LOVE IN BUSAN

LOVE IN BUSAN
MAGANG



sudah 3 hari aku magang di rumah sakit keluarga yoongi, sesekali elma dan ayu selalu mendatangiku untuk mengajak makan bersama. sementara Dinar sudah pergi bersama Tae ke suatu desa, rasanya seperti masih ada yang kosong.


keenam pria pun jarang berkumpul karena kesibukan magang yang mendekati skripsi juga, paling yang kulihat hanyalah yoongi dan Jimin . sementara Kim sedang pergi ke Indonesia untuk menjemput Adel.


namjoon sibuk magang di kantor presiden ayahnya untuk hukum, kookie magang menjadi penasehat hukum di kedutaan dekat dengan vila nya dan tinggal di sana. sesekali akan kembali karena akan bertemu dengan Vira di universitas Ilsan..


sedangkan hubby ku dengar dari yang lain dia sedang liburan bersama teman kecilnya..


"Tria bagaimana magangmu 3 hari ini?"tanya Jimin saat kami sedang melakukan makan siang bersama ..


"aku baik, ini sangat menyenangkan Jimin. kau tau aku bertemu banyak anak kecil disini sangat imut!!"ucapku dengan senang..!"aku rasa setelah ini aku ingin membuat usahaku sebagai psikolog anak!"ujarku kembali dengan semangat..


"kau perempuan yang bersemangat!"sahut yoongi..


"jadi aku tidak?"ucap elma , merucutkan bibirnya maju ke depan ..


aku dan ayu hanya tertawa melihat tingkah elma saat itu!"


"eh kau kenapa melamun sayang?"tanya ayu kepada Jimin..


"Tria aku ingin bertanya padamu? apa boleh? "ucap Jimin pelan pelan ..


"tanyalah, aku akan menjawabnya untukmu!"sahutku kembali..


"bagaimana dengan hubunganmu dengan hubby?"Tanya jimin yang sebenarnya ragu dalam hatinya..


"aku Dan hubby hanya akan menjadi kenangan, walau ku pikir itu hanya sebentar!"hahaha lucu bukan?"jawabku tertawa tapi tidak ada yang lucu..


"apa kau baik Tria?"tanya elma kembali..


"kalau kau tanya diriku pasti akan ku jawab sangat baik, tapi jika kau menanyakan hatiku? ya hati mana yang tidak sakit di perlakukan seperti ini dengan kekasihnya!! benar tidak? tapi aku tidak marah padanya, aku berharap Lisa menjadi yang terakhir..!"jelasku kepada mereka berempat..


"kau layak menjadi ahli psikolog dunia terbaik!"ucap ayu bangga..


"ku harap hati baik mu akan tergantikan dengan yang setimpal!" aku hanya bisa berdoa!"ujar Jimin..


"hah jam makan siangku sudah habis, sayang sekali aku masih ingin bersama kalian..mari malam ini kita berkumpul dia asrama untuk baberquean besok aku libur dan kalian juga kan??!"tanyaku..


"iya itu ide yang bagus, akan ku beritahu namjoon dan juga dewina..!"ucap yoongi..


"baiklah kalian kembalilah ke tempat magang, aku akan segera masuk!"ujarku dan berlalu pergi meninggalkan keempat temanku..


tanpa sadar aku meneteskan airmata, sebenarnya ini yang kutakutkan aku tak sanggup menahan rasa sakitku di hadapan mereka.


"kau lihat dia kuat kan?'ucap yoongi..


"tidak, Tria tidak seperti itu. beberapa hari lalu aku melihatnya menangis merindukan hubby di balkon dan memandang foto hubby, dia masih menyimpan foto hubby disana di kamarnya, benar kan elma!"ujar ayu..


"iya benar, sangat benar!"sahut elma membenarkan ucapan ayu..


"dasar ********"!ucap Jimin dan kembali mengepal tangannya..


"jangan sampai kau memukul hubby lagi, bisa habis wajah hubby kau pukuli terus Jim!"kata yoongi yang sedang asik menjilati sendok eskrim nya..


"apa ? kau berkelahi dengan hubby? kapan? kenapa kau tidak cerita?"tanya ayu bertubi tubi..


"3 hari yang lalu, waktu di cafe dekat kampus. habis aku kesal sekali, meninggalkan wanita yang susah payah dia dapati hingga merelakan pertunangannya trus semudah itu meninggalkannya dengan alasan tidak masuk akal!"jawab Jimin dengan kesal..


"dan kalian tau, hubby akan segera menikah dengan Lisa!"sahut yoongi..


"whattt cepat sekali? ada apa?"tanya elma!"


