love romance

love romance
eps. 10



hanya akan bertepuk sebelah tangan. Maka ia pun pergi ke desa.


Keyakinan Levin tentang kemustahilan itu didasarkan pada pemi-


kiran bahwa di mata sanak-keluarga Kitty, ia adalah jodoh yang tidak


menguntungkan dan tidak pantas bagi gadis yang jelita itu, dan Kitty


sendiri pun tidak mungkin mencintainya. Di mata sanak-keluarga Kitty,


ia tak punya kegiatan dan posisi tertentu yang umum bagi kalangan


bangsawan. Sementara kawan-kawannya kini, pada usia tigapuluh dua,


sudah ada yang jadi kolonel dan ajudan tsar, ada yang profesor, ada


yang direktur bank atau direktur keretaapi atau kepala kantor seperti


Oblonskii, sedangkan dia (Levin tahu betul siapa dia di mata orang lain)


hanyalah tuan tanah yang urusannya cuma betemak sapi, menembak


burung dupel dan membuat bangunan. Jadi, ia adalah orang yang tak


berbakat, yang samasekali tak bisa diharapkan, dan menurut pandangan


masyarakat, ia hanya melakukan apa yang dilakukan orang-orang yang


samasekali tak berguna.


Kittyyangjelita dan pen uh misteri itu tak bakal mencintai orang yang


menurut penilaiannya tidak tampan, dan lebih penting lagi, terlalu lugu


dan samasekali tidak menonjol. Selain itu, hubungan lamanya dengan


Kitty-hubungan seorang dewasa dengan anak-anak sebagai akibat


persahabatannya dengan saudara laki-lakinya-merupakan penghalang


lain lagi bagi cintanya. Menurut penilaiannya sendiri, orang baik yang


tidak tampan seperti dirinya hanya boleh dicintai sebagai sahabat, dan


bukan untuk dicintai seperti ia rnencintai Kitty, yang untuk itu ia harus


jadi orang tampan, dan lebih penting lagi harus jadi orang luarbiasa.


Ia memang mendengar bahwa perempuan sering mencintai orang


yang tidak tampan dan sederhana, tapi ia tak percaya omongan itu karena


menilik pengalamannya sendiri, ia hanya bisa mencintai perempuan


yang cantik, penuh rahasia, dan luarbiasa.


Tapi sesudah dua bulan sendirian di desa, yakinlah ia bahwa rasa cin-


tanya kepada Kitty bukan salah satu peristiwa jatuh cinta yang dialami-


nya di masa remaja; yakinlah ia bahwa perasaan itu tidak memberinya


ketenangan; yakinlah ia bahwa dirinya tidak bakal bisa bidup tenang


tanpa menyelesaikan persoalan apakah Kitty akan jadi istrinya atau


tidak; dan yakinlah ia bahwa rasa putusasanya itu bersumber melulu


pada bayangannya sendiri bahwa ia tak punyai bukti-bukti bakal ditolak.


Dan sekarang ia datang ke Moskwa dengan keputusan mantap akan


memikirkan apa yang bakal terjadi dengan dirinya kalau ditolak.


tiba di Moskwa dengan keretaapi pagi, Levin singgah di rumah kakak


laki-lakinya dari pihak ibu, Koznishov, dan sesudah ganti pakaian ia


langsung masuk ke kamar kakaknya dengan maksud menyampaikan


tujuan kedatangannya dan minta nasihat kakaknya. Tapi ternyata


kakaknya tidak sedang sendirian. Bersama dia duduk seorang profesor


filsafat terkemuka yang datang dari Kharkov untuk menjelaskan salah


pengertian yang telah timbul di antara mereka mengenai persoalan


filsafat yang sangat penting. Profesor itu telah berpolemik dengan


penuh semangat melawan kaum materialis, dan Sergei Koznishov


mengikuti polemik tersebut dengan penuh minat. Sesudah membaca


karangan terakhir profesor itu, ia menulis keberatan-keberatannya lewat


sepucuk surat. Ia mengecam sang profesor karena telah memberi terlalu


banyak konsesi kepada kaum materialis. Dan sang profesor seketika itu


datang untuk memberikan penjelasan. Waktu itu pembicaraan sedang


berlangsung sekitar masalah yang sedang ramai dibicarakan: adakah


batas antara gejala psikis dan gejala fisiologis dalam kegiatan manusia,


dan di manakah letak batasnya?


Sergei lvanovich menyambut saudaranya dengan senyuman mesra-


dingin seperti sudah dikenal orang, dan sesudah memperkenalkan Levin


dengan profesor itu, ia pun meneruskan percakapan.


Laki-laki kecil berkulit kuning itu, yang mengenakan kacamata dan


berdahi sempit, sejurus meninggalkan percakapan untuk bersalaman


dengan Levin, kemudian meneruskan lagi pembicaraan tanpa


memedulikan Levin. Levin duduk menanti perginya sang profesor, tapi


ia segera tertarik pada soal yang seLevin memang menjumpai berbagai artikel yang sedang dibicarakanitu di majalah, dan ia membacanya; ia tertarik pada semua itu sebagaicara mengembangkan dasar-dasar ilmu pengetahuan alam yang memangdikenalnya sebagai sarjana ilmu pengetahuan alam; tapi ia memangtidak pernah menekuni kesimpulan-kesimpulan ilmiah tentang asal-usulmanusia sebagai binatang, tentang berbagai pemikiran, tentang biologidan sosiologi dengan problem-problem sekitar makna hidup dan matibagi dirinya sendiri, yaitu problem-problem yang belakangan ini makinsering muncul.


Levin memang menjumpai berbagai artikel yang sedang dibicarakan


itu di majalah, dan ia membacanya; ia tertarik pada semua itu sebagai


cara mengembangkan dasar-dasar ilmu pengetahuan alam yang memang


dikenalnya sebagai sarjana ilmu pengetahuan alam; tapi ia memang


tidak pernah menekuni kesimpulan-kesimpulan ilmiah tentang asal-usul


manusia sebagai binatang, tentang berbagai pemikiran, tentang biologi


dan sosiologi dengan problem-problem sekitar makna hidup dan mati


bagi dirinya sendiri, yaitu problem-problem yang belakangan ini makin


sering muncul.