
setelah sampai di rumah hubby aku langsung mendaratkan tubuhku di sofa ruang tengah hubby, Lalu hubby duduk di sampingku sambil memelukku dari arah samping..
"jangan di pikirkan, semoga semua ada penjelasannya"!sahutnya kepadaku ..
"aku tau sayang, aku paham. tapi yang aku pikirkan sekarang adalah oppa Minho , kau lihat tadi tatapannya kosong, dia berjalan tanpa arah. tak memandang kemana mana, aku tak habis pikir dengan Ina!"jawabku kembali dengan nada heran untuk situasi saat ini..
"ehh kalian sudah sampai, kenapa kau tidak ke kamarku Tria?"tanya mejiwo saat menuruni anak tangga..
"ah eonnie tadi pagi ada masalah lalu aku ingin istirahat sebentar !"sahutku lalu berdiri membungkukan tubuhku..
"masalah? ada masalah apa? apa Selvy dan keluarganya menganggu kalian?"tanya mejiwo kembali .
"bukan nuna tapi Hyung Minho di tinggal calon istrinya kembali ke Indonesia?"jawab hubby Lalu merebahkan dirinya di paha ku..
"bentar Ina? apa Ina jurusan psikologi? yang satu asrama dengamu Tria, mahasiswi pindahan juga?!"ucap mejiwo.
"ah iya eonnie, Ina yang kumaksud ya itu. apa kau mengetahui sesuatu?"tanyaku dengan penasaran!!!
"ahh bagaimana tidak tahu, kemarin pas kami para dosen rapat kami semua membahas Ina yang minta berhenti kuliah secara mendadak. karena dia mahasiswi pindahan kami tidak bisa menyetujuinya sepihak harus ada keputusan dari Indonesia juga!"jelas mejiwo dan membuat aku Dan hubby saling beradu pandang..
"hah berhenti? apa dia benar tidak ingin kembalia?"tanyaku kembali..
"masalah kembali atau tidak , aku tidak tahu. tapi yang ku tahu adalah Ina memohon untuk dapat mengajukan surat berhenti kuliahnya,! ku pikir dia ingin berhenti karena mau menikah dengan Minho!"jawab mejiwo lagi..
"ahh eonnie tidak , dia tidak kembali bahkan ponselnya saja sudah tidak aktif terus dia tidak meninggalkan barangnya satupun semua di kemas dan di bawa!"jelasku dengan sedikit ada kekhawatiran ..
"sabarlah semua akan ada jawabannya, sekarang beri dia waktu untuk itu!"ujar mejiwo mengenggam tanganku dan di tepuk tepuk sebentar dengannya..
"iya eonnie kau benar!"ucapku yang sedikit memelas..
"ahhh baiklah mari kalian berdua ikut aku ke kamarku, akan ku bagikan bahan untuk pakaian pendamping perempuan!"ujar mejiwo dan berlalu menaiki anak tangga..
aku dan hubby pun menyusulnya dari belakang, dengan cepat ku ambil langkah seribu untuk berada di samping eonnie mejiwo, ku pegang tangannya dia hanya tersenyum dan memelukku sesaat..
*dirumah Jimin*
"waktunya makan siang sayang, panggilah oppa!"ajak ayu kepada Jimin..
"sebentar aku panggil dulu, aku ke atas dulu ya!"sahut Jimin berlalu pergi meninggalkan ayu..
"ku harap semua cepat berakhir!"ucap ayu dalam hatinya..
siapa yang tak teriris melihat kepergian orang yang kita cintai pergi tanpa kata kata atau pesan sedikitpun, seperti tak berharga Dimata dirinya.
"Hyung buka pintunya ayo kita makan bersama, aku sudah membelikan makanan kesukaanmu. jangan kunci pintunya Hyung cepat buka!"ucap Jimin dari nada rendah sampai nada sedikit agak meninggi..
tidak ada jawaban dari balik pintu kamar Minho, Jimin yang putus asa pun akhirnya kembali ke bawah untuk makan bersama ayu.
"dimana oppa?"tanya ayu yang sedang memusatkan matanya ke arah tangga tapi tak ada seorang pun selain Jimin sendiri..
"tidak ada jawaban mungkin Hyung tidur, mari kita makan saja nanti akan ku bawakan ke atas makanannya!! makanlah sayang kau juga belum makan dari pagi kan?"ujar Jimin kembali..
