
Mendengar suara barang pecah membuat semua mata tertuju padanya bryan , adelia melotot saat melihat sosok orang yang paling ingin dia hindari di muka bumi kini duduk di depan matanya
“Bryan” ujar adelia , adriana hendak membantu adelia berjalab namun dia menolaknya , adriana kembali ke sofo tempat dia tadi duduk
“ nak adel kenal sama anak tante” ujar luna ,
“ gak kenal sih te, Cuma aku pernah baca majalah dan cover majalah itu tuan bryan alfarizi” ujar adelia, luna menggangguk I ucapan adelia, adelia berjalan ke arah luna dan yusman , adelia menyalami kedua orang tua bryan. Adelia menghentikan langkahnya saat henndak melangkah.
Ctik
Suara jentikan tangan adelia, beberapa pelayan datang mendengar suara itu, adelia memberi kode agar mereka membersihkan pecahan beling yang berserakan di lantai , para pelayan itu tidak akan kluar begitu saja katna mereka sangat menjaga frivasi dari bos nya , sedangkan bryan tak percaya jika wanita yang di hadapannya adalah adelia pacar semasa SMA nya. Adelia tersenyum setelah memberikan printah pada pelayan kemudian dia berbalik berjalan ke arah yang berlawanan dia duduk di kursi dekat dengan yufus( ayah adelia) adelia menaruh tongkatnya di pinggiran sofa.
“ sekarang adel sudah jadi gadis yang cantik , dulu terakhir kali ketemu dia masih umur 5 tahun ya” ujar luna
“ kalau dulu tidak ada kejadian seperti itu , kita gak mungkin sampai pindah pindah negara” ujar adriana , mereka sempat berpindah pindah negara untuk keselamatan keluargannya , semakin tinggi pohon akan semakin kencang angin yang menerpanya.
“ kedatangan kita kali ini langsunh saja pada intinya” ujar yusman , “ kita ingin keluarga besar kita menjalin ikatan persaudaraan agar semakin dekat , dengan menikahkan anak anak kita” sambung yusman ,
Adelia menggigit bibir mendengr ucapan yusman , dia ingin sekali mengacaukan acara perjodohan ini , tapi mana mungkin dia membuat wajah kedua orang tuanya malu dihadapan orang lain ,
“ aku sih setuju setuju saja , namun aku tidak ingin anak anak kita menjalin hubungan karna terpaksa, dan kurasa mereka butuh pendekatan agar mereka saling mengenal satu sama lain ” ujar yusuf , yusuf memang ingin melihat putri tercintanya menikah namun dia jauh mementingkan prasaan anak semata wayangnya itu
Adelia tersenyum mendengar pemaparan ayahnya “ memanh papi yang paling mengerti aku” gumamnya dalam hati , adriana menatap raut wajah putrinya sekilas dia menggelengkan kepala
Adelia tentunya terkejut mendengar ucapan adriana, namun berbeda dengan bryan dia hanya duduk mendengarkan tanpa expresi seakan akan ini buka hal yang penting
“ benar itu, alangkah baiknya jika mereka tunangan” sambung adriana, sambil melirik putrinya yang mulai menunjukkan muka masam “ benar kan itu sayang” imbuh adriana sambil menatap putrinya
Bersambung
Jangan lupa like komen dan share
Komen dan like se banyak banyaknya kalau bisa 200 like agar author semangat nulisnya , dan bisa update setiap hari
makasih