosi agung reflek memeluk adelia “terima kasih adel , aku janji akan membalas kebaikanmu suatu saat nanti” ujar agung
Adelia merasa kaget karna agung tiba tiba memeluknya , namun dia mencoba mengerti keadaan agung , dia menepuk bahu agung
Tanpa mereka sadari bryan melihat mereka dari kejahuan , bryan memarkirkan motornya di pinggir kemudian berjalan kearah adelia dan juga agung dengan emosi yang meluap luap melihat pacarnya berpelukan dengan pria lain
Dengan kasarnya bryan memisahkan adelia dan agung yang berpelukan membiat adelia dan juga agung kaget “ dasar bajingan”ujar bryan langsung melayangkan bogem ke pipi agung hingga agung terjatuh ke lantai
“agung”jerit adelia kaget sambil menutup milutnya dengan kedua tangannya melihat agung tipukul oleh bryan
Bryan hendak melayangkan pukulan ke agung yang sudah tergeletah dilantai namun adelia menggalanginya adelia memengan lengan tangan bryan “ Bryan cukup , aku akan jelasin semua, kni gak seperti yang kamu bayangkan” ucap adelia dengan tubuh yang bergetar ketakutan , ini pertamakalinya melihat bryan memukul seseorang .
Bryan menatap mata adelia yang mulai memerah hendak menjatuhkan butiran air mata “ apa yang mau kamu jelasin , sudah jelas jelas aku melihat dengan kedua mataku sendiri kau selingkuh dengannya”ujar bryan sambil menatap agung yang berusaha berdiri,
“ sayang ini gak seperti yang kamu bayangin”ujar adelia , bryan menepis kedua tangan adelia yang tadinya memegan lengannya
“ bro ini gak seperti yang kamu bayangin” ujar agung mencoba menjelaskan
Rasa cemburu bryan membuat dia tidak mau menerima penjelasan agung dan juga adelian , bryan memukul wajah agung , adelia yang mencoba melerainya didorong oleh bryan sampai tubuhnya terjatuh
“ kalian apa apaan”ujar olif, olif dan juga sofia lari dari arah jalan dan melempar belanjaan yang baru mereka beli dari pasar
“ sebenarnya apa yang terjadi , apa apaan ini” ujar olif
“ kau tanyakan saja pada sahabatmu” ujar bryan dengan angkuh , “ mulai saat ini kita putus” imbuh bryan kemudian berjalan meninggalkan adelia yang kaget mendengar ucapan bryan ,
“adel” ujar olif , suara olif menyadarkan adelia , dia melihat kearah bryan yang sudah menyetater motornya ,
Adelia berlari kearah bryan namun bryan sudah terlebih dulu menancap gas motornya tanpa menghiraukan adelia yang mengejarnya , adelia tidak terima keputusan bryan yang memutuskan hubungannya secara sepihak , apalagi bryan tidak mau menerima penjelasannya, adelia sangat mencintai bryan begitupun dengan bryan .
Dari belakang adelia angkutan umum yang melaju dengan cepat , supir yang baru saja melihat ada seseorang didepan mobilnya berusaha untuk mengerem namun naas usahanya sia sia
Bruaak
Tubuh adelia terjatuh di trotoar jalan bersimbah darah saat angkutan umum menabraknya dari blakang ,
Adel”jerit , olif , sofia dan agung bersamaan melihat sahabatnya yang tertabrak angkutan umum , mereka berlari kearah adelia yang sudah tergeletak bersimbah darah
Bersambung
Ikutin terus yaa jangan lupa like , share dan komen sebanyak banyaknya agar outhor semangat nulisnya
Terimakasih