"ah iya ayo, mari kau duduk aku akan mengambilkan makanan dirimu!"sahut ayu kembali..
akhirnya Jimin dan ayu memutuskan untuk makan hanya berdua, karena memang tak ada jawaban dari kamar Minho. sesekali Jimin merasa agak tidak enak hati memikirkan kakaknya, makanan pun terasa enggan dia telan saat itu. tapi Jimin tak ingin membuat kekasihnya bersedih apalagi menambah beban dengan memikirkan dirinya, tiba tiba terdengar suara lari kaki dari arah anak tangga..
"tuan , tuan , tuan muda!"teriak salah satu pelayan yang ada dirumah Jimin..
"ada apa mbok?"tanya Jimin yang bingung kepada pelayannya !!
"itu tuan, anu hmm kamar nya kakak tuan keluar air terus menerus dari arah pintu. takut terjadi sesuatu tuan, cepatlah lihat dulu!"jawab pelayan tadi..
tanpa aba aba Jimin mengambil langkah seribu dan pergi berlari dengan sangat cepat agar bisa melihat apa yang terjadi, tibalah Jimin di kamar kakaknya. benar saja sudah banyak air di depan pintu kamar kakaknya entah darimana asal air ini tapi Jimin punya firasat tidak baik untuk seseorang yang ada didalamnya..
"mbookkk , mbookk!"teriak Jimin kepada pelayannya..
"iya tuan muda ada apa?"jawab si pelayan tersebut..
"mbok cepat pinjam apapun kepada tukang kebun, benda yang tajam atau apalah yang bisa membuka kunci kamar hyung, cepat lah mbok lakukan sekarang!"teriak Jimin tanpa sengaja kepada pelayan tadi..
"sayang sabarlah jangan teriak teriak, pelayanmu tidak bersalah!"ucap ayu mengelus punggung kekasihnya..
"sayang Hyung? aku takut terjadi sesuatu pada teman kecilku ini!"Isak Jimin yang mulai mengeluarkan airmata ke khawatiran ..
"aaahhh tuan muda permisi biar saya saja tuan yang bukakan pintunya!"jawab tukang kebun ..
"cepatlah pak, hyungku di dalam!"ucap Jimin kembali..
dengan susah payah tukang kebun tersebut membuka pintu kamar Minho, tak lama kemudian terbukalah pintu tersebut dan membuat air yang mengalir semakin deras..
"sepertinya dari arah kamar mandi sayang!"ujar ayu kepada Jimin..
jimin pun segera berlari menuju ke arah kamar mandi , dan benar saja dia melihat dengan kedua bola matanya. kakaknya sudah tak sadarkan diri didalam bathtub kamar mandinya sendiri..dengan sigap dia menghampiri kakaknya dan menarik kepala kakaknya yang sudah tenggelam, entah sejak kapan kakaknya tidak sadarkan diri..
"Hyung bangunlah, Hyung ku mohon bangunlah, hhhhyyyyuuuuunnnnnggggg!!!!" panggilkan ambulance cepattttttt!"teriak Jimin..
ayu yang terduduk lemas di pinggiran kasur ka Minho hanya bisa memandang kakak beradik itu dengan isakan tangis yang sangat hebat..tangannya sibuk menekan nomor semua teman teman Jimin, dan menghubungi semua yang ada di asrama tak lupa hubby Dan tria..
"sayang hyungku lihatlah, apa dia sedang tertidur? apa dia lupa berganti pakaian? lihatlah ini!"ujar Jimin memandang sekilas ke arah ayu..
ayu perlahan menghampiri Jimin lalu memeluknya dengan erat..
"maafkan temanku, maafkan sahabatku sayang, maafkan dirinya!"jawab ayu dengan isakan tangis yang pecah...
tak lama pelayan dan tukang kebun datang memberitahukan kalau ambulance akan segera datang dalam waktu 10 menit lagi..
"mbok nanti kalo eomma dan appa bertanya jawablah yang terjadi dan beritahu dimana Hyung dibawa !" perintah Jimin kepada kedua pelayannya ..
"baik tuan muda!"jawab kedua pelayan tersebut..
"ayo sayang bawa kakakmu ke bawah, nanti ambulance sudah datang lebih mudah dan cepat untuk di tangani!"ucap ayu..
Jimin pun menggendong kakaknya keluar dari kamar mandi dan menuruni anak tangga, tak lama berjalan kearah pintu keluar rumah datanglah ambulance tersebut..Minho di masukan ke dalam ambulance dan diberi pertolongan pertama oksigen tabung didalam mobil, sementara ayu dan Jimin mengikuti ambulance tersebut dari belakang menggunakan mobilnya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.semoga oppa minhoo baik baik saja ya🙏🙏