"MANA KAMI TAU!" jawab Jimin dan juga yoongi dengan kompak..


hingga membuat mereka tertawa terbahak bahak, akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali kearah tempat magang mereka..


*Tae dan Dinar berada di pedesaan untuk melakukan magang, Tae hanya menemani Dinar karena Tae magang di bagian kota hanya saja mereka menginap di vila keluarga Tae..


"besok pagi pagi aku mengantarmu dulu ke pansos (panti sosiologi) baru aku ke kota..!"seru Tae kepada Dinar yang merebahkan dirinya di depan televisi bersama Dinar..


"iya sayang, terima kasih selalu menemaniku!"ucap Dinar mengecup pipi Tae dan membuat Tae malu menahan dirinya..


"mari kita segera menikah, seperti ayu dan Jimin!"ucap Tae ..


Dinar terkejut mendengar penuturan dari mulut Tae, bahkan ini yang di tunggu Dinar.


"apa kau sudah mantap untuk berumah tangga denganku?"jawab Dinar kembali..


"sudah sayang, dari awal aku ingin memiliki anak bersamamu. mari kita bangun rumah tangga kita dan tinggal di kota yang kau suka, dan aku akan membangun usahaku di sana!"penuturan Tae membuat Dinar menangis hingga tak sanggup lagi Dinar berkata kata..


"kau jangan menangis aku belum melamarmu dasar bodoh!"ucap Tae kembali..


"lalu kau barusan?"tanya Dinar heran dengan ucapan Tae...


"aku baru berencana , yang benar saja masa aku melamarmu dengan cara seperti ini?"ucap Tae kembali memeluk Dinar dengan erat dan mendaratkan bibirnya kearah bibir Dinar..


"jangan sekarang Tae, aku ingin kau menikmatinya setelah kita menikah!"ucap Dinar..


"maaf sayang, jangan marah maaf aku minta maaf!"Tae meminta maaf kepada Dinar lalu melepaskan pelukannya..


"hei tidak apa apa sayang, kau tidak salah ayolah jangan meminta maaf. tapi mari kita berdua menahan nya untuk kita rasakan sama sama!"jelas Dinar..


"kau benar, aku bangga padamu kau sangat menjaganya!" terima kasih sayang!" kecup tae di puncak kepala Dinar..


mereka berdua lalu bergegas untuk berkeliling desa, melihat lihat untuk pansos Dinar besok..pemandangan indah perdesaan membuat Tae dan Dinar seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu..


*di indonesia*


Kim mendarat di bandara Indonesia dengan kedatangan internasional, di pesan nya mobil untuk menuju ke alamat yang dia tuju dengan bantuan peta di ponselnya..


"oh Indonesia kalau dari atas mengapa kecil ? pas aku mendarat mengapa aku yang tersesat?"ya astaga aku memutar mutar mobilku lebih dari sepuluh kali!"gerutu Kim pada dirinya sendiri..


*ddddddddrrrrrrttttttt ponsel Kim bergetar lalu dirinya mengangkat ponsel tersebut..


"anyeeoongshyeo?!"sapa Kim dari arah balik ponsel tersebut..


"ahh oppa apa kau sudah sampai?!"balas wanita dari arah jauh..


"ah Adel aku memutar pancuran ini sudah puluhan kali, seperti ingin berdoa saja!"keluh Kim saat itu kepada Adel..


"hah ? hahahaha pancuran mana oppa? kirim lah alamatmu aku akan menyusul dengan mobil dari sini..!"cepatlah!"Adel menahan tawa nya karena merasa antara kasihan dan lucu sekali..


"cepatlah datang, nanti di sangka aku sedang berdoa disini!"ucap Kim kepada Adel..


tak lama Adel menutup telponnya kembali dan segera mengambil kunci mobil miliknya di kamar lalu berlari ke arah mobil.


"BI kalo mamah sama papah pulang bilang aku menjemput oppa Kim ya!"teriak Adel berlari kearah garasi..


"dengan kecepatan sedang Adel pun menyetir mobil nya menuju alamat yang di kirim oleh Kim, sebenarnya tidak jauh jarak yang di tempuh hanya saja Kim tidak paham map Indonesia.


15 menit kemudian Adel berhasil menemukan Kim di arah putaran pancuran depan perumahan Adel..


"ttttiiiiiiiinnnnnnnnn ..... ttttiiiinnnnnn"


Adel memberi kode klakson pada Kim, lalu Kim mengikuti mobil Adel dari arah belakang dan pergi ke arah rumah Adel dengan beriringan..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.Kim oy Kim doa apa di air pancuran???