
“ alex ada siapa?” Tanya adriana yang baru keluar dari kamarnya
“ gak tau te , mungkin orang salah alamat” ujar alex.
“ aku bryan tante” ujat bryan, mendengar suara bryan adriana berjalan keluar
“ heh apa apa an , ngaku ngaku tante , aku gak pernah lihat wajahmu sebelumnya” cletu alex , sebuah jeweran mendarat di telinga alex , siapa lagi kalau bukan adriana yang menjewer keponakannya ini “Aw” pekik alek seperti anak kecik
“ udah sianh masih belum mandi” ujar adriana sambil melepas jewerannya , bryan menatap heran kejadian didepannya iniv
“ sakit tau” ujar alex sambil mengelus telinganya
“ nak bryan ayoo masuk” ujar adriana ,
“ tante kenal sama dia” ujar alex
“ nanti tante jelasin , ayo masuk dulu” ajak adriana , merekapun masuk kedalam rumah mewah itu, alex pergi kekamarnya sedangkan adriana dan bryan duduk di ruang tamu.
“ nak alex mau minum apa?” tanya adriana
“ gak usah te, ngomong adel nya ada te” tanya bryan tanpa basa basi, adriana tersenyum mendengar pertanyaan bryan
“ adel dari kemarin gak tinggal disini , dia tinggal dirumahnya” ujar adriana , dia menceritakan keadaan adelia jika putrinya itu sudah bisa berjalan walau tanpa bantuan tongkat, dia menjelaskan bahwa keluarganya tidak bermaksud untuk membohonginya bahkan luna sudah mengetahuinya , bryan kaget mendengar pemaparan adriana, dia merasa sudah ditipu oleh ibunya sendiri. Namun dia bersyukur karna adelia sudah sembuh walau belum sembuh sepenuhnya . ditengah tengn percakapan mereka alex dengan penampilan yang sudah rapi ikut bergabung dan duduk di salah satu bangku kosong
“ dia siapa te” tanya alex , dia memang sudah mengetahui jika adelia namun dia tidak mengetahui siapa orang yang akan menikahi adik sepupunya itu
“ dia bryan calon suami adel, oh ya nak bryan dia alex kakak sepupu adel” adriana memperkenalkan kedua pria tampan itu
Alex hanya menggangguk paham mendengar ucapan adriana , sedangkan bryan merasa lega pria tampan yang mencium calon istrinya adalah kakak sepupu bukan kekasih calon istrinya
>>>>
“ aku harus membatalkan pernikahan ini” ucap adelia pada dirinya sendiri sambil mondar mandir memikirkan cara yang akan dia lakukan “ aku harus meng hubunginya , tapi bagaimana aku meng hubunginya bahkan nomor hp atau adsosnya saja aku gak tahu”
Suara bel berbunyi adelia berjalan masuk kerumah dia melihat ke monitor kecil yang ada disamping pintu , “ bryan, pucuk dicinta ulanpun tiba, lah dia udak kesini duluan, pasti dia juga ingin membatalkan pernikahan ini, jadi aku gak perlu repot repot” ujar adelia , kemudian menekan tombol agar pagar rumahnya terbuka ,
Saat ini bryan dan adelia duduk di sofa ruang tamu , bryan melihat kesegalah arah , rumah adelia tidak terlalu megah seperti rumah kedua orang tuanya , interior rumah yang mehawah dan juga simpel
“ ada perlu apa? Kau mau membatalkan pernikahan kita” ujar adelia dengan semyum dibibirnya
“ apa kau pikir aku akan repot repot datang kesini hanya untuk membatalkan pernikahan kita” ucap bryan , mendengat ucapan bryan adelia menatap tak suka “ aku kesini untuk memastikan keadaan calon istriku” imbuh bryan dengan senyum yang nampak sekilas di wajahnya .
Bersambung
Jangan lupa like komen dan share
Komen dan like se banyak banyaknya kalau bisa 200 like agar author semangat nulisnya , dan bisa update setiap hari
makasih